
Aulia langsung berdiri, "Kalian mau makan malam di luar, tapi tidak mengajak kami?" Tanya perempuan itu yang jelas tahu bahwa di dapur belum tersedia makan malam.
Amira berdecak dalam hati, 'Dasar ibu mertua ini, jelas-jelas di dapur ada banyak bahan makanan, tapi dia begitu malas untuk mengerjakannya.
'Untunglah saat ini aku sedang buru-buru untuk hal penting, jadi tidak akan tinggal berdebat dengannya.' pikir Amira dalam hati sambil meraih beberapa lembar uang dari tasnya lalu mendekati ibu mertuanya.
"Makan malam kami adalah makan malam suami istri, lalu ini untuk ayah dan ibu, kalian juga harus meluangkan waktu untuk mempererat hubungan kalian. Pilihlah restoran tebaik untuk makan malam." Kata Amira meletakkan uang di tangan ibu mertuanya.
Dia tahu kalau perempuan itu tak dapat menolak uang.
Aulia melihat tumpukan uang ditangannya, perempuan itu tidak fokus lagi pada menantunya dan lebih fokus menghitung uang di tangannya, cukup banyak!
"Ah,, menantu ini sangat perhatian," Bayu merasa begitu senang, "Kalian pergilah, kami juga akan bersiap-siap untuk makan malam bersama." Ucap Bayu diangguki Amira.
Dua orang itu lalu meninggalkan rumah, sementara Bayu yang di tinggal, pria itu langsung berkata, "Aku akan bersiap-siap lalu kita makan malam di luar." Katanya bersemangat.
__ADS_1
Tetapi pria itu terkejut saat istrinya malah berkata, "Tidak!! Kita makan malam di rumah."
"Apa?!" Bayu begitu tercengang melihat istrinya yang kini menjauh dari nya.
'hm,, uang ini jauh lebih baik jika ku simpan, dari pada harus menggunakannya hanya untuk makan sekali saja,' Pikir Aulia tersenyum menghitung uang di tangannya.
Menantunya benar-benar dermawan memberinya begitu banyak uang.
Sementara Amira dan Fernando yang sudah di perjalanan, Fernando kebingungan ketika mobil mereka melaju ke sebuah kompleks mewah yang hanya dihuni oleh rumah-rumah orang kaya.
Apalagi, kompleks mewah seperti itu bukanlah tempat yang biasa hingga bisa dimasuki dengan mudah.
Setidaknya harus memiliki kartu anggota ataupun izin dari salah satu penghuninya kompleks.
Sementara mereka, Amira tidak mungkin mengenal orang yang begitu kaya yang tinggal di tempat itu hingga memberi mereka izin untuk masuk ke kompleks.
__ADS_1
"Alamat yang dikirimkan sudah sesuai, jadi kita jalan saja." Ucap Amira yang sementara memegang ponsel di tangannya.
Meski tidak yakin, Fernando tetap tenang membelokkan mobilnya ke arah kompleks lalu berhenti menatap ke pos jaga.
"Selamat datang tuan, silahkan lewat," penjaga pos membungkuk ke arah mobil mereka membuat Fernando tercengang selama beberapa detik sebelum melajukan mobilnya memasuki kompleks.
Amira tersenyum memperhatikan ekspresi suaminya, tetapi perempuan itu tidak mengatakan apapun dan hanya diam sembari tersenyum kecil.
"Ini pertama kalinya aku memasuki kompleks mewah seperti ini, tapi bagaimana bisa kau punya kenalan yang tinggal di tempat ini?" Tanya fernando sembari menoleh ke arah istrinya.
Amira tersenyum, "hm,, aku juga tidak menyangka, tapi aku kebetulan menolong seorang anak laki-laki yang terjatuh di restoran, lalu keluarga dari anak laki-laki itu mengundang kita makan malam di sini. Mobil ini juga berasal dari mereka." Ucap Amira sembari menatap suaminya, meski dia sedikit takut bila pria itu malah memarahinya karena sudah menerima hadiah yang besar.
"Orang itu pasti sangat kaya, sampai-sampai memberimu mobil semewah ini. Tapi,, lain kali sebaiknya jangan menerima hadiah yang terlalu besar seperti ini, aku takut mereka malah berpikir buruk tentang keluarga kita." Ucap Fernando dibalas anggukan Amira.
"Aku mengerti," jawab Amira.
__ADS_1