
Semua orang sudah duduk di meja makan, di kursi mereka masing-masing.
Megan yang tidak melihat ibu mertuanya langsung menatap suaminya sambil berkata, "bukankah kau baru saja keluar dari ruangan ibu? Mengapa tidak mengajak Ibu sekalian untuk turun makan malam?"
Pertanyaan Megan langsung membuat Rizal menghela nafas lalu pria itu berkata, "Ibu sedang tidak enak badan, jadi pelayan akan mengantarkan makanannya ke kamarnya."
Ucapan Rizal langsung membuat semua orang mengangguk lalu mereka mulai makan.
Aulia yang duduk di samping suaminya melirik suaminya sembari menahan banyak pertanyaan dalam hatinya.
'Pokoknya aku tidak boleh membahas mengenai masalah rumah Putraku di depan semua orang. Atau mereka semua akan menertawakan keluarga kami karena Putra kami mendapat rumah yang jelek!!' pikir Aulia dalam hati yang tidak mau jika keluarga pertama dan kedua kembali menghina-hina keluarga mereka.
Tetapi perempuan itu sangat terkejut ketika tiba-tiba saja Haikal yang selalunya duduk dengan diam di meja makan tiba-tiba saja membuka mulutnya.
__ADS_1
"Adik ketiga harus makan yang banyak, apalagi acara penyambutan direktur baru kita akan segera dilaksanakan." Kata pria itu sembari meletakkan sepotong daging ayam di piring Bayu.
Sontak saja semua orang menatap ke arah Haikal karena mereka tidak menyangka bahwa pria itu akan bersikap lembut terhadap keluarga ketiga yang merupakan keluarga paling dibenci di tempat itu.
"Ayah!! Apa yang baru saja Ayah katakan?!!" Tanya Mahesa sembari menatap ayahnya dengan bingung.
Bisa-bisanya ayahnya memperlakukan keluarga ketiga seperti itu!! Padahal, gara-gara keluarga ketiga lah dia jadi gagal mendapatkan posisi direktur!!!
Tetapi Megan yang duduk di samping suaminya langsung tersenyum menghina lalu dia berkata, "aku rasa keluarga kedua mulai menjilat keluarga ketiga. Padahal, belum ada yang pasti bahwa Putra keluarga ketiga lah yang akan diangkat menjadi direktur! Sangat kon--"
Bentakan itu langsung membuat Megan terkejut lalu menatap suaminya dengan bingung, "ada apa? Kau mau membela mereka juga?!!" Tanya Megan dengan suara ketusnya menatap suaminya.
Rizal menghembuskan nafasnya dengan panjang lalu dia menatap keluarga ketiga sembari berkata, "adik ketiga dan adik ipar, kalian jangan dengarkan ucapan istriku. Lagi pula semua orang di sini sudah menerima kalian dengan tulus.
__ADS_1
"Pokoknya, mulai hari ini kita harus hidup seperti keluarga yang rukun, siapapun yang naik ke posisi direktur tidak boleh dibenci oleh yang lainnya. Semuanya harus berlapang dada menerima keputusan ibu sebagai kepala keluarga Barata."
Ucapan Rizal langsung membuat semua orang ternganga menatap pria itu.
Setelah Haikal yang membela keluarga ketiga, sekarang anak pertama keluarga Barata juga melakukannya!!
Dan lebih parahnya lagi, Haikal kembali menganggukkan kepalanya lalu pria itu dengan tenang berkata, "mulai sekarang semua orang di meja makan Ini harus menghormati keluarga ketiga. Jika ada yang membantah, maka jangan salahkan aku kalau aku memarahi kalian satu persatu!!"
Ucapan suaminya sangat tidak masuk akal bagi Sarah, jadi perempuan itu langsung menatap suaminya dengan kesal sambil berteriak "Suami!! Apa yang kau--"
"Diam!!" Sela Haikal, "Apakah kau tidak mengerti apa yang baru saja ku katakan?!!" Bentak Haikal pada istrinya langsung membuat Sarah terdiam lalu perempuan itu mengepal erat tangannya karena merasa sangat marah dengan apa yang baru saja terjadi.
Pokoknya semua orang di meja makan itu berada dalam rasa tercengang mereka, karena tidak menyangka bahwa dua bersaudara yang selama ini membenci keluarga ketiga kini berbalik menjilat keluarga ketiga.
__ADS_1
Sementara Aulia, perempuan itu merasa sangat senang, dia bersorak-sorak dalam hati karena apa yang baru saja terjadi.
'Aku sudah menduga hal ini akan terjadi, perlahan-lahan semua orang akan menyadari posisi kami, dan mereka semua akan menjilati kami seperti anjing yang menginginkan tulang dari tuannya!!!' ucap Aulia dalam hati langsung mengukir senyum indah di wajahnya sembari menikmati makanannya.