Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
45


__ADS_3

"Ada apa membawaku ke tempat sepi?" Amira bergelayut manja di lengan Fernando membuat pria itu menahan rasa malunya karena kelakuan istrinya.


"Hm? Kenapa kau tidak menjawab ku?" Tanya Amira kini menatap suaminya dengan mata berbinar yang membuat pipi pria itu merona.


Hal itu tak luput dari perhatian Amira, jadi perempuan itu tersenyum nakal sambil berjinjit mendaratkan ciuman di bibir suaminya.


Ciuman yang mendarat tanpa aba-aba itu membuat wajah Fernando semakin merah padam hingga membuat Amira sangat menikmati wajah polos suaminya.


"Ini hadiah dariku untukmu!! Ingat ya,, untukmu!!!" Ucapnya penuh penekanan menyerahkan sebuah kunci mobil pada suaminya.


Belum saja Fernando membuka mulutnya, Amira kembali meletakkan jarinya di bibir Fernando, "Ingat ya,, mobil ini untuk suamiku, bukan untuk orang tua suamiku!!!" Ucap Amira kembali mengingatkan suaminya lalu perempuan itu berbalik pergi.


Fernando menatap punggung istrinya, sembari memegang erat kunci di tangannya.


Tangan yang lainnya memegangi pipinya yang terasa panas karena kelakuan istrinya.


'Sejak kapan istriku jadi liar begitu?' ucapnya dalam hati dengan perasaan berkecamuk.


Saat itu jugalah ponsel pria itu berdering dengan nama pemanggil adalah Aulia.

__ADS_1


"Halo Bu?" Ucap Fernando mengangkat telponnya.


"Bagaimana? Apakah kau sudah menelpon istrimu? Dia bersedia memberikan mobil itu untuk ayahmu?" Tanya Aulia.


Fernando terdiam beberapa saat memandangi kunci mobil di tangannya, "Maaf Bu," katanya.


"Apa maksudmu dengan maaf?" Tanya Aulia dengan suara tak percayanya.


"Mobil itu milik Amira, jadi dia berhak menentukan penggunaan mobil itu," ucap Fernando.


Aulia begitu kesal, "Terserah padamu saja!!" Teriak Aulia dari seberang telpon diikuti nada sambungan yang dimatikan.


Fernando hanya bisa menghela nafas dengan kelakuan ibunya lalu beranjak ke meja kerjanya untuk kembali bekerja.


"Halo?" Ucap Amira mengangkat panggilan itu.


"Halo, dengan Nyonya Barata?" Tanya seorang pria dari seberang telepon.


"Ya, saya sendiri, ada apa?" Tanya Amira yang merasa aneh bahwa ada orang yang menelponnya dengan begitu sopan, bahkan menyebutnya sebagai Nyonya Barata.

__ADS_1


"Saya adalah asisten keluarga Rakin, Tuan besar menyuruh saya untuk menghubungi dan mengundang Nyonya untuk makan malam di keluarga Rakin." Suara seorang pria dari dalam telepon.


"Biar aku yang berbicara," kembali terdengar suara seorang pria yang tampak lebih tua dari pria yang baru saja berbicara.


"Silahkan Tuan," ucap asisten keluarga Rakin lalu beberapa saat kemudian telepon berpindah tangan.


"Halo, Nak Amira, ini aku, Rahmat Rakin," ucap Rahmat dengan suara bahagianya.


"Ah, ya, Tuan Rakin, senang berbicara dengan Anda." Ucap Amira kini mengerti bahwa keluarga Rakin meneleponnya untuk berterima kasih mengenai masalah yang terjadi di restoran.


"Senang juga berbicara denganmu, aku menyuruh asistenku untuk menelponmu karena ingin mengundangmu untuk makan malam di keluarga kami. Ada banyak hal yang ingin aku bicarakan denganmu, jika kau tidak keberatan bisakah kau datang ke keluarga kami pada malam hari ini?" Tanya Rahmat penuh harap.


Amira berpikir sesaat, 'aku sudah menerima hadiah mobil dari mereka, kalau aku masih menerima tawaran makan malam ini, maka mereka mungkin akan berpikir bahwa aku terlalu mudah dihadapi. Tapi,, besok suamiku harus membicarakan masalah proyek dengan keluarga Rakin, kalau aku menolak hal ini maka,,,,'


"Kebetulan sekali, Ada hal penting juga yang ingin saya bicarakan dengan tuan Rakin." Ucap Amira langsung membuat pria di seberang telepon merasa sangat senang.


"Bagus!! Kalau begitu nanti malam aku akan menyuruh beberapa orang untuk menjemputmu." Ucap Rahmat tak bisa menyembunyikan rasa senangnya hingga terpancar di suaranya.


"Ah tidak perlu, cukup kirimkan saja alamat Tuan Rakin lalu saya akan datang. Namun karena saya sudah bersuami maka--"

__ADS_1


"Tenang saja, kau bisa mengundang seluruh keluargamu untuk datang." Sela Rahmat merasa begitu senang.


"Baik, terima kasih Tuan Rakin." Ucap Amira merasa sangat senang lalu perempuan itu pergi ke Kasino untuk mengumpulkan uang.


__ADS_2