Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
173.


__ADS_3

"Tuan," ucap Arifin ketika dia sudah bertemu dengan Daren yang merupakan cucu pertama keluarga Maherson.


"Kau sudah datang," ucap Daren sambil memberi kode pada Arifin agar pria itu segera duduk.


Maka Arifin langsung duduk dengan Daren yang tidak mau berbasa-basi, jadi pria itu langsung melemparkan sebuah dokumen pada Arifin.


"Semua barang-barang ini, pisahkan dengan barang-barang yang datang Lalu pindahkan ke pulau O." Perintah Daren.


"Baik Tuan," jawab Arifin mengambil dokumen itu sambil membacanya.


Masih sementara membaca sekilas dokumen itu, ponsel Daren tiba-tiba saja berbunyi.


Drrrttttt.......


Drrrttttt.......

__ADS_1


Drrrttttt.......


Darren langsung mengambil ponselnya lalu menjawab panggilan itu dengan berkata, "katakan!"


"Tuan gawat, kondisi tuan besar semakin memburuk, dan saat ini dokter sudah mengangkat tangan untuk menanganinya. Mereka bahkan menyuruh kita untuk membawa kembali Tuan besar ke rumah, karena tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan." Ucap pria dari seberang telepon langsung membuat Darren menggertakan giginya.


"Beraninya mereka berkata seperti itu untuk mengeluarkan kakekku dari rumah sakit?!! Siapapun yang ada di belakang semua itu langsung bunuh mereka!!!" Garam Daren langsung membuat Arifin menatap pria itu dan mengerti bahwa pria itu sedang membahas tentang tuan besar keluarga Maherson yang ada di rumah sakit.


'Haruskah aku memberitahunya tentang Amira yang bisa menyembuhkan penyakit dengan begitu baik? Tapi kalau aku memberitahunya tanpa izin dari Amira, mungkin saja perempuan itu akan marah,,,' pikir Arifin dalam hati sembari menahan dirinya agar tidak mengatakan sepatah kata pun.


Sementara Darren yang selesai berbicara dengan orang diseberang telepon langsung menatap Arifin sambil berkata, "urus itu!"


Sementara di tempat lain, Leona sedang berteleponan dengan Norman Maherson, merupakan cucu kedua keluarga Maherson.


"Sayang, Pokoknya kau harus menemaniku ke reuni angkatanku!!!" Ucap Leona dengan nada penuh pemaksaan.

__ADS_1


"Aku sudah bilang aku akan melihatnya nanti, kalau keadaan kakek baik-baik saja maka aku akan pergi. Tapi aku tidak bisa menjanjikannya padamu karena saat ini kakekku sedang--"


"Tuan muda gawat!!!" Tiba-tiba suara seorang pria dari seberang telepon langsung membuat Leona mengerut kan keningnya.


"Ada apa?" Tanya Norman.


"Keadaan Tuan besar memburuk, sebaiknya kita langsung pergi ke rumah sakit sekarang."


Tut tut tut......


Nada sambungan telepon yang tertutup langsung membuat Leona menggertakan giginya sambil melemparkan ponsel itu ke atas ranjang.


"Sialan!!! Kenapa orang tua itu harus sekarat di saat-saat seperti ini? Seharusnya dia meninggal saja dari kemarin-kemarin supaya dia tidak menggangguku bersama dengan tunanganku!!!!" Geram Leona yang merasa amat kesal atas apa yang terjadi.


Dia sudah berjanji pada semua teman-temannya bahwa dia akan datang bersama dengan kekasihnya yang merupakan salah satu pewaris dari keluarga Maherson.

__ADS_1


Juga rencananya untuk mempermalukan Amira harus berjalan dengan lancar, tapi sekarang karena kakek tua yang sedang sekarat di rumah sakit membuatnya harus berpikir keras.


'Pokoknya aku harus membuat Norman menemaniku pergi ke acara itu!!! Tapi bagaimana caranya jika pria itu lebih memilih menemani kakeknya di rumah sakit ketimbang aku yang merupakan calon istrinya???' ucap Leona dalam hati merasa amat kesal.


__ADS_2