Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
172


__ADS_3

"Berikan," ucap Arifin dengan suara yang begitu berat sembari membuka telapak tangannya.


Tetapi Sidom, pria itu melihat tuannya sambil berkata, "Bagaimana kalau sebenarnya ini bukanlah obat melainkan sebuah racun? Dia langsung menyuruh kita pergi begitu saja mungkin saja dia--"


"Diam!" Tegas Arifin dengan nafas yang tersengal menatap Sidom dengan mata yang begitu sayu, namun masih mengandung tatapan peringatan.


Sidom menggertakan giginya sebab Dia benar-benar tidak percaya dengan Amira.


Bagaimanapun, perempuan itu sudah menyiksa tuannya dengan begitu kurang ajar, Jadi mungkin saja perempuan itu sebenarnya berniat membunuh Arifin setelah membuat pria itu merasakan kesakitan yang luar biasa.


Jadi pria itu masih tinggal memegangi kotak itu dengan tangan yang gemetar, tak berniat untuk memberikan kotak itu pada Arifin.


Hal itu membuat Arifin menjadi sangat marah, jadi dengan kesal dia berkata, "berikan, atau kau yang mati!!!"

__ADS_1


Ucapan Arifin mengejutkan Sidom yang tak menyangka bahwa pria itu lebih mempercayai Amira daripada dirinya sendiri yang sebenarnya sangat memperhatikan keselamatan pria itu.


Maka begitu, Sidom langsung menyerahkan pil itu pada Arifin sambil menggigit bibirnya, 'kalaupun Tuan terluka dan meninggal, maka tidak ada gunanya,, ini bukan salahku karena dia sendiri yang tidak berhati-hati berhadapan dengan perempuan itu!!!' geram Sidom dalam hati.


Arifin yang mendapat pil itu langsung memasukkannya ke dalam mulutnya dan dia merasakan pilihan langsung luruh dalam mulutnya.


Setelah 1 menit, dia merasa lebih baik dan membuka matanya sambil merasakan rasa sakitnya yang mulai berkurang dengan cepat.


"Hah,,, siapkan mobil, kita akan kembali sekarang juga!!" Ucap Arifin merasa bahwa tubuhnya mulai bersemangat.


Sambil berjalan keluar, pria itu memikirkan apa yang baru saja ia lihat.


'Apakah benar-benar Tuan sembuh setelah 1 menit memakan pil itu? Bagaimana bisa?' ucap pria itu dalam hati yang benar-benar tak percaya dengan perubahan yang dialami oleh Arifin.

__ADS_1


Namun setelah dia menyalakan mesin kendaraannya, pria itu benar-benar tercengang melihat Arifin yang berjalan ke arahnya dengan santai.


Pria itu memasuki mobil, lalu langsung melepaskan seluruh pakaiannya dan menggantinya dengan yang baru.


Setelah selesai, Arifin menatap Sidom, "mulai sekarang, kita akan menaati apapun yang dikatakan oleh Nyonya." Ucap Arifin langsung membuat Sidom menganggukkan kepalanya.


Sekarang Dia mengerti, sekarang Dia mengerti bagaimana hebatnya Amira hingga perempuan itu bisa membuat bosnya bertekuk lutut di hadapannya.


Jadi mereka segera menjalankan mobil mereka hingga tiba di suatu tempat, di mana Arifin memiliki sebuah pertemuan dengan keluarga Maherson untuk membahas sebuah barang seludupan.


Sebelum memasuki tempat itu, Arifin terlebih dulu membersihkan diri di kamar mandi yang telah disiapkan oleh pemilik tempat itu.


Sambil membersihkan tubuhnya, Arifin kembali mengingat Bagaimana obat Amira yang begitu manjur terhadapnya.

__ADS_1


'Saat ini keluarga Maherson juga tengah dalam keadaan yang begitu sulit, karena Tuan besar Maherson yang berada di rumah sakit dalam keadaan sekarat. Kalau Amira bisa menyembuhkan pria itu, maka aku yakin dengan dukungan dari keluarga Rakin dan keluarga Maherson, maka dia akan menjadi orang nomor satu di negara ini.' pikir Arifin dalam hati memikirkan sesuatu yang akan terjadi jika saja Amira benar-benar menyelamatkan Tuan besar keluarga Maherson.


__ADS_2