
"Kontrak dengan nilai 150 miliar hanya kontrak kecil yang tidak perlu dihitung!!!" Ucap Haikal.
Ucapan ke-2 orang itu membuat Amira sangat ingin tertawa sekeras kerasnya.
Tetapi Amira menahan tawanya sembari berkata, "Kontrak yang berusaha didapatkan oleh suamiku memang jumlahnya sangat kecil. Tapi apakah kalian pikir bahwa keluarga Barata mampu mengolah kontrak yang bernilai besar? Apalagi jika mendapatkan dua kontrak, aku yakin perusahaan Barata akan kucar-kacir mengerjakannya!!"
Ucapan Amira yang sangat merendahkan keluarga Barata membuat semua orang di tempat itu menjadi marah.
"Kau!! Bagaimana bisa kau berkata begitu tentang keluarga kami?!! Jelas-jelas perusahaan Barata adalah perusahaan yang cukup besar, dia pasti bisa menangani proyek, bahkan jika nilainya mencapai triliunan!!!" Ucap Rizal merasa sangat kesal pada Amira.
"Ah begitu, kalau begitu aku harap kedua putra kalian pulang dengan selamat." Kata Amira yang tidak mau lagi berdebat dengan orang-orang yang ada di hadapannya.
Tetapi ucapan Amira malah menyulut amarah Rena, "apa yang kau maksud dengan pulang dengan selamat?! Apakah kau mendoakan kedua cucuku--"
"Nenek!!"
__ADS_1
"Nenek!"
Ucapan Rena tidak jadi dilanjutkan saat ke-2 orang pria kini dengan kak berdaya memasuki ruang tamu keluarga Barata.
"Apa yang terjadi?!!" Raisel langsung menghampiri putranya dan membantu membopong putranya hingga duduk di sofa.
Tak berbeda dengan Haikal yang juga terkejut melihat keadaan putranya yang penuh luka, dia membantu putranya duduk di sofa lalu mengambil ponselnya menghubungi dokter.
Sembari bersandar memejamkan matanya, Brama lalu berkata, "aku terluka begini semuanya karena pria tak berguna dari keluarga kita dan menantu sampah yang sudah memprovokasi semua orang untuk memukuliku!!"
Aulia yang mendengar itu langsung berkata, "tidak!! Putra aku tidak mungkin melakukan kesalahan seperti itu!! Pastilah Amira yang melakukannya, dan putraku tidak mungkin terlibat ataupun menjadi penyebab keponakan pertama dan kedua terluka!!!"
"Sialan!! Apa kau pikir aku akan percaya?!! Keluarga kalian memang dari dulu sudah membawa masalah untuk keluarga Barata!!!" Teiak Raisel penuh amarah.
"Tidak!! Putraku--"
__ADS_1
"Diam!!" Sela Rena yang sudah tidak tahan mendengar semua anggota keluarganya kini saling menyerang satu sama lain.
Dia pikir hari ini akan menjadi hari yang baik karena keluarga mereka memenangkan salah satu proyek dari grup Rakin, tapi malah berakhir dengan pertengkaran dan kedua cucunya pun terluka sangat parah!!
Haikal yang melihat Rena kini tampak menggertakan giginya langsung berkata, "Ibu,, kau harus mendapatkan keadilan untuk cucu mu!! Meskipun Mahesa terluka seperti ini, tapi setidaknya dia pasti memenangkan proyek bernilai 300 miliar!! Benar begitu putraku?!" Haikal balik bertanya pada Mahesa.
Mahesa yang tampak tak berdaya di tempatnya hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan pasrah.
Gelengan kepala itu langsung membuat Rizal tertawa keras.
"Ha ha ha... sudah kuduga, putra mu tidak pernah bisa diandalkan oleh keluarga Barata!! Jelas-jelas yang mendapatkan proyek senilai 300 miliar itu adalah putraku!!! Iya kan Brama?" Tanya Rizal kini menatap putranya dengan wajah kekaguman.
Meski terluka, tapi yang paling penting bisa mendapatkan proyek dengan harga yang fantastis, melebihi nilai proyek yang didapatkan oleh fernando.
Amira sudah tidak bisa menahan senyum mengejek di wajahnya, jadi perempuan itu mengeratkan genggaman nya pada tangan suaminya sambil bersandar di bahu Fernando dengan senyum mengejek di wajahnya.
__ADS_1
'Jawablah,, katakan pada semua orang bagaimana suamiku dengan begitu menakjubkan bisa mendapatkan proyek yang sebenarnya kalian incar!!' Ucap Amira dalam hati, ia tak sabar mengejutkan semua orang di tempat itu.