Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
181


__ADS_3

"Kami baru mendapatkan informasi bahwa 3 hari yang lalu dia mengalami drop, tetapi bukannya pergi ke rumah sakit, dia malah pergi membeli bahan-bahan obat tradisional." Bisik pria itu langsung membuat Daren menatap Arifin dengan tatapan tajamnya.


Sudah sekarat tapi pergi membeli bahan-bahan obat tradisional dan langsung sembuh seperti tidak pernah jatuh sakit???


Daren langsung teringat akan kehebohan orang-orang yang membicarakan Bagaimana keluarga Rakin mengobati cucu mereka yang hampir mati.


Cucu yang dikabarkan tidak akan selamat dan keluarga Rakin tidak akan memiliki penerus lagi kini sudah sehat dan baik-baik saja.


Dan semua itu tidak dilakukan oleh dokter di rumah sakit, tetapi secara misterius dilakukan oleh seseorang di kediaman keluarga Rakin.


"Baiklah, kau boleh pergi," ucap Daren pada bawahannya, lalu pria itu kembali melihat pria yang ada di depannya.


Tampak begitu sehat dan sama sekali tidak terlihat bahwa ada penyakit mengerikan di tubuhnya, "Kau tahu bukan, saat ini kakekku sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja.

__ADS_1


"Jadi aku mencari seseorang yang bisa menyembuhkannya dan akan memberi imbalan yang besar pada orang yang bisa menyembuhkannya.


"Bahkan, orang yang bisa menemukan orang itu juga akan mendapat imbalan yang sangat besar. Jadi aku ingin kau membantu keluarga kami mencari orang yang bisa menyembuhkan penyakit kakekku.


"Dan soal imbalan, aku janji kau tidak akan rugi dan kecewa pada imbalan yang akan kami berikan." Ucap Daren langsung membuat Arifin memperkuat kepalan tangannya.


'Aku bukanlah orang yang kekurangan materi atau apapun, dan terlebih lagi aku tidak mungkin bertindak di luar keinginan Amira. Atau jika tidak, perempuan itu tidak akan mau mengobatiku lagi!!!' ucap Arifin dalam hati lalu pria itu menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, Aku akan mencoba mencarinya." Ucap Arifin.


"Apakah dia berpikir supaya Tuan besar keluarga Maherson secepatnya meninggal dan dia bisa mencari keuntungan? Tapi keuntungan apa?' pikir Daren dalam hati.


Setelah Arifin tidak berniat memberitahukan masalah Amira pada keluarga Maherson, maka pria itu langsung meninggalkan rumah sakit.

__ADS_1


Dalam perjalanan, pria itu mengambil ponselnya lalu mengetuknya beberapa kali.


Tuk tuk tuk.....


Suara ketukan jari-jari Arifin di atas ponselnya terdengar beberapa kali sebelum pria itu menempelkan ponselnya ke telinganya.


"Ya Tuan," jawab seorang pria dari seberang telepon.


"Selidiki apa yang akan dilakukan oleh Amira dalam beberapa hari terakhir ini. Kirimkan semua jadwalnya padaku!" Perintah Arifin pada orang seberang telepon lalu menutup panggilan itu.


Setelah beberapa saat, akhirnya ponsel Arifin berdering memperlihatkan informasi yang dikirimkan oleh bawahannya.


'Restoran xx jam 07.00 malam,' ucap Arifin dalam hati membaca tulisan pada pesan yang ia terima, lalu pria itu segera melakukan reservasi untuk restoran xx.

__ADS_1


'Aku harus menemui Amira dan membicarakan masalah ini. Kalau aku bisa melakukannya maka selain mendapatkan keuntungan dari keluarga Maherson, aku akan membuat mereka tidak lagi bisa memerintah memerintah aku!!


'Dan kalau Amira menolak untuk diberitahukan identitasnya pada keluarga Maherson, maka aku mungkin bisa memberitahu keluarga Maherson secara diam-diam. Tapi harus menyuruh mereka tutup mulut bahwa informasi itu berasal dariku!' ucap Arifin dalam hati sambil tersenyum.


__ADS_2