Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
118. Seluruh keluarga Barata di kediaman keluarga ketiga


__ADS_3

Amira dan Fernando baru saja selesai berpakaian dan hendak berangkat ke kediaman keluarga Rakin ketika mereka ditahan oleh kedatangan seluruh keluarga Barata di depan rumah mereka.


Hal itu membuat Amira mengeryit, karena tidak menyangka satu tamparan untuk seorang pelayan akan membuat seluruh keluarga Barata keluar dari kandangnya untuk membela pelayan itu.


Heh! Lucu sekali!!!


Maka perempuan itu berdiri dengan tenang di samping suaminya sembari menatap ke seluruh keluarga Barata yang mendekat ke arah mereka.


"Nenek,," ucap Fernando menatap Rena sebab dia juga terkejut dengan kedatangan semua orang.


Sementara semua orang yang berdiri di depan Amira dan Fernando, mereka memperhatikan penampilan Amira dan Fernando yang tampak seperti orang terpandang.


Perhiasan di tubuh mereka, pakaian di tubuh mereka, dandanan mereka, semuanya tampak berasal dari barang-barang yang mewah!!!


Hal itu membuat Rena menjadi tidak senang, sebab tidak menyangka cucunya dan cucu menantunya akan memiliki penampilan yang lebih baik daripada dirinya yang adalah seorang kepala keluarga.


"Kalian mau ke mana?!" Tanya Rena dengan nada suara yang tidak bersahabat sembari perempuan itu memperhatikan perhiasan yang melingkar di leher Amira.

__ADS_1


Liontin dari berlian yang terlihat tidak murah, sangat membuat Rena merasa tidak nyaman sebab seumur hidupnya pun dia tidak pernah menggunakan liontin sebesar itu!!!


"Kami ada acara malam ini jadi maaf karena tadi tidak bisa menemui nenek, sebab saat ini kami juga buru-buru karena akan terlambat jika tidak berangkat lebih awal." Ucap Fernando tetap membalas perempuan itu dengan suara yang bersahabat meski dia tahu neneknya datang untuk memarahi mereka.


"Hah!! Acara apa yang begitu penting sampai kalian menolak untuk bertemu denganku, dan bahkan melukai pelayanku hanya untuk menolak undangan ku?!!" Tanya Rena penuh kekesalan menatap dua orang muda di depannya.


Fernando melihat istrinya beberapa detik lalu kembali menatap neneknya dan berkata, "Itu,, aku minta maaf Nek, tapi kami sudah berjanji akan menghadiri acara hari ini dan juga aku minta maaf karena aku sudah menampar pelayan nenek."


"Bohong!!!" Pelayan merah langsung berteriak menatap Fernando, "dia berbohong, bukan dia yang menamparku, tapi menantu sampah inilah yang telah menamparku!!!"


"Apa katamu?!! Beraninya seorang pelayan sepertimu berteriak padaku?!!" Kata Amira langsung menggertakan giginya dengan tatapan yang dingin langsung ditujukan pada sang pelayan.


'Nyonya besar pasti akan membelaku, karena bagaimanapun, Aku adalah pelayan setianya yang selalu mengikutinya kemanapun.' pikir sang pelayan dalam hati sembari mengepalkan kedua tangannya dan mengatup erat-erat giginya, ia menahan rasa marahnya pada Amira dan juga rasa sakitnya pada wajahnya.


Tetapi di luar dugaan perempuan itu, Rena malah berbalik ke arahnya dan mengayunkan tangannya.


Plak!!!

__ADS_1


Sebuah tamparan dari Rena membuat pelayan itu terjatuh ke lantai dan gemetar menata Rena.


"Nyo,,, nyonya,,," kata pelayan itu dengan gemetar menatap Rena.


"Beraninya pelayanan rendahan seperti menfitnah tuan rumahmu?! Apa kau sudah bosan hidup?!!" Bentak Rena langsung membuat pelayan itu kebingungan dan gemetar hebat karena tidak tahu harus berbuat apa.


'Apa yang terjadi???' pelayan itu merasa linglung.


"Tangan Ibu baik-baik saja?" Sarah langsung mendekati nyonya besar dan memegang tangan Rena yang baru saja menampar sang pelayan.


Rena hanya menghela nafas dan tidak berkata apapun pada Sarah, tetapi perempuan itu menatap Fernando dan Amira, 'Amira dan Fernando sepertinya tidak akan bisa ku bujuk, apalagi melihat bagaimana Amira begitu marah terhadap pelayanku.


'Sebaiknya Aku tidak terlalu mendesak mereka, atau nanti mereka malah tidak mau kembali ke kediaman utama,' pikir Rena dalam hati yang bisa melihat bahwa kedua orang di depannya sama sekali tidak merasa bersalah padanya.


Bahkan sangat terlihat bahwa keduanya tidak ada niat untuk kembali ke kediaman utama, terutama Amira yang tampak sangat tegas dengan keputusannya.


@interaksi

__ADS_1



Astaga,, otor pikir dah tamat ya?? kan dah nikah, tinggal bulan madunya doang, buat reder membayangkan sendiri ya...🤭


__ADS_2