
"Ha ha ha... sudah kuduga, putra mu tidak pernah bisa diandalkan oleh keluarga Barata!! Jelas-jelas yang mendapatkan proyek senilai 300 miliar itu adalah putraku!!! Iya kan Brama?" Tanya Rizal kini menatap putranya dengan wajah kekaguman.
Tetapi, pria itu sangat terkejut saat Brama malah menghela nafas dengan berat, lalu berkata, "Ayah maaf, tapi aku juga tidak berhasil mendapatkan proyek itu!"
Ucapan putranya langsung membuat Rizal menjadi sangat marah, "anak sialan!!" Umpatnya hendak memukul putranya ketika istrinya datang ninjago pria itu.
"Apa yang akan kamu lakukan? Ingin membunuh putra kita?!!" Teriak Megan sambil melindungi putranya yang sudah tak berdaya.
Rizal melihat anak dan istrinya lalu pria itu menggertakkan giginya sembari menahan rasa malunya di hadapan semua orang.
Sementara bayu yang mengetahui bahwa keponakan pertama dan keduanya tidak mendapatkan proyek ini tersenyum bangga menatap putranya.
"Jadi di sini, hanya putraku saja yang berhasil mendapatkan proyeknya??" Bayu berbicara dengan penuh rasa syukur dan bangga pada putranya.
__ADS_1
Amira tahu bahwa Fernando tidak akan membanggakan hasil kerja kerasnya jadi perempuan itu langsung berkata, "Benar ayah,, suamiku berhasil mendapatkan proyeknya lewat kerja kerasnya sendiri!"
Haikal yang mendengar ucapan Amira langsung menyertakan giginya lalu dia menatap keluarga adik ketiganya sembari berkata, " hanya proyek kecil saja, jika saja putraku coba memenangkan proyek itu, dia pasti bisa mendapatkannya.
"Kalian harusnya berterima kasih pada putraku karena dia tidak berusaha mendapatkan proyek senilai 150 miliar yang kecil itu, tetapi dia berusaha mendapatkan token yang lebih besar!! Karena kalau tidak, maka putra kalian tidak akan pernah memenangkan proyek itu!!!"
Mahesa dan Brama yang mendengarnya, sangat ingin membantah ucapan Haikal, tetapi mereka berdua yang terlalu lemah untuk berbicara tak bisa lebih cepat berbicara daripada Rizal yang ikut berbicara.
"Benar sekali,, lagipula proyek itu tak akan bisa dikerjakan oleh Fernando, sebaiknya proyek itu diberikan saja pada cucu pertama dari keluarga Barata agar proyeknya bisa berjalan dengan lancar!!!" Ucap Rizal.
Rena langsung menjawab ucappan Amira, perempuan itu berpikir di tempatnya, 'aku tidak mungkin memberikan posisi direktur pada Fernando yang hanya kebetulan bisa memenangkan proyek kecil. Lagipula, dia belum memiliki pengalaman apapun menjadi seorang direktur, jadi akan sulit bagi perusahaan kami.'
Setelah memikirkannya, Rena lalu berkata, "nenek berjanji untuk memberikan posisi direktur pada siapapun yang memenangkan proyek dari grup Rakin, tapi bukan berarti proyek dengan nilai kecil bisa membuat seseorang menjadi direktur. Nenek akan menyetujui nya jika proyek itu ialah proyek dengan nilai 300 milliar!!!"
__ADS_1
Ucapan Rena mengejutkan semua orang, keluarga pertama dan kedua begitu senang mendengar ucapan kepala keluarga mereka. Sementara bayu dan istrinya, sepasang suami istri itu merasa di terjun kan dari ketinggian hingga membentur padang gurun yang gersang.
Harapan mereka untuk memperbaiki hidup jika putranya naiknya posisi direktur, kini telah pupus!!! Tak ada harapan apa pun lagi!!!
"Ibu benar!! Proyek seperti itu tidak bisa menjadi pengantar bagi siapapun untuk menjadi seorang direktur!!" Ucap Rizal merasa sangat senang.
Ucapan semua orang membuat amira ingin tertawa, dia mengeratkan genggamannya pada tangan suaminya lalu berkata, "jadi maksud kalian semua, jika suamiku berhasil mendapatkan proyek senilai 300 miliar, maka dia berhak menjadi direktur?"
Pertanyaan Amira membuat Mahesa dan Brama sangat terkejut, mereka hendak berbicara untuk mengatakan tidak, tetapi didahului oleh jawaban orang tua mereka.
Haikal: "Tentu saja!!"
Rizal: "Memang harusnya begitu!!"
__ADS_1
"Iya, siapapun yang memenangkan proyek 300 miliar akan menjadi direktur perusahaan Barata!!" Ucap Rena membuat Amira terenyum. Bahkan Fernando juga kini tersenyum menatap istrinya.