
Leona yang tersungkur di lantai bisa mendengar bisik-bisik semua orang yang menghinanya.
Dan yang lebih menyakiti hati perempuan itu ialah, Norman yang sudah berjalan pergi meninggalkan pesta seperti orang yang sudah tidak mengenalnya lagi.
Maka perempuan itu menggertakan giginya dan menatap ke arah Hana dan Amira yang sedang duduk menatapnya dengan tatapan menghina.
'Beraninya mereka mempermalukanku seperti ini dan bahkan membuatku gagal masuk ke dalam keluarga Maherson?!! Tidak akan kubiarkan!!!' geram perempuan itu dalam hati.
Ia langsung berdiri dan berlari ke arah 2 perempuan itu untuk memberi pelajaran pada Hana dan juga Amira.
Tetapi ketika dia hendak mendekati Amira untuk memberi pelajaran, maka Yura yang berjalan untuk menghampiri Amira langsung menyandung kaki perempuan itu menggunakan kakinya.
Buk!!!!
Brak!!!!
Shhh!!!
Leona yang tersandung langsung terjatuh dan wajah perempuan itu mengenai sudut meja hingga darah bercucuran keluar.
"Ah!! Darah!!"
"Astaga,, perempuan sialan ini benar-benar sial!!"
__ADS_1
Semua orang terkejut menjauhi perempuan itu, bahkan Amira dan juga Hana langsung berdiri dan berjalan menjauhi Leona yang kini terjatuh di lantai dengan wajah yang terluka dan berdarah.
"Hah,, wajahku,,," Leona langsung menangis menyadari wajahnya sudah robek karena sudut meja.
Darah yang berada di kedua tangan perempuan itu langsung bercucuran membasahi tangannya yang menyapa pipinya yang terasa begitu sakit.
"Tidak!! Tidak!!! Wajahku,, hiks,, hiks,,," Leona terisak diambil bergetar menatap semua orang yang sedang melihatnya.
Tetapi diantara banyak orang yang sedang menontonnya, tidak ada satupun yang menunjukkan wajah kasihan padanya.
Semuanya malah terlihat begitu senang melihatnya yang tampak begitu menyedihkan.
"Astaga,, wajah cantik dari perempuan sombong Ini akhirnya terluka. Aku yakin satu tahun ke depan dia tidak akan pernah keluar dari rumahnya, dan kota kita akan menjadi aman karena tidak ada lagi perempuan munafik sepertinya."
"Bukankah itu karma dari perbuatannya sendiri? Dia hendak meracuni seseorang di acara reuni kita hari ini. Seandainya tadi Amira benar-benar meminum racun itu dan beritanya tersebar keluar, maka angkatan kita akan dicap sebagai angkatan yang paling buruk."
"Benar, wajahnya yang rusak itu adalah balasan yang setimpal atas perbuatannya!!!"
Semua orang berkata-kata membuat Leona merasa sangat marah karena tidak ada satupun diantara mereka yang bersimpati padanya.
Jadi perempuan itu menahan rasa malu dan rasa sakit pada wajahnya sambil berusaha berdiri dan meninggalkan tempat itu.
Sementara Amira, perempuan itu pergi bersama Yura dan mereka kembali duduk di tempat duduk mereka sambil berbincang-bincang seperti tidak terjadi apapun.
__ADS_1
Tetapi Amira yang duduk, dia merasa sangat senang dalam hati, 'akhirnya lalat kedua telah dihempaskan sekarang tinggal tiga lalat yang kutemui di toilet tadi!!!'
Amira melayangkan pandangannya ke seluruh aula dan melihat tiga perempuan yang tadi bertemu dengannya di toilet sedang pergi menanyai semua pelayan.
'Bodoh!! Mereka pikir aku akan melakukan hal konyol seperti itu?' Amira tersenyum menghina, lalu perempuan itu mengambil ponsel dari dalam tasnya dan mengirim pesan pada seseorang.
*3 menit lagi, semua berita yang kukirimkan padamu harus kau siarkan di acara reuniku!*
Kirim!
Setelah selesai, Amira tersenyum menyimpan ponselnya lalu dia menatap Yura, "Maaf sekali Yura, tapi aku harus pergi sekarang karena ada hal penting yang harus kulakukan." Ucap Amira yang merasa bahwa apa yang ia lakukan di reuni sudah cukup untuk memberi peringatan pada semua orang.
Bahwa mulai hari ini, Amira bukanlah orang yang mudah untuk ditindas!
"Ah,, baiklah, aku juga sudah mau pergi karena tempat ini sudah tidak nyaman dan tidak aman lagi." Kata Yura langsung berdiri bersama dengan Amira lalu mereka berdua meninggalkan aula acara itu.
Baru saja mereka akan melangkah ke pintu keluar ketika layar besar yang diletakkan di dekat panggung tiba-tiba saja menampilkan sesuatu.
Sebuah informasi tentang tiga orang perempuan yang bertemu Amira di toilet.
"Apa itu?"
"Astaga,, Apakah dia melakukan operasi plastik?"
__ADS_1
Keributan mulai terjadi tetapi Amira tidak menghiraukannya dan hanya melangkah keluar untuk meninggalkan tempat itu dengan senyum kepuasan di wajahnya.