Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
83. Apa yang terjadi?


__ADS_3

Alga kembali mengangguk, "benar, ada banyak orang yang telah disembuhkan oleh Tuan Uban, jadi ayah,,, biarkan dia yang merawat cucumu sampai dia sembuh." Ucap Alga sangat mempercayai pria beruban yang sangat handal di depannya.


Ardan berpikir sesaat selalu pria itu kemudian mengangguk kan kepalanya, "baiklah, biarkan dia merawatnya." Ucap Ardan.


Pria beruban langsung tersenyum, "bagus sekali, kalian mempercayai orang yang tepat!! Tapi meskipun kalian dan percaya, aku harus mengatakan bahwa satu pil ku ini harganya tidak main-main dan kalian membutuhkan puluhan pil sampai putra kalian sembuh." Ucap pria beruban.


Ardan mengangguk, "Tidak masalah,, berapapun harganya, kami akan membayarnya. Asalkan cucuku kembali sembuh!!" Ucap Ardan.


"Baiklah, kalau begitu saya mau semua orang keluar kecuali ayah dari pria muda ini. Aku akan mulai membuka pengobatan pertamanya." Ucap pria beruban langsung diangguki oleh semua orang lalu mereka masing-masing keluar dari kamar, kecuali Alga yang tinggal menemani putranya.


Sebelum keluar, Amira masih melirik ke arah pria yang terbaring di ranjang, tetapi perempuan itu memalingkan kepalanya sembari mendesah kasihan sebelum keluar dari kamar itu.


Rahmat jelas memperhatikan bagaimana raut wajah Amira, jadi pria itu dengan pelan berbisik, "ada apa?" Tanyanya.


Amira menggeleng, "mereka akan membuat kondisi pria itu semakin memburuk." Ucap Amira.

__ADS_1


Ardan yang berada di belakang ketiga orang itu langsung mendengar ucapan Amira, jadi pria itu dengan cepat menghampiri Amira.


"Apa maksud mu?" Tanya Ardan.


Amira dan kedua keluarga Rakin langsung menghentikan langkah mereka dan kini menatap Ardan.


"Aku tidak punya hak untuk berkomentar jika kalian sudah mengijinkan pria beruban itu untuk mengobati anggota keluarga kalian. Tapi untuk berjaga-jaga bagaimana kalau Tuan menyerahkan bahan obat yang sudah Tuan sediakan untuk membuat kecil Heksa? Jika putra Tuan benar-benar sembuh, maka memiliki pil heksa tidaklah buruk untuk keluarga kalian. Bagaimana?" Tanya Amira.


Ardan memikirkan tawaran amira, 'benar juga, tidak ada ruginya aku memberikan bahan obat itu. Lagipula, jika cucu ku benar-benar sembuh, aku bisa menggunakan pil heksa untuk diriku sendiri agar tubuhku menjadi lebih sehat.'


"Baiklah, aku setuju." Ucap Ardan yang merasa bahwa tidak ada ruginya membiarkan Amira mencobanya.


Maka dengan begitu, keluarga Rakin begitu senang mendengarnya. Akhirnya masalah mereka terpecahkan.


Setelah pembicaraan dengan keluarga Zahirka, Amira bersama keluarga Rakin pergi dari tempat itu.

__ADS_1


Tak lupa pula mereka membawa bahan obat yang dimaksud oleh keluarga Zahirka lalu mengantar Amira kembali ke rumahnya.


"Sampai jumpa besok pagi,," ucap Yura begitu senang melambaikan tangannya pada Amira sebelum mobilnya meninggalkan kediaman Amira.


Sementara Amira yang memasuki rumahnya, ia sangat terkejut ketika Aulia ternyata sudah menunggunya sedari tadi.


"Akhirnya kau datang juga,, menantu ku,," ucap Aulia begitu senang menyambut kehadiran Amira.


Bayu yang duduk di sofa kini tak bisa menahan mulutnya untuk ternganga melihat perempuan cantik di depannya.


Dia memperhatikan bagaimana Aulia menyanjung Amira dengan sangat baik, lalu pria itu berdiri menarik istrinya ke samping.


"Siapa dia?? Mengapa menyebutnya sebagai menantu kita? Bagaimana kalau putra kita kembali dan melihat perempuan lain di rumah ini? Dia akan marah besar!!!" Ucap Bayu.


Aulia berdecak, "Hah,, kau ini bagaimana,, jelas yang ada di depan kita ini adalah menantu kita, Amira!!" Ucap aulia dengan kesal menghentakkan tangan suaminya lalu perempuan itu berpaling mendekati Amira yang sudah berjalan ke kamarnya.

__ADS_1


"Menantuku, apa kau lapar? Mau kumasakkan makanan? Apa yang ingin aku makan?" Tanya Aulia mengejar Amira membuat Bayu kembali ternganga di tempatnya.


'Ada apa ini??? Mengapa menantuku yang gemuk dan jelek bisa berubah menjadi wanita cantik begitu?' pikir Bayu tak percaya bahwa perempuan yang baru saja ia lihat adalah Amira.


__ADS_2