Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
270.


__ADS_3

Rena bersama dengan Putra pertamanya dan cucu pertamanya kemudian mengendarai sebuah mobil menuju ke perumahan Luxury Grand house.


Di dalam mobil, sembari menyetir Brama kemudian berkata, "ini benar-benar mustahil, keluarga ketiga benar-benar tinggal di rumah yang sangat mewah di kompleks yang sangat mewah? Bukankah perumahan Luxury Grand House itu adalah perumahan kelas 1 di ibukota?


"Bahkan rumah paling kecil dan paling sederhana di sana dibanderol ratusan miliar untuk membelinya. Dan tadi aku melihat kalau rumah yang ditempati oleh Aulia itu bukanlah rumah yang sederhana, terlalu mewah untuk dikatakan sederhana."


Ucapan putranya langsung diangguki oleh Rizal, lalu dia berkata, "kalau kita bisa membujuk keluarga ketiga untuk membiarkan kita tinggal di sana, maka kita semua akan tinggal di perumahan yang begitu besar dan orang-orang akan memandang tinggi kita.


"Lalu setelah beberapa tahun ditinggal di sana kita mungkin bisa melakukan sesuatu untuk membuat Fernando menyerahkan rumah itu pada kita sehingga nantinya kitalah yang akan menjadi penguasa di rumah itu."


"Ah,, ayah benar, Karena bagaimanapun, keluarga ketiga itu tidak terlalu pintar, mereka bisa saja dibodohi. Lagi pula, Mereka pasti tidak akan menolak permintaan kita Karena nenek ada bersama kita, jadi mereka pasti tidak akan membiarkan kita tinggal di rumah yang kumuh sementara mereka tinggal di rumah yang begitu mewah." Ucap Brama.


Rizal kemudian menoleh pada ibunya yang duduk di belakang Lalu pria itu berkata, "Bagaimana menurut ibu?"

__ADS_1


Rena yang mendengar percakapan kedua pria itu juga tersenyum dan merasa setuju dengan ide mereka.


"Benar, keluarga ketiga tidak akan pantas menempati rumah seperti itu, sebaiknya kita semua saja yang tinggal di sana. Nanti ibu akan membicarakannya dengan Fernando dan Fernando pasti tidak akan menolak permintaan ibu jika Ibu sudah memohon padanya." Ucap Rena langsung diangguti oleh dua pria di dalam mobil dan mereka begitu semangat untuk segera tiba di rumah milik Fernando dan Amira.


Namun ketika mereka tiba di depan gerbang perumahan Luxury Grand House, ketiganya begitu terkejut saat mobil mereka malah ditahan oleh penjaga.


"Maaf, kalau tidak memiliki kartu akses maka tidak bisa masuk." Ucap sang penjaga langsung membuat Brama mengerutkan keningnya.


"Kami memang tidak memiliki kartu akses, karena kami datang bertamu di rumah salah satu kerabat kami yang ada di dalam." Ucap pria itu yang merasa bahwa keamanan di tempat itu sangat dijaga dengan ketat.


Ucapan penjaga itu langsung diangguki oleh Brama, lalu dia menoleh ke arah neneknya, "Ayo cepat telepon Aulia biar dia mengatakan pada penjaga supaya mereka mengijinkan kita lewat." Ucap Brama langsung diangguki oleh Rena, lalu perempuan itu segera menelpon Aulia.


Setelah beberapa saat, akhirnya panggilan itu terhubung, lalu Rena dengan cepat berkata, "kami sudah berada di depan kompleks, dan kami ditahan oleh penjaga, Dia menyuruh kami agar kau berbicara dengan mereka supaya mengijinkan kami masuk."

__ADS_1


"Ah, baik, kalau begitu Ibu berikan saja ponselnya pada penjaga itu biar aku berbicara dengannya." Ucap Aulia dari seberang telepon langsung membuat arena menyerahkan ponsel itu pada Brama, lalu Brama meneruskannya kepada petugas yang bertugas.


Penjaga yang bertugas kemudian mengambil ponsel itu lalu dia kemudian menempelkannya ke telinganya sembari berkata, "halo, ini dari unit mana?"


Pertanyaan dari seberang telepon langsung membuat Aulia mengeryit karena dia sama sekali tidak mengerti unit mana yang mereka huni, dan terlebih, dia tidak tahu satupun pembagian unit di kompleks tersebut.


Jadi perempuan itu kemudian menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil berkata, "itu, Aku tidak tahu unit mana yang kami tempati, Tapi tetap saja kami berada di Luxury grand house. Atau Tunggu sebentar aku akan mencari suamiku biar dia yang mengatakannya pada kalian. Telpon nya tidak usah di tutup!"


Penjaga yang mendengar itu langsung merasa agak kesal dan merasa bahwa perempuan itu telah menipunya, jadi dia menatap semua orang yang ada di mobil sembari berkata, "katanya dia tidak mengetahui di mana dia tinggal dan menyuruh kalian menunggu sampai dia selesai berbicara dengan suaminya. Jadi silakan keluarkan mobilnya kalian dan menunggulah di tempat lain yang agak jauh dari sini, karena mobil kalian di sini menghalangi orang yang ingin keluar masuk."


Ucapan penjaga itu langsung membuat Brama menjadi agak kesal, tetapi melihat pria penjaga gerbang itu menatapnya dengan geram maka yang mau tidak mau dia kemudian memindahkan mobilnya dan mereka parkir agak jauh dari gerbang.


"Bagaimana bisa Aulia tidak mengetahui unit tempat tinggal mereka? Apa jangan-jangan dia sebenarnya membohongi kita?" Ucapan Rizal yang merasa kesal karena mereka harus menunggu.

__ADS_1


Dan lagi, pria itu jadi agak curiga bahwa Aulia sebenarnya membohongi mereka, Karena bagaimanapun, memang sangat mustahil jika keluarga kita tinggal di tempat mewah seperti itu, dan sekarang prasangka itu diduga oleh Aulia yang tidak mengetahui di unit mana mereka tinggal.


__ADS_2