Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
103. Keluarga Rakin duduk bersama keluarga ketiga Barata.


__ADS_3

Raina dengan cepat menghampiri Yura Rahmat lalu perempuan itu menyunggingkan senyum manisnya sembari berkata, "suatu kehormatan keluarga Rakin bisa hadir di acara ulang tahunku. Yura, aku sudah menyiapkan tempat duduk yang khusus untuk kalian," ucap Raina memberi kode pada kedua orang itu agar mengikutinya.


Rahmat menatap perempuan di depannya lalu dia menoleh ke arah cucunya, perempuan itu mengganggukkan kepalanya.


Karena pikir Yura bahwa Raina akan membawa mereka untuk duduk bersama dengan keluarga ketiga Barata, yang hanya 3 orang duduk di meja mereka, dengan dua kursi yang lain masih kosong.


Maka Rahmat dan Yura mengikuti Raina yang mengantarnya menuju rentetan kursi paling depan.


Semua tamu undangan yang hadir di situ langsung menatap keluarga


Rakin dengan rasa tak percaya mereka.


"Mengapa keluarga Rakin ada di sini? Bagaimana bisa hanya ulang tahun dari cucu keluarga Barata lalu mereka menyempatkan waktu untuk datang kemari? Bahkan Tuan Rahmat pun datang kemari!!!"


"Benar,, jangan-jangan keluarga Barata memiliki hubungan yang dekat dengan keluarga Rakin!!"

__ADS_1


"Kalian bicara apa?! Jelas-jelas keluarga Rakin datang kemari karena perusahaan Barata berhasil mendapatkan proyek dengan nilai 300 miliar milik grup Rakin!!!"


Semua orang berbisik-bisik sembari memperhatikan kelua4ga Rakin yang berjalan ke depan mengikuti Raina.


Begitu Megan melihat keluarga Rakin datang menuju arah mereka, perempuan itu kemudian berdiri dan memberi hormat pada keduanya.


"Selamat datang,, suatu kehormatan kalian boleh hadir di acara keluarga kami hari ini. Silahkan duduk," Kata Megan mempersilakan kedua orang itu untuk duduk bersama keluarga mereka di meja yang memuat 8 orang.


Tetapi perempuan itu sangat terkejut ketika yura malam berkata, "sayang sekali, tapi kami datang kemari karena undangan dari Amira. Oleh sebab itu kami akan duduk bersama keluarga ketiga Brata," ucap Yura lalu menuntun kakeknya berjalan ke arah meja yang ditempati Amira dan keluarganya duduk.


Padahal, dialah yang sudah mengundang Yura, bahkan tujuan Yura datang ke tempat itu adalah untuk mempermalukan Amira, tapi sekarang....?


Apa yang terjadi??


Tetapi orang-orang lain yang melihat kejadian itu mereka tidak mengatakan apapun, dan mengerti bahwa keluarga Rakin hendak duduk bersama Fernando yang telah memenangkan proyek grup Rakin.

__ADS_1


"Sangat senang bisa diundang oleh kalian ke sini," ucap Yura sembari duduk di kursi yang ditarikan Bayu untuknya, sementara ra5hmat duduk di kursi yang ditarikkan Fernando.


"Ya, senang juga bisa bertemu kalian di sini." Ucap Amira, lalu mereka terus berbincang-bincang di meja itu dengan tatapan iri semua orang.


Sementara Rizal yang telah keluar bersama Nyonya Barata begitu terkejut saat mereka mendekat ke arah meja dan melihat dua kursi kosong.


"Lho, di mana keluarga Rakin?" Tanya Rena yang merasa aneh, karena pelayan mengatakan pada mereka bahwa keluarga telah datang dan sudah diantar oleh Raina ke meja yang telah disiapkan untuk duduk bersama keluarga Barata.


Megan dan putrinya terdiam saat mereka kebingungan harus menjawab apa, tetapi keluarga kedua langsung berkata, "katanya keluarga Rakin diundang oleh Amira, jadi mereka memilih duduk bersama keluarga ketiga ketimbang duduk bersama kita." Ucap Mahesa.


"Apa?!!" Ucap Rena tak percaya dengan ucapan mahesa, tetapi ketika perempuan itu menoleh ke arah yang ditunjukkan oleh Mahesa, dia sangat terkejut melihat keluarga Rakin sedang berbincang-bincang hangat dan tertawa bersama keluarga ketiga.


@interaksi


__ADS_1


Haddeh.... semua gurumu sejak masa sekolah pasti menangis dara 10000000000000000000 liter karena kamu!!!


__ADS_2