
Begitu Yura melihat Brama yang sudah mulai mengatakan kata-kata terima kasihnya karena terpilih menjadi seorang direktur, maka Yura mengerutkan keningnya dan mendekat ke arah Amira.
"Apa yang terjadi? Bukankah yang seharusnya menjadi direktur adalah suamimu?" Tanya Yura siang merasa sangat aneh dengan perubahan tiba-tiba itu.
Amira tetap tenang sambil berkata, "mereka sudah merencanakan semua ini, itulah sebabnya kemarin aku mengatakan padamu supaya membatalkan kontrak kerjasamanya di hari ini. Tolong katakan bahwa kalian membatalkan kontrak kerjasamanya karena tidak ingin ada orang lain yang menangani proyek kalian selain suamiku. Dan karena direktur baru sudah diangkat, maka direktur lah yang akan menangani proyek keluarga Rakin, tapi bukan suamiku yang naik menjadi direktur nya."
Mendengar itu, Yura langsung menganggukkan kepalanya lalu dia kemudian berbisik pada ayahnya.
Setelah selesai berbisik, Yura kembali menoleh pada Amira, "Ayah ku bilang karena kontrak kerja samanya dibatalkan maka kita sebaiknya meninggalkan tempat ini saja," ucap perempuan itu langsung diangguki oleh Amira.
"Itu benar," ucap Amira lalu dia segera berdiri dan menarik suaminya dan memberi kode pada ayah dan ibunya agar mereka meninggalkan tempat itu.
Semua orang yang melihat keluarga Rakin dan keluarga ketiga Barata tiba-tiba berdiri langsung kebingungan karena saat itu beramal masih melakukan pidato di atas panggung.
Rena pun yang berada di atas panggung dan keluarga pertama dan kedua Barata terkejut melihat keluarga Rakin telah berdiri bersama dengan keluarga ketiga.
"Ayo kita pergi," ucap Amira sembari menarik suaminya meninggalkan tempat itu disusul keluarga Rakin dan Bayu serta istrinya.
__ADS_1
"Mengapa kita pergi?" Tanya Aulia pada suaminya yang merah sangat aneh kalau mereka meninggalkan tempat itu secara tiba-tiba, bahkan akan lebih menanggung malu lagi ketika putranya yang diharapkan menjadi direktur sudah gagal menjadi direktur dan sekarang pergi secara tiba-tiba.
"Jangan banyaknya protes, kita tidak pernah dihargai di keluarga ini, jadi sebaiknya kita pergi saja." Ucap Bayu langsung membuat Aulia mengerutkan keningnya dan dia merasa sangat malu.
Perempuan itu berusaha menyembunyikan wajahnya dan terus melangkah karena dia juga begitu malu untuk kembali lagi duduk.
"Apa yang terjadi? Mengapa keluarga ketiga Barata dan juga keluarga Rakin tiba-tiba berdiri dan sepertinya mereka hendak keluar dari ruangan ini."
"Ah iya, itu ini sangat aneh, hanya ketika Brama naik ke atas panggung untuk memberi pidato lalu mereka semua sudah berdiri untuk meninggalkan gedung? Jangan-jangan ada sesuatu."
"Aku rasa mereka kecewa karena bukan putra mereka lah yang naik ke panggung untuk menjadi direktur, bukankah tadi Aulia berkata kalau putranya akan mencari direktur?"
Semua orang berbisik-bisik dan Rena yang melihat itu, dia mengepal erat tangannya.
'Aku tidak bisa membiarkan keluarga Rakin pergi begitu saja, atau aku akan menanggung malu karena keluarga Rakin meninggalkan pestanya,' ucap Rena dalam hati lalu perempuan itu segera turun dari panggung untuk mengejar keluarga Rakin.
"Tuan Rakin dan Nona Rakin, Apa yang terjadi?" Tanya Rena ketika dia berhasil menyusul semua orang itu.
__ADS_1
Maka Amira dan suaminya juga menghentikan langkahnya lalu menatap Rena diikuti Bayu dan Aulia juga yang menatap perempuan itu.
"Kami membatalkan kerjasama kami dengan perusahaan Rakin," ucap Tuan Rakin mengejutkan Rena hingga wajah perempuan itu menjadi tidak enak untuk dipandang.
Semua orang di tempat itu juga sangat terkejut mendengar ucapan keluarga Rakin yang tiba-tiba saja membatalkan proyek besarnya dengan perusahaan Barata.
"Itu,, tapi kenapa?" Tanya Rena yang merasa tidak mengerti karena di dalam proyek itu pasti jika salah satu pihak membatalkan maka akan ada konsekuensi yang sangat besar.
Tapi kenapa sekarang di saat-saat seperti itu keluarga Rakin tiba-tiba membicarakan pembatalan kontrak bahkan tepat ketika pengangkatan direktur baru???
Namun Yura berkata, "yang menangani proyek kerjasama keluarga kami dengan keluarga kalian ialah direktur, dan karena bukan Tuan Fernando Barata yang naik sebagai Direktur, maka bukan dia yang akan menangani proyek itu. Dan lagi, kami sudah berbicara dengan Fernando dan dia mengatakan bahwa proyek itu akan dibatalkan."
"A,, apa?!!" Rena benar-benar terkejut karena dia tidak menyangka hanya karena bukan Fernando yang naik direktur maka proyek yang besar itu harus dihentikan.
"Tidak ada lagi yang harus kami bicarakan, Jadi silakan lanjutkan acara kalian. Dan pengacara kami akan datang ke perusahaan kalian besok untuk membahas pembatalan kerjasama itu." Ucap Tuan Rakin lalu dia dan putrinya segera berbalik bersama dengan keluarga ketiga meninggalkan tempat itu.
Aulia yang melihat kejadian itu langsung menutup mulutnya dan dia kemudian tersenyum karena merasa sangat puas melihat ekspresi Rena.
__ADS_1
'Kalau begini caranya, maka bisa jadi ibu mertuaku akan berubah pikiran dan kembali memohon agar Fernando lah yang naik ke posisi direktur demi mempertahankan kerjasama dengan keluarga Rakin.' ucap Aulia dalam hati kini berada dalam suasana hati yang baik dan dia menunggu Rena Untuk menghentikan langkah mereka.