
Maaf atas kesalahan di BAB 55 dan 56, saat ini udah otor perbaiki ya... silahkan baca ulang,,,,,,,🙏🙏🙏
Masih di kediaman keluarga rajin.
Dokter pribadi keluarga Rakin terburu-buru menghampiri keluarga Rakin setelah dia mendapat kabar dari pengurus kediaman keluarga Rakin bahwa seluruh anggota keluarga telah diracuni.
Namun, ketika dokter pribadi itu tiba, dia terkejut melihat Rahmat beserta Putra dan menantunya sedang duduk di ruang tamu sembari menatap aneh ke arahnya.
Meski dokter itu kebingungan, namun dia tetap berkata, "Tuan, saya dengar semua orang keracunan, bagaimana--"
"Duduklah!" Langsung perintah Rahmat membuat sang dokter begitu terkejut, namun tetap mengikuti perintah pria tua itu.
"Bagaimana bisa seluruh anggota keluarga keracunan? Biarkan saya memeriksa kalian semua." Ucap dokter pribadi sembari mengeluarkan peralatannya di atas meja dengan 3 orang yang menatapnya dengan kening mengeryit.
Rahmat tidak mengatakan apapun dan hanya membiarkan dokter pribadi itu memeriksanya lalu setelah memeriksa, sang dokter pribadi menatap Rahmat dengan bingung.
__ADS_1
"Tuan sepenuhnya baik-baik saja, tidak ada gejala keracunan," ucap dokter pribadi tersebut.
"Benarkah?!!" Tanya Rahmat dengan suara membentak membuat dokter pribadi merasa bingung dengan perubahan Rahmat yang tiba-tiba tidak mempercayainya.
"Apa maksud Tuan?" Dokter pribadi itu bertanya sembari memperlihatkan wajah tak berdosanya.
Mendengar pertanyaan pria itu, Rahmat langsung melihat ke arah pengurus kediaman keluarga Rakin lalu pria itu mendekat menyerahkan sebuah dokumen.
"Lalu bagaimana kau akan menjelaskan semua ini?!!" Bentak Rahmat melemparkan berkas hasil analisa darah milik keluarganya kehadapan dokter pribadi.
Langsung saja dokter pribadi tersebut menjadi begitu pucat saat ia membaca judul dari dokumen tersebut.
"Dari mana Tuan mendapat berkas-berkas ini?" Tanya sama dokter pribadi dengan tangan terulur untuk mengambil berkas di atas meja.
"Sialan!! Kamu masih berani bertanya setelah sekian lama ini kau menjadi dokter pribadiku dan malah meracuni seluruh keluargaku?!! Seandainya tidak ada perempuan dermawan yang datang ke rumah ini, maka selamanya kami tidak akan mengetahui kebusukanmu!!" Bentak Rahmat merasa sangat marah pada pria itu.
__ADS_1
Dokter pribadi terkini berlutut di lantai lalu berkata, "Tuan,, ini--"
"Diam!! Jelaskan perbuatanmu di hadapan pengadilan!!!" Teriak Rahmat sembari menatap ke arah pengurus kediaman.
Sang pengurus kediaman menganggukkan kepalanya lalu membiarkan polisi yang telah bertugas langsung memasuki ruangan tersebut dan menangkap sang dokter pribadi.
"Selidiki siapa yang sudah memerintahkan dia untuk meracuni seluruh keluargaku. Lalu besok pagi-pagi sekali siapkan mobil untukku menjemput Amira." Perintah Rahmat pada pengurus keluarga Rakin sebelum berlalu ke kamarnya untuk istirahat.
Maka pada keesokan harinya di pagi-pagi sekali, Aulia yang sementara duduk di teras sambil memainkan ponselnya begitu terkejut ketika melihat sebuah mobil mewah terparkir di depan kediaman mereka.
'Oh,, Astaga,,, mimpi apa aku semalam hingga di pagi-pagi ini ada mobil mewah yang datang bertamu ke rumahku yang kumuh ini??' Aulia merasa sangat senang dan berharap bahwa mobil bagus yang datang itu akan membawa berkat bagi keluarganya.
Jadi perempuan itu langsung berlari menghampiri mobil dan melihat seorang pria tua yang keluar dari mobil.
"Maaf, siapa yang Anda cari?" Tanya Aulia menatap pria berwibawah di hadapannya.
__ADS_1
"Aku mencari Amira dan suaminya." Ucap Rahmat mengejutkan Aulia.
Benar-benar berkat!!!!!!