Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
199. Memberi harapan palsu pada Norman


__ADS_3

"Aku sudah mendengar ceritamu yang menakjubkan. Menyembuhkan cucu keluarga Rakin dan juga Arifin Borman. Kau sangat luar biasa dalam ilmu medis," ucap Norman memulai pembicaraan sembari menatap kagum pada perempuan di depannya.


Amira tersenyum, 'aku sudah menduganya, keluarga Maherson pasti akan menyelidikinya dan mendekatiku, karena tuan besar Maherson yang sedang terbaring di rumah sakit.' pikir Amira dalam hati, lalu dia bertanya, katanya, "dari mana kau mendapat kabar seperti itu?"


"Hm,, kabar seperti itu sangat cepat menyebar. Dan aku berharap kau juga mau memeriksa kakekku yang sedang sakit di rumah sakit. Kami bisa memberikan apapun yang kau inginkan selama kau bisa menyembuhkannya." Ucap Norman.


"Ah,,, Aku tidak yakin aku bisa melakukannya. Karena sebenarnya aku tidak pandai dalam hal ini, kabar yang kau dengar itu hanya kabar burung yang tersebar secara aneh." Ucap Amira yang benar-benar tidak mau membantu keluarga Maherson.


Entah kenapa dia merasa kesal pada keluarga itu, padahal dia sama sekali tidak mengenal keluarga itu, dan Amira yang sebelumnya juga tidak pernah berhubungan dengan orang-orang dari keluarga maherson.


Jawaban Amira membuat Norman menatap perempuan di depannya dengan dalam, 'Kakak bilang dia sudah menyelidiki semuanya, tapi kalau apa yang dikatakan oleh Kakak itu benar, dan Amira hanya menolak untuk membantu keluarga kami,,, mengapa dia menolak?' pikir pria itu yang merasa begitu aneh pada seorang perempuan yang menolak imbalan yang begitu besar dari keluarga mereka.

__ADS_1


"Aku benar-benar serius menawarimu, keluarga kami punya segalanya untuk diberikan sebagai imbalan, asalkan kau mau menyembuhkan kakekku." Ucap Norman langsung membuat Amira berpikir dalam hati.


'Apa sebaiknya aku berikan saja harapan dan nanti menolak bantuan mereka karena apa yang sudah dilakukan Leona? Bagaimanapun, aku sudah tidak perlu lagi menyerang Leona lebih dulu, karena perempuan itulah yang akan memulai semuanya dan berakhir mempermalukan dirinya sendiri,' pikir Amira dalam hati menimbang-nimbang keputusan yang akan ia ambil.


Dan akhirnya, setelah berpikir beberapa saat, Amira akhirnya menganggukkan kepalanya "aku akan memikirkannya dulu," ucap Amira.


"Bagus! Kalau begitu ini adalah kartu namaku," ucap Norman memberikan kartu namanya pada Amira, "kapan-kapan kau sudah memutuskan maka saat itu juga, kau bisa menghubungiku."


"Ok," ucap Amira mengambil kartu itu dan membacanya sekilas.


"Apa yang terjadi? Norman dari keluarga Maherson baru saja membujuk seorang perempuan sampah, dan bahkan memberikan kartu namanya?"

__ADS_1


"Ah,, ini benar benar mengherankan, dia meninggalkan kekasihnya dan pergi menemui perempuan lain,, bahkan memberikan kartu namanya!!"


Semua orang merasa aneh, sebab orang yang memberikan kartu nama tentu saja adalah orang yang mengharapkan sesuatu dari sang penerima kartu nama.


Tapi apa yang diharapkan oleh Norman Maherson dari seorang perempuan miskin yang menjadi cantik hanya karena modal operasi plastik???


"Hm,, sepertinya orang-orang membisikkan kita," ucap Amira sembari tertawa kecil.


"Ah,, ya," kata Maherson sembari melirik sekitar mereka dan dia bisa merasakan tatapan semua orang tampak begitu penasaran dengan percakapan yang baru saja mereka lakukan.


Pria itu hendak berpamit pada Amira untuk pergi ketika Hana yang pergi mengambil minuman kini kembali menghampiri mereka.

__ADS_1


"Tadi aku melihat Norman juga ada di sini, jadi aku membawa 3 minuman," ucap Hana memberikan minuman pada Amira dan Maherson.


"Terima kasih," ucap Norman dan Amira secara bersamaan.


__ADS_2