
Wiwin kembali berkata, "Tapi bagaimana kalau apa yang dikatakan oleh Amira itu memang benar?? Apa yang akan kita lakukan pada Putra kita satu-satunya? Satu-satunya penerus keluarga Zahirka?!!!!"
Melihat istrinya yang tampak gemetar, maka Alga dengan cepat menghampiri perempuan itu dan berkata, "Jangan cemas, kita tunggu dulu Tuan uban datang memeriksa Putra kita lalu mengambil kesimpulan."
Tetapi, Wiwin tidak bisa menghentikan air matanya, jadi perempuan itu berjalan ke arah sofa dan menangis di sana dengan suaminya yang berusaha menenangkannya.
Setelah menunggu selama 15 menit, akhirnya Tuan Uban yang ditunggu-tunggu semua orang kini datang juga memasuki ruangan.
"Apa yang terjadi?" Tanya Tuan Uban sembari berjalan cepat ke arah Zoka yang masih terbaring lemah di tempat tidur.
__ADS_1
"Keadaanya sangat buruk, dan rambutnya menjadi rontok serta kukunya menjadi hitam. Kami ingin melakukan tindakan medis, tapi karena Tuan selalu mengingatkan agar kami tidak melakukan apa-apa selain mengecek keadaannya saja, maka dari tadi kami membiarkannya seperti ini." Kata Sang dokter langsung membuat Tuan uban memegang pergelangan tangan pria itu dan mengamati wajahnya.
"Bagaimana keadaannya?" Tanya Ardan yang merasa sangat cemas dengan cucunya, apalagi ketika dia melihat Tuan Uban sudah lebih dari satu menit memeriksa cucunya, tetapi pria itu belum memindahkan tangannya.
Sementara Tuan Uban, dia kini merasa cemas saat merasakan nadi pria itu,,, denyut nadi yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
"Ini,, Apakah kalian tidak berbohong tidak memberinya sesuatu? Dia tidak memakan satupun obat atau makanan yang ia konsumsi... Apakah kalian menjaganya dengan benar?" Tanya Tuan uban dengan keringat berada di sekitar keningnya sembari tangan pria itu merogos akunya untuk mendapatkan pil.
"Bagaimana? Putraku baik-baik saja bukan?" Tanya perempuan itu kini merasa sangat cemas.
__ADS_1
"Dia akan baik-baik saja setelah meminum pil ini, tapi aku ingatkan pada kalian Pokoknya dia tidak boleh diberikan obat apapun." ucap Tuan Uban langsung diangguki oleh semua orang lalu pria itu mengambil sebuah pil dan memberikannya pada Wiwin.
"Larutan ini ke dalam air dan biarkan dia meminumnya. Setelah 30 menit hubungi aku jika tidak terjadi perubahan, karena aku masih mempunyai seorang pasien yang tak jauh dari sini." Ucap Tuan Uban langsung berjalan pergi meninggalkan tempat itu karena dia merasa sangat cemas.
Belum pernah dia mengobati seseorang dan memiliki efek samping seperti itu, jadi dia merasa cemas kalau terjadi sesuatu pada pria itu hingga membuat keluarga Zahirka memarahinya.
Apalagi, dia sudah mendapatkan banyak uang dari keluarga itu, jadi tentulah keluarga Zahirka sangat marah jika terjadi sesuatu pada cucu yang merupakan calon penerus mereka.
Wiwin yang mendapat pil dari tuan uban langsung melarutkan pil itu sesuai dengan petunjuk Tuan Uban, lalu memberikannya pada putranya.
__ADS_1
Sementara Alga, dia menarik ayahnya keluar dari kamar, "Apakah Ayah memperhatikan Tuan uban? Mengapa dia berkeringat seperti itu dan juga tampak gelisah seolah ada sesuatu yang salah.
"Ini pertama kalinya setelah dia memberikan obat dan tidak tinggal untuk berbincang-bincang, atau tinggal untuk melihat obat itu bekerja, tetapi dia langsung pergi. Aku menjadi sangat cemas, apalagi ketika aku mengingat ucapan Amira 2 minggu yang lalu." Ucap Alga pada ayahnya.