
Amira masih sementara mandi di kamar mandi ketika suaminya datang mengetuk pintu kamar mandi.
Tok tok tok...
"Sayang, apa kau masih lama?" Tanya Fernando dari seberang pintu membuat Amira kebingungan sembari mematikan kran air.
"Sayangku, mengapa kau masih di situ? Kau akan terlambat jika tidak berangkat sekarang!" Amira setengah berteriak karena begitu cemas jika saja fernando membuat kesalahan pada hari pertama nya pergi ke perusahaan grup Rakin untuk memenangkan sebuah proyek.
Meski dia belum memberitahu keluarga Rakin tentang suaminya yang akan pergi untuk menenangkan proyek keluarga itu, tetapi Amira berpikir bahwa dia akan menemui keluarga Rakin setelah dia selesai bersiap.
Tapi jika suaminya sudah membuat kesan buruk sebelum dia melakukan panggilan itu, maka bisa jadi suaminya akan gagal mendapatkan proyeknya.
"Masih ada 30 menit lagi, tetapi di depan ada Tuan Rakin yang mencarimu. Cepatlah bersiap lalu temui dia." Kata fernando membuat Amira langsung tersenyum mempercepat acara mandinya.
__ADS_1
"Baik!!" Jawab Amira terburu-buru menyiram tubuhnya.
'Kalau aku tidak cepat cepat, maka ibu mertua yang gila harta itu mungkin akan melakukan sesuatu yang buruk yang akan mempermalukan ku di depan keluarga Rakin.' Pikir amira dalam hati yang tidak mau memberi kesempatan bagi ibu mertuanya untuk mendapat keuntungan dari kerja kerasnya.
Maka hanya dalam 30 menit Amira telah selesai mandi dan juga berpakaian.
Perempuan itu bahkan melupakan untuk merias wajah mulus dan langsung berjalan ke arah ruang tamu untuk menemui Tuan Rakin.
Sembari berjalan, Amira terkejut ketika dia tiba-tiba saja mendengar suara Mei Mei.
"Lain kali, kalau kau mau berbicara denganku, bisakah kau melakukannya lebih lembut lagi? Lama-lama aku akan mati sebelum waktunya, karena kau yang terus mengejutkan ku setiap saat!!!" Kesal Amira pada Mei Mei.
*He he.. maaf Nona, tapi aku punya kabar yang begitu penting untukmu! Buah ajaib telah berbuah!!! Cepatlah kemari!!!* Seru Mei Mei begitu bersemangat.
__ADS_1
"Tunggu sebentar, aku masih punya urusan untuk ditangani!" Langsung kata Amira lalu mengabaikan Mei Mei dan berjalan mendekat ke ruang tamu.
Begitu tiba di ruang tamu, Amira langsung menyapa Tuan Rakin dan melihat ke arah ayah dan ibu mertuanya yang sedang bersemangat menarik hati Tuan Rakin.
"Tuan Rakin, sepertinya kita berbicara di luar saja, karena tempat ini kurang nyaman." Ucap Amira.
Ucapan Amira langsung membuat Aulia tersinggung, tetapi perempuan itu tidak berani berkata apapun dan hanya membiarkan kedua orang itu pergi.
Barulah ketika Amira dan Rahmat memasuki mobil lalu Aulia berseru kesal, "Hah!! Apakah dia mengatakan tempat ini tidak nyaman karena ada kita berdua yang mendengarkan pembicaraan mereka?!!"
Bayu yang berdiri sampai istrinya langsung berkata, "jangan berkata begitu, pastilah Amira berpikir bahwa rumah kita terlalu jelek untuk ditempati orang besar seperti Tuan Rakin."
Aulia merasa ucapan suaminya terdengar masuk akal, tetapi Aulia masih di kesal karena hubungannya dengan Tuan Rakin belum terlalu dekat, jadi perempuan itu berdecak,, "Hah,, seharusnya tadi aku ikut dengan mereka karena Amira pasti begitu bodoh untuk berbicara dengan Tuan Rakin.
__ADS_1
"Kalau aku ada di sana, aku bisa mengajari nya dan memberi tahunya serta mengajari nya secara memanfaatkan orang kaya agar bisa mendapatkan banyak uang!!" Ucap Aulia merasa kesal.