Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
267.


__ADS_3

Aulia yang sudah lelah berkeliling di kediaman yang sangat besar itu akhirnya kembali ke ruang tamu dan duduk di sana dengan keringat membasahi sekujur keningnya.


"Hah,, aku sudah 1 jam lebih berkeliling tetapi belum menjangkau seluruh bagian dari rumah ini, dan sekarang aku merasa sangat lelah," ucap perempuan itu sembari menyekah keringatnya, dan dia menatap ke arah TV yang baru saja ia nyalakan.


Sebuah scene sinetron yang memperlihatkan seorang perempuan menindas pembantunya.


"Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk membuat makanannya seperti in--"


"Sial!!!!" Gerutu Aulia langsung berdiri lalu dia melihat sekitarnya dan tidak menemukan satupun pelayan.


'Aku baru teringat sesuatu, ketika aku baru datang, Ada banyak sekali pelayan yang mudah dijumpai di sekitar rumah, tapi kenapa sekarang aku berkeliling rumah dan tidak menemui satupun pelayan?' ucap perempuan itu dalam hati sembari Dia berjalan mencari pelayan, namun tidak menemukan satupun dari mereka.


"Kemana perginya semua pelayan itu??" Ucap Aulia yang merasa sangat heran.


Dia terus mencari selama 15 menit namun tidak menemukan satupun pelayan di dalam rumah itu, bahkan satupun pelayan tidak ada di dapur menyiapkan makanan.


Karena hal itu Aulia menjadi sangat kesal, lalu dia kembali duduk di ruang keluarga sembari menggertakan giginya.


Setelah beberapa saat, ponselnya kemudian berdering.


Drrriiinnnggggg......!!!

__ADS_1


Drrriiinnnggggg......!!!


Drrriiinnnggggg......!!!


Aulia melihat nama pemanggil yang ada di situ adalah nyonya besar keluarga Barata.


"Kenapa dia menelpon? Apakah dia berpikir untuk mengembalikan posisi Putraku menjadi direktur?" Ucap perempuan itu kini merasa sangat senang jadi dia sedih dengan segera mengangkat panggilan itu.


"Ibu," ucap Aulia pada orang di seberang telepon.


"Astaga, akhirnya kau mengangkat telepon Ibu juga, sekarang kau ada di mana Apakah kau bersama dengan Fernando?" Tanya Rena dari seberang telepon langsung membuat mata Aulia menjadi berbinar-binar.


"Ah ya, saat ini aku berada di rumah Putraku, Apakah ada yang ingin Ibu sampaikan?" Tanya Aulia.


"Baik Bu, aku akan mengatakannya sekarang," ucap Aulia bersemangat.


"Bagus, kalau begitu cepat katakan padanya dan ibu akan menunggunya di perusahaan." Ucap Rena.


"Baik Bu," jawab Aulia lalu dia mematikan panggilan telepon itu.


Perempuan itu hendak pergi untuk memberitahukan kabar itu pada Fernando, Tetapi dia kembali teringat bahwa dia tidak menemukan satupun orang di kediaman itu seolah hanya dirinya saja yang berada di sana.

__ADS_1


Hal itu membuat Aulia kembali menjadi kesal, lalu tiba-tiba saja Bayu muncul dari pintu utama sembari mengipas-ngipas tubuhnya dengan topi miliknya.


"Ah,, akhirnya kau kelihatan juga, dari mana saja kau?! Aku mencari semua orang dari tadi, tapi tidak ada satupun manusia yang berada di tempat ini selain aku!!!" Tegas Aulia dengan kesal menatap suaminya yang terus berjalan ke arah dapur untuk mendapatkan minuman.


'Hah,, karena perempuan ini akan membuat ulah, maka semua pelayan disuruh untuk beristirahat selama beberapa hari,' gerutu Bayu dalam hati yang merasa agak kesal karena tidak ada lagi yang membuatkan makanan untuk mereka dan tidak ada lagi yang melayani mereka.


"Hei,, kau belum menjawab pertanyaan ku!!!" Teriak Aulia yang mengikuti Bayu karena dia merasa kesal pada pria itu sebab Bayu telah mengabaikannya.


"Hah,, aku berada di kebun memangkas tanaman!!! Memangnya kenapa?!" Ucap Bayu menatap istrinya, lalu dia kembali membuka kulkas dan mendapatkan sebotol minuman lalu meneguknya dengan terburu-buru.


"Kalau begitu, Apakah kau melihat keberadaan Putra kita?" Tanya Aulia.


"Hm, tidak, dia sudah bilang kalau dia akan menghabiskan waktunya bersama dengan istrinya, jadi mungkin mereka berada di kamar." Jawab Bayu.


"Kalau begitu, Apakah kau melihat di mana kamar mereka?" Tanya Aulia.


Bayu dengan segera menggelengkan kepalanya, "kamar mereka entah berada di lantai berapa, tapi aku tidak pernah naik ke lantai 2 ke atas, jadi aku tidak tahu di mana mereka." Jawab Bayu.


Jawaban suaminya langsung membuat Aulia menjadi semakin kesal lagi, "hah,, Padahal ibu sudah menghubungiku kalau Putra kita akan kembali diangkat menjadi direktur tapi sekarang dia tidak bisa lagi ditemukan!!" Kesal perempuan itu sembari duduk di kursi dengan tangan yang memukul-mukul meja untuk melampiaskan kemarahannya.


Bayu yang melihat itu hanya bisa mendesah kesal, "hah,, kau ini, sudah ditipu oleh keluarga Barata sebanyak berkali-kali Tapi masih saja berpikir bahwa putramu benar-benar akan diangkat menjadi direktur. Lagi pula, kalau dia jadi direktur maka gajinya tidak akan cukup untuk menggaji semua pelayan di tempat ini!!!" Ucap Bayu langsung membuat Aulia mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Heh,, Memangnya beberapa banyak gaji pelayan yang ada di rumah ini hingga gajinya yang menjadi seorang direktur tidak mampu membayar itu semua?" Tanya Aulia dengan raut wajah yang kesal karena dia tidak percaya jika gaji putranya tidak akan cukup untuk menggaji para pelayan.


"Tanyakan saja pada pelayanan yang kau temui, berapa gajinya sebulan dan berapa jumlah pelayan yang ada di rumah ini!!!!" Ucap Bayu dengan kesal lalu dia beranjak meninggalkan perempuan itu.


__ADS_2