Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
229. Hubungi Amira


__ADS_3

Sementara Alga, dia menarik ayahnya keluar dari kamar, "Apakah Ayah memperhatikan Tuan uban? Mengapa dia berkeringat seperti itu dan juga tampak gelisah seolah ada sesuatu yang tidak beres.


"Ini pertama kalinya setelah dia memberikan obat tidak tinggal untuk berbincang-bincang. Atau tinggal untuk melihat obat itu bekerja tetapi dia langsung pergi. Aku menjadi sangat cemas, apalagi ketika aku mengingat ucapan Amira 2 minggu yang lalu." Ucap Alga pada ayahnya.


🐾🐾🐾


Ardan juga merasakan hal yang sama, tetapi pria itu berpikir bahwa Tuan Uban memiliki seorang pasien lain yang mendesak untuk disembuhkan.


Jadi pria itu menatap putranya sambil berkata, "jangan terlalu berpikir aneh-aneh, lagi pula Tuan Uban juga datang kemari karena terburu-buru dan tanpa perencanaan. Mungkin saja dia memang memiliki sebuah janji yang sangat mendesak hingga membuatnya merasa gugup karena dia terburu-buru."


Meski Alga masih merasa ada sesuatu yang aneh, tetapi pria itu hanya menganggukkan kepalanya, "Baiklah, aku percaya pada Ayah." Kata pria itu lalu mereka kembali masuk ke dalam kamar.


Mereka melihat Putra mereka telah menghabiskan semua pil yang telah dilarutkan ke dalam air dan Wiwin meletakkan gelas di nakas, lalu duduk memperhatikan putranya.


'Pokoknya, tidak boleh terjadi sesuatu yang salah pada cucuku, karena dia adalah satu-satunya penerus keluarga kami.' ucap Ardan dalam hati yang merasa sangat cemas jika keluarga mereka tidak memiliki seorang penerus.


Karena anak keduanya tidak mau menikah, dan anak pertamanya hanya bisa memiliki satu anak setelah dia mengalami kecelakaan dan menyebabkannya menjadi mandul.


Tetapi, tiba-tiba saja monitor yang mendeteksi keadaan tubuh Zoka mengeluarkan alarm peringatan.

__ADS_1


Bip! Bip! Bip!


Semua orang langsung melihat ke arah monitor dan seorang dokter yang bertugas langsung menghampiri monitor dan melihatnya dengan seksama.


Dokter itu sangat terkejut melihat tanda-tanda vital pasien yang terus menurun seolah larutan pil yang baru saja dikonsumsi oleh Zoka sudah mulai bekerja dan membuat keadaan pria itu menjadi lebih buruk.


"Tekanan darahnya tiba-tiba saja menurun dan detak jantungnya melemah, serta suhu badannya menurun drastis!!!" Kata sang dokter langsung membuat semua orang terkejut.


"A,, apa?!!" Ucap Wiwin dengan terkejut sembari menoleh ke arah putranya yang tampak sangat pucat dan tak berdaya.


Air mata perempuan itu terus berderai di pipinya lalu dia kemudian berbalik menoleh ke arah ayah mertua dan suaminya.


"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau--"


Tut tut tut....


Pria itu mematikannya dan kembali mengulangi panggilannya, namun sama saja, hanya operator wanita yang menjawab dari sana yang mengatakan bahwa nomor Tuan uban sudah tidak dapat lagi dihubungi.


Maka pria itu langsung menggertakkan giginya dan keluar dari kamar mencari asistennya.

__ADS_1


"Pergi cari tuan uban dan bawa dia kemari!!!" Perintah pria itu langsung diangguki oleh sang asisten.


Asisten itu lalu pergi berlari cepat untuk melaksanakan perintah yang diberikan padanya.


Baru saja asisten itu pergi, pintu kamar kembali terbuka memperlihatkan Wiwin yang keluar dari sana dengan keadaan yang sangat mengkhawatirkan.


Perempuan itu disusul oleh Alga yang memegangi Wiwin yang tampak begitu lemah.


Dengan mata penuh kesedihan, Wiwin menatap Ayah mertuanya, "Cepat telepon Amira dan biarkan dia yang datang kemari untuk mengobati Putra kita!! Bukan kah Ayah sudah membuktikan ucapan perempuan itu, apa yang dia katakan benar-benar terjadi!!!


"Hanya 2 minggu saja keadaan Putra ku kembali memburuk dan apa yang dia katakan itu benar, rambut Putra kita menjadi rontok dan kukunya menghitam!!


"Dia bilang dia punya obat untuk menyembuhkan Putraku, Ayo cepat hubungi dia Ayah,, cepat beritahu padanya dan perintahkan dia untuk datang kemari!!!" Ucap Wiwin sambil terisak keras dan berpegangan pada suaminya yang hanya diam di sampingnya.


Tetapi Ardan yang mendengar ucapan perempuan itu, dia mengepal erat tangannya Dan teringat akan ucapan Amira di 4 hari yang lalu.


Ketika perempuan itu membicarakan uang 100 triliun!!!!


Jadi tidak mungkin dia kembali menghubungi perempuan itu atau harga dirinya akan diinjak-injak!!!

__ADS_1


__ADS_2