Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
209. Pria berpistol


__ADS_3

"Kau tahu,, setelah aku mendengar kabar dari reuni angkatan, aku langsung mencari tahu tentangmu. Tak menyangka bahwa kita bertemu di sini dan ternyata Kau lebih cantik daripada yang ada di foto," ucap halina sembari memperhatikan wajah Amira yang membuatnya sangat iri.


Terlihat jelas kulit perempuan itu sangat halus Bahkan dia bisa melihat bahwa hari itu Amira sama sekali tidak menggunakan make up tetapi perempuan itu tetap saja terlalu cantik. Apalagi kalau perempuan itu sudah menaburi make up di wajahnya.


"Ha ha ha... Kau terlalu banyak memuji. Tapi ngomong-ngomong, apa yang kau lakukan di mall?" tanya Amira yang merasa aneh, bahwa dalam ingatannya dia tidak pernah mengingat perempuan itu pergi ke mall.


Karena Dia berasal dari salah satu keluarga kaya, maka biasanya perempuan itu melakukan belanja melalui online dan lebih sering menghabiskan waktunya di rumah, sebab dia adalah orang yang tertutup.


"Ah,, mall ini adalah milik keluargaku, jadi hari ini aku datang menemui manajernya. Tapi oya, Apakah waktumu luang? Bagaimana kalau kita pergi ke rumahku?" Tanya Halina sangat mengejutkan Amira.


Perempuan itu tak pernah membawa siapapun ke rumahnya, jadi ketika Halina menawarinya, maka itu sangat aneh baginya.


Tetapi karena Halina berasal dari keluarga yang baik-baik maka Amira pun berkata, "sayang sekali hari ini aku sudah berjanji pada suamiku bahwa kami akan pulang bersama. Bagaimana kalau kita saling bertukar nomor telepon dan besok atau lusa kita bisa bertemu lagi."


Mendengar itu, Halimah dengan semangat menganggukkan kepalanya lalu mereka berdua bertukar nomor telepon.

__ADS_1


Setelah itu, Halina langsung berdiri untuk meninggalkan tempat itu.


Amira memandangi punggung Halina yang menjauh darinya, "dia juga banyak berubah, dari ingatan yang kutahu dia adalah gadis yang sangat pemalu. Dia tidak pernah membawa seseorang ke rumahnya dan juga tidak pernah menyapa seseorang lebih dulu.


"Bahkan untuk berkomunikasi dengan Amira, dia hanya menggunakan sebuah pesan teks, tak bisa berteleponan. Tapi kenapa dia???" Amira merasa sangat aneh, tetapi perempuan itu tidak terlalu lama memikirkannya dan hanya melihat jam tangannya, lalu pergi keluar untuk menunggu suaminya yang akan datang menjemputnya.


Tepat sekali ketika Amira tiba di luar, maka mobil suaminya juga muncul, jadi perempuan itu langsung naik ke mobil suaminya dan duduk sembari memegang satu paper bag yang ia tinggalkan di tangannya.


"Kau terlihat cantik," ucap Fernando sembari memberikan setangkai bunga untuk Amira.


Jika dibandingkan dengan Amira, maka dia jauh dari kata romantis!!!


Bruuuummmm.......


Mobil akhirnya melaju meninggalkan mall dan bergabung di jalanan yang ramai bersama dengan mobil-mobil lainnya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, Fernando membelokkan mobil itu ke sebuah restoran kecil yang dikenal Fernando sebagai restoran dengan makanan yang enak.


"Kita makan malam di sini saja," kata Fernando langsung diangguki oleh Amira, lalu kedua orang itu turun dari mobil.


Karena restoran itu kecil dan berada di dalam gang yang agak kecil, maka di situ tidak terlalu ramai.


Tetapi baru saja mereka akan memasuki restoran ketika tiba-tiba saja ada begitu banyak mobil yang datang dan memarkir di halaman restoran itu.


Amira menoleh ke belakang melihat mobil-mobil itu, tetapi kemudian dia tidak terlalu menghiraukannya dan hanya berjalan ke dalam restoran.


Tapi Baru beberapa langkah, dia terkejut Ketika seseorang dari belakang mereka tiba-tiba saja berteriak.


"Berhenti!!!" Teriakan pria itu langsung membuat Amira dan Fernando menghentikan langkah mereka dan berbalik menatap orang yang berteriak.


Fernando langsung merangkul erat istrinya saat melihat salah seorang menodongkan pistol ke arah mereka, dan banyak pria berpakaian hitam seolah-olah mengepung tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2