Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
111. Bekerja sama untuk menghancurkan keluarga ketiga


__ADS_3

Setelah acara yang begitu memalukan, seluruh keluarga Barata kembali ke kediaman keluarga Barata dengan rasa kesal memenuhi seluruh orang.


Raina terus menangis sepanjang perjalanan pulang dan langsung mengunci diri di kamar ketika mereka telah tiba di rumah.


Megan hanya menghela nafas melihat putrinya yang langsung berlari ke kamarnya, 'dia pasti sangat terpukul karena ulang tahunnya berakhir mempermalukannya di depan semua orang, bahkan teman-temannya juga ada di sana.' pikir Megan yang merasa kasihan pada putrinya.


Sementara Rena yang melihat seluruh anggota keluarganya, perempuan itu berkata, "tidurlah lebih awal, kita bicarakan masalah ini besok pagi!"


Setelah berbicara Rena, kembali ke kamarnya, jadi semua orang juga kembali ke kamar mereka masing-masing dan terlebih Megan yang langsung duduk di depan cermin dan menghapus riasannya.


'Gara-gara keluarga ketiga yang membuat masalah, aku tidak jadi menghapus riasanku di tempat acara. Aku harap perawatanku tidak gagal!!' ucap Megan dalam hati yang sedari acara sudah merasakan wajahnya begitu gatal dan sangat ingin menggaruknya.


Untunglah dia masih sadar dan tidak pernah menyentuh wajahnya hingga mereka tiba di rumah.


Sementara Rizal yang juga ada dalam kamar, pria itu melepas jasnya lalu menatap istrinya, "Kau masih tahu untuk duduk di depan cermin rias setelah apa yang terjadi pada keluarga besar kita?!!" Rizal merasa kesal pada istrinya.


Perempuan itu hanya tahu memikirkan kecantikannya!!!


Megan menghela nafas, "lalu apa yang bisa kulakukan?! Aku tidak bisa merubah situasi, jadi lebih baik diam saja daripada mencari masalah baru!" Kesal Megan lalu perempuan itu berbalik ke arah suaminya sambil membersihkan wajahnya dengan kapas yang telah dibasahi pembersih muka.

__ADS_1


Megan lanjut berkata, "Pokoknya, kau harus mencari cara untuk membalas keluarga ketiga!! Aku sangat kesal dengan mereka!! Bagaimana bisa mereka memiliki uang untuk membeli barang-barang branded?


"Tidak bisa dipercaya sedangkan kau yang menjabat sebagai Direktur masih terlalu berpikir-pikir untuk membeli satu buah baju seharga ratusan juta, tetapi mereka yang hanya mendapatkan penghasilan dari anaknya yang bekerja sebagai karyawan biasa malah bisa menghambur-hamburkan uang!!! Pokoknya aku sangat membenci mereka!!!" Geram Megan begitu marah pada keluarga ketiga.


Rizal tidak menjawab perkataan istrinya, pria itu hanya melemparkan jasnya lalu berbalik meninggalkan kamar untuk menemui ibunya.


Hal itu membuat Mega menghela nafas, "hah,, dia pergi begitu saja tanpa menjawabku!!" Kesal Megan berbalik menatap wajahnya di cermin, dan betapa terkejutnya perempuan itu saat melihat wajahnya terkelupas kelupas.


"Aaa,,, apa ini???" Ucap Megan memperhatikan wajahnya yang sangat merah dan terkelupas, bahkan dia merasa sangat gatal dan juga panas, serta perih di seluruh wajahnya.


Sementara itu, Rizal yang telah tiba di kamar ibunya langsung melihat perempuan yang tampak lemas bersandar di atas tempat tidur.


"Ibu," kata pria itu sembari menarik kursi lalu duduk di samping ranjang ibunya.


"Entah apa yang sudah dipikirkan oleh semua orang terhadap keluarga kita!!" Ucap Rena sembari memijat keningnya yang terasa berdenyut memikirkan keluarga Barata yang selama ini ia jaga kini telah hancur berantakan.


"Ibu,, jangan terlalu memikirkannya. Ibu juga harus menjaga kesehatan ibu. Lagi pula, masih ada satu acara lagi, kita bisa menggunakan acara itu untuk membalikkan keadaan." Ucap Rizal.


Rena menghembuskan nafas dengan berat lalu berkata, "akan sulit untuk membuat perubahan di acara itu, apalagi keluarga Rakin benar-benar dekat dengan Fernando. Sebaiknya kau lupakan saja keinginanmu untuk menjadikan anakmu sebagai Direktur, sudah tidak ada kesempatan lagi."

__ADS_1


"Apa Bu?!" Rizal sangat terkejut dengan keputusan ibunya.


"Sadarlah,, perusahaan dan keluarga jauh lebih penting, kalau Fernando sudah dipilih oleh keluarga Rakin maka Ibu tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Proyek itu sangat penting untuk perkembangan perusahaan kita." Ucap Rena yang merasa bahwa saat ini, satu-satunya harapan keluarga Barata adalah keluarga ketiga.


Lagi pula, keluarga ketiga juga bagian dari keluarganya, jadi tidak masalah jika mereka yang memimpin perusahaan, yang penting perusahaan terus berjalan dengan baik.


Tetapi Rizal yang keluar dari kamar ibunya, dia merasa sangat marah pada keluarga ketiga, jadi pria itu menggertakkan giginya sambil berjalan meninggalkan kamar ibunya.


Saat itu pula, Haikal juga hendak menemui ibunya, jadi kedua bersaudara itu bertemu di depan pintu kamar ibu mereka.


"Bagaimana keadaan ibu? Dia baik-baik saja 'kan?" Tanya Haikal saat melihat wajah Rizal begitu suram meninggalkan kamar Ibu mereka.


Rizal menghentikan langkahnya lalu dia menatap adik keduanya, "Ibu baik-baik saja, tetapi dia sudah memutuskan untuk memberikan perusahaan pada keluarga ketiga." Ucap Rizal langsung membuat Haikal tercengang di tempatnya.


Diamnya Haikal langsung membuat Rizal menggertakan giginya lalu berkata, "kita tidak bisa membiarkan keluarga ketiga mengambil alih keluarga, karena jika hal itu terjadi, maka keluargaku dan keluargamu akan sangat dipermalukan dan akan dipandang rendah oleh orang-orang!!"


Haikal menganggukkan kepalanya tangan pria itu terkepal kuat menahan emosinya, "sebaiknya kita bekerja sama untuk menghancurkan keluarga ketiga atau jika tidak, maka keluarga kita berdua lah yang akan hancur oleh keluarga ketiga!!" Ucap Haikal langsung diangguki oleh Rizal lalu kedua orang itu segera memutuskan untuk berbicara di ruangan lain di rumah tersebut.


@interaksi

__ADS_1



Hm,,, makasih sarannya, otor pikir-pikir dulu ya.. soalnya perjalanan Amira masih panjang hehe...


__ADS_2