Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
142. Begitu sombong


__ADS_3

Setelah makan malam, Fernando dan Amira langsung berkendara menggunakan mobil yang dibeli Amira untuk Fernando ke kediaman keluarga Barata.


Dalam perjalanan, Amira terus-menerus memainkan ponselnya, Hal itu membuat Fernanda merasa aneh karena baru kali itu dia melihat istrinya tak pernah melepaskan ponselnya dari genggamannya.


"Sayang, Apakah ada sesuatu yang menarik di ponselmu?" Tanya Fernando sembarina lirik istrinya yang duduk di sampingnya.


Amira tersenyum mematikan layar ponselnya lalu perempuan itu menatap suaminya sembari berkata, "Aku sedang mencari informasi tentang keluarga Zahirka. Kau tahu bukan, keluarga itu ialah keluarga yang memiliki banyak koneksi dan juga memiliki banyak sekali bahan obat herbal. Guruku menginginkan beberapa bahan obat yang akan ia gunakan untuk membuat pil."


Ucapan Amira langsung membuat Fernando menggangguk, tetapi ucapan perempuan itu juga mengingatkan Fernando akan satu hal, jadi dia berkata, "orang yang membuat pil adalah guru mu, tapi mengapa keluarga Rakin memberikan rumah untuk kita? Kalau seperti itu kan seharusnya mereka memberikannya pada gurumu."


Fernando merasa bersalah pada guru Amira, sebab pria itulah yang berjuang untuk menyembuhkan keluarga Rakin dengan cara membuat obat. Tapi kini, merekalah yang menikmati buah dari kerja keras pria itu untuk menyembuhkan seseorang.


Sementara Amira, perempuan itu hanya bisa berkata dalam hati, 'Astaga bagaimana bisa aku mengatakannya padamu? Jelas-jelas guruku itu tidak ada, karena aku sendirilah yang membuatnya. Hanya saja, kau mungkin akan sangat terkejut kalau mengetahui bahwa akulah yang membuat obat-obat itu.' ucap Amira dalam hati sembari menghela nafas.

__ADS_1


Helaan nafas Amira yang panjang langsung membuat Fernando menatap istrinya, lalu pria itu juga melihat Amira menatapnya.


"Entahlah, aku sudah membicarakannya dengan guruku, tapi dia bilang dia tidak mau menerima hal seperti itu. Tapi dia berkata bahwa karena aku berhasil mendapatkan bahan obat itu untuk menyembuhkan penyakitnya juga, maka dia memberikan semua hadiahnya padaku." Kata Amira yang tidak bisa menemukan alasan lain yang lebih tepat untuk dikatakan pada Fernando.


Fernando tidak ingin berdebat dengan istrinya, jadi dia hanya menganggukkan kepalanya lalu kembali fokus menyetir.


Setelah agak lama berkendara, akhirnya mereka tiba juga di kediaman keluarga Barata.


"Ahh, itu mereka, Amira dan Fernando telah datang!!" Ucap Raina yang sedari tadi berdiri menunggu kedatangan kedua orang itu untuk menghina keduanya.


Maka begitu, semua orang langsung melihat ke arah pintu dan mereka disuguhi pemandangan keromantisan sepasang suami istri yang saling bergenggaman tangan memasuki rumah keluarga Barata.


"Putraku!!!" Aulia langsung berdiri menghampiri putranya lalu menatap pria itu dengan seksama.

__ADS_1


Perempuan itu terlalu takut jika saja ketampanan anaknya telah berkurang setelah tidak bertemu dengannya selama satu hari satu malam.


"Ibu," ucap Fernando melamparkan senyum ke arah ibunya.


Melihat putranya yang masih baik-baik saja, Aulia merasa sangat lega lalu dia dengan cepat menarik pria itu agar mereka segera duduk di sofa.


Semenjak putranya akan diangkat menjadi direktur dan keluarga mereka mendapatkan perhatian dari Rena, maka Aulia menjadi lebih aktif berbicara dan bertindak di dalam keluarga Barata.


"Akhirnya kalian datang juga," ucap Megan yang sudah mendengar semua ceritanya dari putrinya.


Perempuan itu duduk menggunakan masker, sebab dia merasa malu atas wajahnya yang menurut dokter akan sulit untuk disembuhkan.


Amira langsung tersenyum mendengar ucapan judes dari Megan, perempuan itu berkata, "Sepertinya kalian sudah tidak sabar menunggu kami. Tenang saja, kami hanya datang untuk mengambil barang-barang kami lalu kembali untuk menempati rumah baru kami."

__ADS_1


Ucapan Amira langsung membuat semua orang tercengang dengan rasa percaya diri perempuan itu.


Hanya mendapatkan rumah yang jelek yang mungkin tidak lebih baik dari rumah sebelumnya yang ditempati oleh kedua orang itu, tapi mengapa begitu sombong dan begitu percaya diri mengatakannya????


__ADS_2