
"Syukurlah kakek sudah sadar, syukurlah!!!" Ucap Norman merasa sangat senang.
Sementara Tuhan besar maherson, pria itu langsung menggerakkan tangannya dan melepas beberapa alat yang menempel dari tubuhnya.
"Apa yang kaki lakukan? Jangan berpikir dulu, kakek masih--" Norman menghentikan ucapannya dan terkejut melihat saat Pria tua yang tampak lemah itu langsung bergerak dan duduk sembari meregangkan tubuhnya.
🐾🐾🐾
"Ahhh,,, apa yang terjadi?" Ucap pria itu mengejutkan semua orang termasuk semua keponakan-keponakannya yang sudah berderet di pembatas kaca melihat ke dalam ruangan.
"Kakek!!! Kakek,,, Kakek benar-benar bisa duduk seperti ini?" Tanya Norman dengan raut wajah tak percayanya.
"Hm,, bantu aku turun, Aku benar-benar tidak sabar untuk berjalan. Tapi sudah berapa lama aku berada di sini, Kenapa rambutmu jadi sangat panjang dan berantakan seperti itu?" Tanya Tuan besar Maherson yang terakhir kali dalam ingatannya melihat rambut Norman masih sangat pendek, tapi sekarang, rambut pria itu tampak memanjang.
__ADS_1
"Kakek sudah terbaing di sini selama 2 bulan, dan kami semua khawatir pada kakek. Kakak aku bahkan sudah sangat pusing memikirkan kondisi kakek!!" Ucap pria itu langsung membuat pohon besar Maherson mengerutkan keningnya.
"Lalu di mana pria itu?" Tanya tuan besar Maherson yang merasa aneh bahwa cucu tertuanya tidak berada di sisinya ketika dia terbangun.
Sang asisten yang berada di ruangan itu langsung membungkuk dan berkata, "Dia baru saja berbicara dengan tabib Amira dan katanya dia ingin sendirian di dalam ruangan Jadi kami tidak mengganggunya. Saya akan pergi ke sana sekarang dan memintanya untuk bertemu dengan Tuan besar."
"Ahh,, pergilah, panggil juga tabib Amira kemari karena aku ingin berbicara dengannya." Ucapkan besar Maherson bari pria itu turun dari ranjang dan merasa sangat segar.
Dia yang dulunya harus berjalan menggunakan tongkat kini merasa baik-baik saja berdiri tanpa berpegangan pada benda apapun.
Tetapi, betapa terkejutnya pria itu ketika dia sampai di sana dan pintu terbuka.
"Di mana perempuan sialan itu?!!!" Langsung bentak Daren yang sangat marah pada Amira yang sudah bersikap kurang ajar padanya.
__ADS_1
Sang asisten yang mendengarnya langsung berkata, "perempuan Siapa yang tuan maksud?"
"Siapa lagi kalau bukan amir--" Daren yang tidak melanjutkan ucapannya ketika dia tiba-tiba melihat dari belakang asisten itu muncul kakeknya yang berjalan diikuti oleh seluruh cucu-cucunya.
Dia terpaku dan terdiam di tempatnya, tidak bisa mengatakan apapun melihat pria yang berjalan ke arahnya benar-benar berjalan tanpa menggunakan satupun alat bantu.
"Ka,,, kakek?" Ucap pria itu sangat terkejut melihat keadaan kakeknya yang terlihat sangat bugar dan sehat.
"Di mana tabib Amira yang sudah membuat kakek sembuh seperti ini?" Tanya tuan besar Maherson langsung membuat Daren menatap ke arah asistennya.
Dia tidak tahu apapun dan tidak mengerti dengan apa yang baru saja terjadi, Dia membutuhkan penjelasan dari siapapun yang mau menjelaskan situasinya!!!!
Asisten yang jelas menyadari kebingungan Daren langsung berkata, "Ahh itu, tadi setelah keluar dari ruangan ini tabib Amira mengatakan bahwa tuan muda ingin sendirian di dalam, lalu dia memberikan saya pil untuk diberikan pada Tuan besar.
__ADS_1
"Tetapi setelah itu dia langsung pergi meninggalkan tempat ini. Sementara saya pergi menemui Tuan besar dan memberikan pil yang telah dilarutkan. Lalu setelah itu Tuan besar langsung sembuh dan bisa berjalan seperti saat ini." Ucap Sang asisten menjelaskan semuanya pada semua orang.