Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
154. Musuh yang bertambah


__ADS_3

Ketika sore hari, Fernando kembali ke rumahnya mengendarai mobil mewah miliknya, pria itu sangat terkejut ketika di tengah kompleks dia dicegat oleh sebuah mobil mewah.


Dengan perasaan bingungnya, Fernando menghentikan mobilnya lalu dia menurunkan kaca jendelanya melihat seorang pria berkacamata hitam yang datang menghampirinya.


"Maaf, ada apa ya?" Tanya Fernando yang merasa aneh dengan pria yang menghentikan mobilnya.


Dia sama sekali tidak mengenal pria itu, tapi pria itu sudah bersikap tidak sopan kepadanya.


Tetapi pria yang ada di luar mobil Fernando langsung menghembuskan nafasnya dengan kasar, lalu menatap Fernando dengan tatapan tajamnya, "Kau tidak akan mengenalku, tapi aku sangat mengenalimu dengan jelas!!


"Fernando Barata dari keluarga Barata yang merupakan pria sampah yang tiba-tiba saja mendapat keberuntungan bisa memenangkan proyek keluarga Rakin.


"Berhasil menjilat keluarga Rakin dan tinggal di perumahan mewah di kompleks ini!!! Kau sudah membuat adikku Gerald Andarta masuk rumah sakit selama 3 hari dan terus muntah setiap kali dia akan makan.


"Apa kau tahu keadaannya sekarang? Berat badannya turun 10 kg hanya dalam waktu 3 hari!!!! Jadi aku akan membuatmu bertanggung jawab!! Ini adalah peringatan dariku!!!" Kata pria itu dengan suara yang tajam serta tatapan yang dingin lalu berbalik meninggalkan Fernando.

__ADS_1


Sembari berjalan pergi meninggalkan mobil Fernando, pria itu berkata, "jangan berani-berani menjalankan mobilmu tanpa seijinku!!"


Melihat itu, Fernando menghela nafas bersamaan dengan kaca jendela mobilnya yang dinaikkan.


"Hah,,, sekarang, orang yang membenciku bertambah lagi." Ucap Fernando yang jelas tahu bahwa pria yang baru saja menghampirinya sedang memberinya peringatan.


Tetapi Fernando tidak tinggal lebih lama lagi untuk meladeni pria yang pergi ke mobilnya untuk mengambil sesuatu.


Dia hanya menjalankan mobilnya meninggalkan mobil milik Anggara, karena dia yakin percuma berbicara dengan pria seperti itu, hanya datang mencari masalah.


Perginya Fernando tanpa seijin Anggara langsung membuat Anggara menjadi sangat marah.


"Hei tunggu!!!" Teriak Anggara yang tak menyangka bahwa pria yang terkenal sampah itu berani sekali melawannya dengan meninggalkannya, padahal dia belum selesai berbicara.


Pria itu menggertakan giginya sembari memegang erat tagihan biaya rumah sakit di tangannya.

__ADS_1


"Awas saja, aku akan membuatmu bangkrut tak mampu membayar biaya rumah sakit adikku!!" Geram Anggara mengambil ponselnya lalu pria itu menghubungi rumah sakit.


"Tuan," jawab seseorang dari seberang telepon.


"Buatkan aku stroke tagihan rumah sakit adikku mencapai 5 miliar!!! Dan buat dia mendapatkan perawatan terbaik di rumah sakit itu!!!!" Perintah Anggara langsung di iyakan oleh orang dari seberang telepon, lalu dengan puas Anggara menutup teleponnya.


Sementara Fernando yang berkendara ke rumahnya, pria itu langsung melupakan kejadian di jalan saat dia memasuki rumahnya dan melihat istrinya sedang berbicara dengan beberapa pelayan.


Begitu Amira melihat mobil suaminya dia langsung menatap para pelayan, "ingat untuk menyiapkan semua pesananku itu secara diam-diam dan tidak diketahui oleh suamiku. Jangan lupa membelikan ayah mertuaku beberapa set pakaian!!" Perintah Amira pada para pelayan.


"Baik nyonya, kami mengerti." Jawab para pelayan lalu mereka serentak meninggalkan Amira untuk melaksanakan perintah perempuan itu.


Sementara Amira, Perempuan itu menatap ke arah mobil suaminya yang kini diparkir dengan bagus.


'Pokoknya kejutan malam pertama itu harus menjadi kejutan yang tidak terlupakan!!' pikir Amira sembari tersenyum tidak sabar untuk malam pertama mereka.

__ADS_1


__ADS_2