Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
245.


__ADS_3

Begitu tiba di kantor polisi, Amira langsung melihat kerumunan wartawan yang begitu banyak, tetapi ketika dia turun dari mobil dan melihat sekitarnya seorang polisi langsung menghampirinya dan membawanya lewat jalur belakang memasuki kantor polisi.


Dia kemudian dibawa ke sebuah ruangan yang tertutup dengan CCTV di seluruh sisinya.


'Aku mendengar banyak tentang ruangan ini, tempat orang-orang menggali informasi dan berusaha menekan korban agar menyatakan yang sebenarnya.' ucap Amira memperhatikan kaca besar yang terletak di depannya.


Tentu saja dia tahu bahwa tidak balik kaca besar itu ada beberapa orang yang sedang memperhatikannya, tetapi dia tidak terlalu memperdulikannya dan hanya bersandar pada kursi sambil menghela nafas.


Setelah beberapa saat, seorang pria berpakaian serba hitam memasuki ruangan dan duduk di depan Amira sembari meletakkan laptop dan beberapa buku catatan.


"Halo," ucap pria itu dengan senyum yang ramah menatap perempuan di depannya.

__ADS_1


"Ya," jawab Amira dengan santai.


"Perkenalkan namaku andarias, Kau boleh memanggilku anda." Ucap pria di depan Amira langsung diangguki oleh Amira.


"Tolong jangan cemas, ini hanya sebagian kecil dari pemeriksaan kami sebagai polisi internasional atas kasus yang sedang menimpa keluarga Maherson." Ucap pria di depan Amira sembari menunjukkan sebuah data pada Amira.


"Tolong baca semua data-data yang ada di sini dan katakan pada saya apakah semua data-data itu sudah cocok atau tidak," ucap Anda langsung membuat Amira membaca seluruh data-data pribadinya lalu dia menganggukkan kepalanya.


"Kami memanggilmu kemari karena dari hasil interogasi kami mendengarkan namamu disebut beberapa kali dari kedua pewaris keluarga Maherson. Katanya kau adalah orang yang melaporkan kejahatan keluarga Maherson terhadap kami?" Tanya Andarias langsung membuat Amira mengerutkan keningnya.


"Dia bilang begitu?" Tanya Amira dengan raut wajah yang heran.

__ADS_1


"Ya, dari rekaman CCTV yang kami terima di rumah sakit, kau naik ke lantai 17 pada pukul 09.55, lalu keluar dari sana pada pukul 10.14. artinya kau berada di tempat itu hampir 20 menit. Dan sebelumnya beberapa kali kau juga sudah datang ke tempat itu,, Apakah kau bisa mengatakan apa yang kau lakukan di sana?" Tanya Andarias langsung membuat Amira berpikir.


"Hm,, aku datang ke sana karena panggilan dari keluarga Maherson yang menyeruku untuk menyembuhkan tuan besar Maherson. Aku pergi ke sana untuk memeriksa keadaan pria itu agar bisa menentukan obat yang tepat untuknya.


"Dan terakhir kali ketika aku pergi ke sana aku pergi untuk memberikan obat yang diperlukan oleh keluarga Maherson. Mereka sepakat untuk membeli obat itu dengan harga 100 triliun, tetapi ketika aku tiba di sana...


"Aku melihat semua uang yang ada di tempat itu ialah uang palsu jadi aku memutuskan untuk pergi, tetapi aku masih memberikan obat pada mereka karena kami sepakat bahwa mereka akan kembali menggantikan obat itu dan obat yang kuberikan pada Tuan besar maherson hanya akan membuatnya bertahan selama dua Minggu.


"Jadi selama dua minggu berikutnya aku menunggu uang 100 triliun itu dikumpulkan sebelum menyerahkan obat berikutnya." Ucap Amira langsung membuat pria di depan Amira menganggukkan kepalanya.


"Lalu bagaimana kau tahu kalau uang di dalam tempat itu adalah uang-uang palsu?" Tanya sang pria yang jelas tahu bahwa Amira tidak mungkin begitu cepat mengetahui uang-uang itu adalah uang uang yang palsu.

__ADS_1


"Hm,, gampang saja," ucap Amira merogos akunya dan mengeluarkan selembar uang dolar dari sakunya.


__ADS_2