
Melihat ayah mertuanya, maka Wiwin pun juga ikut berlutut, "itu, aku sebagai seorang ibu dan sebagai seorang menantu, aku,,,, juga,, memohon--"
"Hah, sudahlah," sela Amira, "aku sangat muat melihat sikap orang kaya yang seperti ini. Setelah melakukan sesuatu yang buruk mereka akan bersujud seperti ini jadi aku hanya akan menerima permintaan maaf kalian saat kalian memberikan setengah harta kalian untuk pengobatan orang kurang mampu di rumah sakit." Ucap Amira langsung membuat Rahmat mengangkat wajahnya menatap perempuan di depannya.
Setengah harta???
Itu,, terlalu banyak!!!
🐾🐾🐾
Amira yang melihat ekspresi Rahmat setelah mendengar ucapannya kini kembali tersenyum dan berkata, "kalau masih tidak bisa memenuhi itu maka sebaiknya lupakan saja. Masalah Dani, biar tuan Rakin yang menanganinya karena sama sekali tidak ada hubungannya denganku!!!"
Setelah berbicara, Amira hendak berbalik pergi ketika Ardan langsung berkata, "tunggu!!! Baiklah,, setengah harta akan kuberikan untuk pengobatan pasien kurang mampu di rumah sakit. Tapi,, sekarang jug--"
"Ambil itu!" Ucap Amira melemparkan sebuah kotak ke arah Ardan yang masih berlutut di depannya.
"Aku akan melihat dalam tiga hari ke depan kalian sudah memberikan seluruh harta kalian untuk pengobatan di rumah sakit, tetapi kalau kalian tidak melakukannya dan kalian melakukan penipuan maka jangan harap akan ada pengobatan berkelanjutan!!!" Ucap Amira lalu perempuan itu berbalik pergi meninggalkan kediaman Zahirka.
Maka dengan cepat Wiwin mengambil kotak itu dan berlari ke lantai atas, sementara Ardan pria itu gemetar di tempatnya.
__ADS_1
Setengah harta...!!!
Setengah harta...!!!
Rahmat yang melihat pria itu tampak tak sanggup memberikan setting hartanya untuk Rumah sakit,, pria itu langsung menghela nafas, "kamu masih belum mengejar Amira untuk berterima kasih??" Ucap pria itu langsung membuat Ardan tersadar di tempatnya.
Ia langsung berdiri dan mengantar Amira ke luar kediamannya.
Meski Dia tidak rela untuk memberikan setengah harta keluarga mereka pada rumah sakit untuk pengobatan, tetapi dia juga tidak bisa membiarkan cucunya pergi begitu saja.
Dan terlebih segala sesuatu yang terjadi adalah kesalahannya, jadi pria itu akhirnya menguatkan tekadnya dan menuruti semua keinginan Amira.
'Hah,,, kenapa orang kaya selalu begini?' ucap perempuan itu dalam hati.
Awalnya dia ingin menghancurkan keluarga Zahirka, tetapi ketika dia melihat bagaimana Wiwin mengingatkannya pada perempuan-perempuan di kehidupan sebelumnya, maka mau tidak mau hatinya terasa tidak bisa membiarkan perempuan itu begitu saja.
Jadi dia mengubah pikirannya dan berniat memberi kesempatan pada keluarga Zahirka.
Sementara itu, di sebuah tempat lain, tuan besar Maherson yang sedang diperiksa kini duduk dengan bingung memandangi pria yang sedang berada di depannya.
__ADS_1
"Hah,, kejahatan kalian keluarga Maherson sudah terlalu banyak, bahkan data-datanya semuanya dikirim oleh seseorang pada kami. Sayang sekali kami juga tidak bisa mengetahui orang itu kecuali dari keterangan cucu kalian kalau yang melakukannya ialah Amira dari keluarga Barata. Tapi tidak ada bukti..." Ucap seorang pria yang membereskan beberapa berkas di depannya.
"Amira dari keluarga Barata?" Tanya tuan besar Maherson dengan wajah yang pucatnya karena dia langsung teringat akan kejadian di masa lalu.
Kejadian ketika dia menabrak satu keluarga kecil yang sedang datang untuk berlibur di ibukota.
Dua orang tua yang berada dalam mobil itu tewas di tempat, sementara anaknya yang masih kecil dilarikan ke rumah sakit dan akhirnya dititipkan di panti asuhan karena identitas satu keluarga itu tidak bisa ditemukan.
Dan Karena rasa bersalahnya maka Tuan besar Maherson sedikit memperhatikan perempuan bernama Amira itu dan mengetahui bahwa perempuan itu telah masuk ke keluarga Barata dan menjadi tanggung jawab keluarga Barata.
Tapi,,, kenapa sekarang...?
@info
Jangan lupa buka YouTube jam 12 WITA siang ini ya...🤭🤭
__ADS_1