
"Eh,, eh?" Fernando merasa gugup di bawah tatapan mengintimidasi istrinya, "kau akan menertawakanku jika aku mengatakannya jad--"
"Sialan!! Kapan aku pernah menertawakanmu hingga kau berpikir seperti itu?" Kesal amila menggertakkan giginya, lalu perempuan itu dengan cepat bergerak naik ke pangkuan Fernando membuat Fernando semakin terkejut lagi.
Sikap berani istrinya benar-benar membuatnya merasa gelisah...!
Apalagi ketika Amira mengulurkan kedua tangannya ke leher Fernando dan mendekatkan wajahnya ke wajah Fernando.
"Cepat katakan padaku apa yang kau sembunyikan itu, atau aku akan menelanmu bulat-bulat!!" Ancam Amira membuat Fernando kebingungan.
Itu ancaman atau sebuah rayuan?
Bagaimana bisa Amira menyatukan kedua hal yang bertolak belakang seperti itu?
"Cepat!!" Kembali tegas Amira saat melihat suaminya tampak berpikir dengan wajah yang sudah memerah.
Fernando mengerjapkan matanya, "I,, itu--"
Cup!!
__ADS_1
Ucapan Fernando terpotong saat sebuah ciuman dari Amira mendarat di bibirnya lalu pria itu juga merasakan kaki Amira bergerak ke belakangnya dan melingkar dengan erat di pinggangnya, hingga sesuatu yang ada di bawah tersentuh oleh pinggul perempuan itu.
Hal itu membuat Fernando merasa sangat gelisah dengan tangan pria itu melayang di udara sebab tak berani memeluk Amira.
Sudah tegang!!!!
"Apakah kau belum pernah mendengar berita seorang perempuan melecehkan laki-laki? Mungkin kau adalah orang pertama yang akan mengalami itu jika kau tidak cepat memberitahukan rahasia yang ada di hatimu!!" Kata Amira menatap tajam suaminya yang masih terus berkesikukuh tidak mau mengatakan hal yang disembunyikan oleh pria itu.
Tetapi ancaman Amira membuat Fernando merasa begitu gelisah, sebab Dia merasa bahwa waktu mereka untuk melakukan hubungan yang dekat belum tiba.
Jadi pria itu dengan bibir yang sedikit gemetar pria itu menatap istrinya, "a,, aku akan mengatakannya tapi bisakah kau turun dari pangkuanku? Itu, ini,, anu,,, bagaiman mengatakannya,, tapi aku,," Fernando ingin mengatakan Bagaimana miliknya di bawah sudah begitu tegang karena ulah istrinya, tetapi dia tidak tahu harus mengatakannya bagaimana agar terdengar sopan di telinga Amira.
"Ng!!" Fernando tanpa sengaja membuat suara.
Pria itu sangat tegang di hadapan Amira membuat Amira tersenyum nakal, "hayo,, mau katakan sekarang atau masih mau mencari alasan? Ataukah aku perlu menggoyangkan pinggulku supaya--"
"Aku katakan!!!" Sela Fernando dengan nafas tersengal lalu perlahan-lahan tangan pria itu ia letakkan di lututnya tanpa menyentuh tubuh Amira.
"Hm?" Amira mengangkat kedua alisnya sembari menatap suaminya dengan jarak wajah mereka yang sangat dekat lalu perlahan dia melihat bibir pria itu bergetar.
__ADS_1
"Itu,, sebenarnya dulu,, aku sering menyentuhmu kalau kau tidur dan,, dan,, itu,, aku yang selalu menaruh uang di bahwa tumpukan cucian agar kau punya uang untuk berbelanja. Juga,, aku,, aku,, yang kemarin membelikanmu beberapa pasang pakaian dan juga da,, dalaman,, tap,,"
"Ha ha ha..." Amira tertawa keras mendengar ucapan suaminya.
Tawa perempuan itu langsung membuat Fernando merasa sangat malu lalu membuang mukanya agar tidak ditatap oleh Amira.
"Terima kasih sayang," kata Amira langsung memeluk erat suaminya dan membenamkan wajahnya di lekuk leher pria itu, "Aku selalu memikirkan hal itu dan menduga bahwa kau yang melakukannya, tapi selalu malu untuk bertanya, karena aku takut bukan kau yang melakukannya." Kata Amira mewakili perasaan Amira yang lama yang benar-benar tak berani berbicara dengan Fernando.
Ucapan Amira membuat Fernando tertegun di tempatnya lalu pria itu dengan hati-hati berkata, "jadi, kau tidak berpikir bahwa aku melakukan hal yang konyol? Misalnya kau berpikir kalau aku adalah pria yang tidak memiliki nyali untuk--"
"Siapa bilang begitu?? Justru aku sangat senang," ucap Amira membuat Fernando merasa lebih lega lalu perlahan-lahan kedua tangan Fernando yang diletakkan di lututnya kini membalas pelukan Amira.
Merasakan itu, Amira tersenyum lalu dalam hati dia berpikir, 'sepertinya pria ini akan sangat terkejut jika aku tiba-tiba menyerangnya untuk meminta malam pertama. Jadi sebaiknya aku perlahan-lahan saja sampai dia sendiri yang nantinya berinisiatif untuk memintanya.'
@Info
Hayo,, tegang gak? ya udah otor kasih rileks dengan info penting tentang novel baru otor, jangan lupa di kepoin ya,, ini di bawah sampulnya:
__ADS_1