Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
153. Hobi mertua


__ADS_3

Taman bagian depan rumah telah dirubah dengan tanaman-tanaman baru menghiasi tempat itu, bahkan dapur pun telah dirubah dekorasinya dan beberapa area teras, balkon dan juga ruangan lainnya yang tidak memuaskan bagi Amira, semuanya telah selesai direnovasi.


Perempuan itu berkeliling-keliling melihat pekerjaan para pekerja yang telah selesai.


Kepala pelayan yang ada di belakang Amira berjalan dengan perasaan kaku, karena dia sangat takut kalau ada sesuatu yang membuat hati Amira tidak puas akan dekorasi tempat itu.


"Hm,, kalian melakukan ini hanya dalam waktu 3 hari saja, bahkan pekerjaannya sangat rapi. Jadi berikan bonus untuk semua pekerja masing-masing Satu orang satu botol anggur kualitas premium." Ucap Amira langsung mengejutkan sang pelayan.


"Nyo,, nyonya,,, nyonya yakin mau memberikan anggur kualitas premium untuk semua pekerja?" Tanya kepala pelayan yang tidak menyangka dengan ucapan Amira.


Bagaimanapun, pekerjaan yang sulit itu dikerjakan hanya dalam waktu 2 hari karena mereka pun menggunakan jumlah pekerja 5 kali lebih banyak dari yang seharusnya.


Sedangkan anggur dengan kualitas premium adalah anggur yang cukup sulit didapatkan, jadi untuk memberinya dalam jumlah yang begitu besar juga akan menggunakan biaya yang tidak sedikit.

__ADS_1


Amira tersenyum, "Aku adalah orang yang mencintai segala sesuatu yang sempurna. Dan ini semua terlihat sempurna, apalagi hanya dikerjakan dalam 2 hari, jadi kau atur semua itu untuk para pekerja yang sudah bekerja keras.


"Ah,, dan satu lagi, saya mau pelayan di rumah ini juga masing-masing mendapat satu botol." Ucap Amira lalu perempuan itu berjalan pergi melanjutkan acara melihat-lihat dekorasi yang baru saja selesai dibuat.


Ketika dia tiba di taman, dilihatnya mertuanya sedang bersama dengan tukang kebun membantu tukang kebun itu merapikan tanaman.


Jadi Amira menghampiri kedua orang itu.


"Ayah, apa yang Ayah lakukan?" Tanya Amira sembari memperhatikan Ayah mertuanya yang sedang memegang gunting rumput.


"Ayah sedang membantu tukang kebun merapikan tanaman. Lihat pekerjaan ayah! Apakah tampak bagus?" Tanya Bayu sembari menunjuk pohon yang baru saja ia rapikan.


Tetapi pohon itu sama sekali tidak menarik perhatian Amira, dan perempuan itu lebih memperhatikan Ayah mertuanya sembari perempuan itu berkata, "maksudku adalah, Kenapa ayah memegang gunting rumput dan merapikan pohon itu?"

__ADS_1


Bayu kembali tersenyum lalu dia berkata, "Memangnya kenapa? Ayah senang melakukan ini, jadi ayah tidak keberatan membantu tukang kebun di rumahmu. Oya,, pohon yang di belakangmu itu juga tadi ayah yang merapikannya." Ucap Bayu dengan penuh semangat menunjuk pohon yang ada di belakang Amira.


Amira sama sekali tidak berbalik untuk melihat pohon itu, tetapi perempuan itu mengerutkan keningnya melihat ayah mertuanya yang tampak senang karena baru saja merapikan pohon-pohon di rumahnya.


"Baiklah, kalau ayah senang melakukannya, ayah bisa tetap melakukannya. tapi jangan sampai semua orang berpikir bahwa aku membawa Ayah ke rumah ini hanya untuk membuat ayah bekerja bagiku!" Tegas Amira sambil menghela nafas melihat ayah mertuanya yang sedang tersenyum semeringah.


"Mana ada begitu!! Pokoknya Ayah akan membantu tukang kebun karena ayah senang melakukan ini." Ucap Bayu langsung dianguki oleh Amira lalu perempuan itu segera meninggalkan kebun.


Begitu dia bertemu dengan kepala pelayan, Amira kemudian berkata, "bawakan minuman untuk ayahku yang ada di kebun. Ah,, jangan lupa memberikan mereka cemilan."


"Baik Nyonya," jawab kepala pelayan lalu perempuan paruh baya itu segera pergi untuk melaksanakan perintah Amira.


Sebelum beranjak, Amira masih menoleh ke belakang melihat ke arah ayahnya yang tampak tersenyum menggerakkan gunting rumput di tangannya.

__ADS_1


'Apakah hobi Ayah adalah berkebun?' pikir Amira dalam hati.


__ADS_2