
"Hah,, hah,,, hah,,," Fernando terbaring dengan nafas tersengalnya sambil memeluk perempuan yang terbaring lemas di atas tubuhnya.
Mereka masih dalam penyatuan.
Amira yang menikmati sisa-sisa kepuasannya tersenyum merasakan pria di bawahnya sudah lelah dengan aktivitas mereka, padahal dialah yang berada di atas dan memimpin permainan.
Sementara Fernando, pria itu hanya diam saja menerima permainannya.
"Apa kau senang?" Tanya Amira mengulurkan tangannya menyapu pipi suaminya, yang mana dada pria itu masih bergerak naik turun dengan cepat.
"Hm," jawab Fernando kini merasa malu pada istrinya.
Biasanya dia mendengar para pria mengatakan bahwa di malam pertama para wanitalah yang menghindari hal itu, karena rasa sakit ketika kehilangan kegadisannya, tapi sekarang???
"Jangan malu," ucap Amira kini menatap suaminya dan mendaratkan sebuah ciuman singkat di bibir Fernando.
__ADS_1
"Kalau kau sudah selesai, susul aku ke kamar mandi." Ucap Amira segera turun dari tempat tidur meninggalkan Fernando.
Dengan matanya yang masih sayup dan menahan rasa ingin disentuh lagi oleh Amira, Fernando kemudian duduk dan terkejut mendapati sprei di bawah mereka penuh dengan darah, bahkan beberapa bagian dari selimut mereka bercampur darah berwarna merah.
'Darah perawan?' ucap Fernando dalam hati kini mengulurkan tangannya menyentuh noda merah itu lalu dia menatap ke arah pintu kamar mandi yang tidak dikunci dan dibiarkan terbuka begitu saja.
Dilihatnya Amira berada dalam bak berendam, duduk sambil memejamkan matanya menikmati hangatnya air dalam bak berendam tersebut.
Beberapa saat kemudian dia melihat perempuan itu tersenyum ke arahnya, "kemarilah, aku akan mengajarkanmu posisi yang lain." Ucap Amira langsung membuat Fernando terpaku di tempatnya dan merasakan bahwa miliknya yang baru saja melemas kini kembali tegang dan sesuatu di dalam tubuhnya menggebu-gebu untuk diredahkan.
Hal itu membuat Amira menahan tawanya sambil terus menatap suaminya yang berjalan ke arahnya.
Fernando memperhatikan air dalam bak berendam telah dipenuhi oleh bunga mawar, jadi bagian bawah perempuan itu tidak kelihatan, kecuali setengah dari dada perempuan itu tampak begitu mengkilap dan beberapa kelopak bunga mawar tersangkut di permukaan kulit leher dan dada Amira.
"Masuklah," kata Amira mengulurkan tangannya menarik selimut milik Fernando hingga selimut itu jatuh ke lantai yang masih kering.
__ADS_1
Amira langsung tersenyum menatap milik suaminya yang tegang berdiri, tetapi hal itu tidak bertahan lama karena Fernando yang merasa begitu malu langsung melompat ke dalam bak mandi agar miliknya tersembunyi di bawah tutupan kelopak bunga mawar.
"Kau masih malu-malu pada istrimu sendiri?" Tanya Amira langsung mendekatkan diri ke arah Fernando dan duduk di pangkuan pria itu, hingga sesuatu yang tegang di bawah langsung menyentuh bokong perempuan itu.
"Jangan malu,,," ucap Amira melingkarkan tangannya di leher suaminya lalu mengangkat lehernya mendaratkan ciuman di bibir pria itu.
Cup cup cup...
"Hm,," suara Amira yang begitu menggoda langsung membuat dada Fernando terasa sesak dan dengan cepat, pria itu memeluk istrinya dengan erat lalu memperdalam ciuman mereka.
Setelah beberapa saat, dia merasakan tangan perempuan itu terulur ke bawah dan menyentuh benda miliknya hingga diperlakukan dengan begitu lembut, namun membuat tegang seluruh tubuh Fernando karena desiran darahnya yang begitu kuat.
"Ahh,,,"
"Emmhh,,,"
__ADS_1
"Ng!"