Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
185.


__ADS_3

Dengan bantuan para pelayan, maka Amira berhasil memindahkan suaminya ke mobil, lalu perempuan itu hendak masuk ke dalam mobil untuk menyetir mobil mereka ketika seseorang tiba-tiba menghampirinya.


"Nyonya," ucap Arifin langsung melemparkan sebuah senyum pada Amira.


Amira langsung menyipitkan matanya memperhatikan pria di depannya, "Apakah kau kebetulan berada di sini?"


Pertanyaan Amira yang seperti itu langsung membuat Arifin merasa bahwa apa yang ia lakukan sudah diselidiki oleh Amira


'Heh,, tidak mungkin dia tahu kalau aku sengaja menyelidikinya dan berpura-pura sengaja bertemu dengannya di sini kan?' Ucap Arifin dalam hati yang merasa bahwa selain jago dalam pengobatan, perempuan di depannya juga pandai melihat segala sesuatu.


Tetapi pria itu dengan cepat mengendalikan dirinya lalu dia menatap Amira sambil berkata, "ah,, Bagaimana mungkin aku begitu? Aku hanya kebetulan berada di sini bersama beberapa rekanku, tapi oya,, aku belum berterima kasih yang layak setelah Nyonya menyembuhkanku. Jadi--"


"Aku tidak butuh ucapan terima kasihmu," sela Amira, "barang yang terakhir kali ku ambil dari rumahmu itu sudah cukup. Jadi mulai sekarang kita sudah tidak ada hubungan lagi, ah,, kecuali jika penyakitmu itu kambuh lagi, maka kau harus membayar dengan sesuatu yang lebih baik dari yang sebelumnya jika ingin ku sembuhkan." Ucap Amira sembari membuka pintu mobilnya untuk meninggalkan pria itu.


Tapi sebelum perempuan itu masuk ke mobil, Arifin buru-buru berkata, "itu,, ada orang yang membutuhkan bantuan Nyonya untuk disembuhkan, jadi--"

__ADS_1


"Jadi kau mengatakan tentang aku padanya?!!" Sela Amira kini menatap tajam pada Arifin.


"Ah,, tidak!!" Arifin langsung menggelengkan kepalanya, "Mana berani aku melakukan hal seperti itu tanpa izin dari Nyonya? Makanya sekarang karena kita kebetulan bertemu maka Saya ingin menanyakan masalah itu," ucap Arifin.


Amira berpikir sesaat lalu perempuan itu berkata, "dari keluarga mana dia?"


Melihat Amira yang tampak tertarik langsung membuat Arifin bersemangat lalu pria itu berkata, "Maherson, saat ini tuan besar Mah--"


"Aku tidak tertarik!" Ucap Amira langsung memasuki mobilnya dan menjalankan mobilnya meninggalkan Arifin.


Sementara itu, Amira yang sedang menyetir mobil, dia langsung memikirkan keluarga Maherson, "salah satu pewaris dari keluarga Maherson berhubungan dengan Leona, kalau begitu mungkin ada baiknya jika aku menerima tawaran mereka." Ucap perempuan itu sembari mendalami masalah di depannya.


Setelah beberapa saat, perempuan itu tersenyum lalu dia mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Arifin.


Pria yang dikirimi pesan oleh Amira begitu terkejut, 'Apakah ini pasti benar-benar pesan dari Nyonya? Dari mana dia mengetahui nomorku?' ucap pria itu membaca pesan yang masuk ke ponselnya secara berkali-kali.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, dia yakin bahwa itu benar-benar pesan dari Amira, jadi pria itu tersenyum lalu dia segera menghubungi Daren untuk mengatakan sesuatu.


"Bagus!! Kalau begitu segera suruh dia untuk menemuiku!!" Langsung tegas Daren dari seberang telepon membuat Arifin tersebyum kikuk.


"Itu,, dia bukan orang yang bisa diperintah seenaknya. Saya bahkan harus membujuknya berkali-kali agar dia mau menyembuhkan Tuan Besar. Dan saya juga tidak bisa menghubunginya secara sembarangan, jadi,,,"


"Apa?!!" Sela Daren, "Ada orang yang bersikap sombong terhadap keluarga Maherson?!!" Tanya pria itu dengan rasa tak percayanya.


"Ini,, begini, jadi dia ada sedikit hubungan dengan keluarga Rakin, jadi,,,"


"Apa?!! Sekarang juga kita harus bertemu!!" Ucap Daren dari seberang telepon lalu panggilan Itu dimatikan.


Arifin mengangkat bahunya melihat panggilan yang dimatikan itu, 'Apakah dia pikir karena dia berasal dari keluarga Maherson sehingga bisa seenaknya begitu? Lihat nanti bagaimana Nyonya akan memperlakukan keluarga Maherson ini!!!' ucap Arifin dalam hati yang sudah mengerti bagaimana sikap Amira.


Ia saja yang pergi ke kediaman Amira untuk melakukan pengobatan harus menderita sakit, seperti lebih baik mati daripada menahan sakit itu sebelum mendapatkan obat.

__ADS_1


Amira yang tak dapat dibujuk dengan kekuasaan!!!


__ADS_2