
Amira yang menerima minuman dari tangan Hana tidak langsung meminumnya kemah tetapi dia memperhatikan minuman itu dan melihat sebuah campuran aneh di dalamnya.
'Racun ini lagi, racun ini sangat mirip dengan racun yang diberikan oleh keluarga Barata padaku. Tapi aku sama sekali tidak bisa mengetahui racun apa namanya,' pikir Amira dalam hati yang merasa sangat aneh bahwa ada sebuah racun yang tidak ia ketahui.
Padahal, dia sudah membaca seluruh buku yang ia dapatkan dari dunia ajaib, 'Mungkinkah ada racun lain juga yang tidak tercatat dalam buku itu?' pikir Amira dalam hati.
"Maaf, kalian berdua silakan berbincang-bincang, aku akan ke toilet sebentar." Tiba-tiba ucap Norman langsung diangguki oleh Amira lalu membiarkan pria itu pergi.
Setelah Norman pergi, Hana langsung tersenyum menatap Amira dan berkata, "mari bersulang."
Melihat perempuan yang sungguh pandai berakting di depannya, maka Amira menganggukkan kepalanya dan mendentingkan gelasnya dengan gelas Hana.
Ting!
Amira dengan anggun meminum minuman itu.
__ADS_1
Setelah itu dia meletakkan gelasnya dan menatap Hana, "bukankah kk entertainment adalah salah satu perusahaan yang dibawahi oleh grup Rakin?" Tanya Amira.
"Ah,, ya benar,, grup Rakin membawahi perusahaan kami. Dan karena aku melihatmu sangat dekat dengan Yura, maka aku jadi tidak segan untuk mengundang kamu bergabung dengan agensi kami." Ucap Hana sembari melemparkan senyum terbaiknya.
'Astaga, aku harus lebih cepat mengambil gelas itu dan menukarnya dengan gelas lain, atau kalau tidak, aku bisa ketahuan telah meracuni perempuan ini!!!' pikir Hana dalam hati sembari melirik ke arah gelas yang diletakkan oleh Amira di atas meja.
"Ahh,, kalau begitu aku harus mengatakan padamu bahwa mulai besok kau tidak akan bekerja lagi di agensi itu." Ucap Amira sembari melemparkan senyum menghinanya pada perempuan di depannya.
"A,, apa maksudmu?" Tanya Hana yang tak mengerti dengan ucapan Amira.
Amira sama sekali tidak ada hubungannya dengan grup Rakin, dan juga tidak berhubungan dengan agensi mereka, Jadi bagaimana bisa perempuan itu mengatakan omong kosong seperti itu?
"A,, apa?" Hana mulai gugup, sebab Dia tidak menyangka bahwa perempuan itu akan membicarakan racun tepat ketika dia sedang meracuni perempuan itu.
"Hm,, Bagaimana menurutmu kalau kita memeriksa gelas ini dan membuktikan bahwa di dalam gelas ini ada racun atau tidak?" Kata Amira langsung membuat wajah Hana menjadi pucat.
__ADS_1
Tetapi perempuan itu bukan orang yang terlalu muda untuk diancam, dia berkata, "Bagaimana bisa kau berkata seperti itu padaku? Kau sedang menuduhku meracunimu?"
Amira menahan tawanya, "memangnya tidak?" Tanya Amira memandang perempuan di depannya semakin membuat Hana jadi ketakutan.
Tangan perempuan itu gemetar memegang jelasnya dan dia menoleh ke arah Leona dan beberapa temannya yang sedang menatap ke arah mereka.
'Apakah mereka sedang menjebakku? Menyuruhku memberikan racun ini pada Amira, padahal sebelumnya mereka telah membenari tahu Amira bahwa aku akan memberinya racun?' pikiran Hana dalam hati yang jelas tahu bahwa rencana mereka hari itu hanya diketahui oleh dirinya dan teman-temannya.
Jadi mana mungkin Amira bisa mengetahuinya dan bahkan dengan percaya diri mengancamnya?
"Kau diam saja? Atau Aku akan memaafkanmu Kalau kau mau menghabiskan minuman dalam gelas ku ini! Lalu setelah itu, aku tidak akan mengungkit hal ini lagi." Ucap Amira sembari menyodorkan gelasnya ke arah Hana.
Wajah Hana menjadi sangat pucat, "a,, a,, apa?" Ucap perempuan itu sembari menelan air liurnya yang terasa pahit.
Dia sudah mendengar bahwa siapapun yang meminum racun itu akan merasa kepanasan, dan selain itu dia akan membuka pakaiannya dan mencari sesuatu yang dingin.
__ADS_1
Bahkan Leona mengatakan bahwa racun itu akan membuat seseorang berguling-guling di lantai Karena rasa dingin yang berasal dari lantai.
Jadi tidak mungkin dia melakukan hal konyol seperti itu!!!