
Di keluarga Rakin, ketika Amira tiba, keluarga Zahirka juga berada di tempat itu, dan di atas meja telah tersedia setumpuk uang cash yang bernilai 100 miliar rupiah.
Uang itu ditumpuk di atas meja sebagai pembayaran untuk bahan obat yang telah digunakan oleh Amira untuk membuat pil bagi keluarga Rakin.
"Aku rasa uang 100 miliar ini sudah senilai dengan bahan-bahan obat yang telah diambil. Jadi silakan keluarga Zahirka untuk membawa uang-uang ini." Ucap Rahmat Rakin.
Ardan Zahirka benar-benar kesal melihat tumpukan uang yang disediakan oleh keluarga Rakin hanya dalam waktu 1 minggu lebih, tetapi pria itu tetap menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, kalau begitu saya akan membawa uang ini. Lagi pula keadaan Putra Saya sudah baik-baik saja, jadi tidak perlu lagi mengkhawatirkannya." Ucap Rahmat memberi kode pada anak buahnya agar segera memindahkan uang itu ke mobil mereka.
__ADS_1
Sementara itu, Amira yang duduk di sana langsung bisa menyadari kalau pria itu sedang menyinggungnya, bahwa apa yang ia katakan dua minggu yang lalu adalah sebuah kesalahan.
Tetapi perempuan itu sama sekali tidak tersinggung karena masih ada 4 hari lagi sebelum cukup 2 minggu.
Jadi sembari melemparkan senyumnya pada Ardan, dia berkata, "kalau begitu saya tidak akan meragukannya lagi, tabib yang kalian panggil untuk menyembuhkannya memang hebat. Namun jika dalam 4 hari lagi benar-benar terjadi sesuatu maka saya harap keluarga Zahirka baru akan menghubungi saya untuk melakukan sesuatu jika uang senilai 100 miliar itu dikembalikan senilai 4 kali lipat."
Ardan zahirka yang mendengar itu langsung tersenyum konyol, "jadi maksudmu aku harus memberimu senilai 100 triliun, jika dalam 4 hari keadaan cucu memburuk? Apakah kau gila? Kau sedang memeras seseorang?
Tetapi sekali lagi, Amira sama sekali tidak tersinggung dan perempuan itu terus tersenyum sambil berkata, "aku akan memberi keluarga Zahirka keringanan, Kalau kalian tidak membawa uang 100 miliar itu, maka aku tidak akan meminta sebesar pun uang lagi untuk menyembuhkan cucu kalian."
__ADS_1
Ucapan Amira membuat semua orang terkejut karena tak menyangka Amira benar-benar akan mempertahankan uang 100 miliar itu, tidak mau memberikan uang itu pada keluarga Zahirka.
Jadi Rahmat berkata, "Kau tidak perlu merasa bersalah dengan uang itu, lagi pula uang 100 miliar bukanlah apa-apa bagi keluarga kami. Jadi biarkan saja mereka membawanya."
"Aku tidak berbicara tentang uang 100 miliar itu, tetapi aku berbicara tentang persahabatan dua keluarga. Kalau keluarga Zahirka benar-benar menghargai keluarga Rakin dan keluarga kalian yang sedari Dulu sudah bekerja sama selama ini benar-benar memiliki hubungan yang baik, maka tidak akan memperhitungkan uang ini.
"Karena jika uang ini sudah keluar dari rumah ini maka aku yakin kedepannya tidak akan ada hubungan baik antara kedua keluarga ini." Ucap Amira kembali membuat terkejut semua orang.
"Apa maksudmu?" Tanya Rahmat yang merasa aneh dengan ucapan Amira.
__ADS_1
Karena bagaimanapun, saat ini hubungan kedua keluarga sudah tidak baik-baik saja setelah masalah bahan obat yang dipermasalahkan oleh keluarga Zahirka.
Jadi pria itu berpikir bahwa akan ada hubungan yang lebih buruk lagi di antara keluarga mereka dari apa yang sudah terjadi saat ini.