
"Iya, siapapun yang memenangkan proyek 300 miliar akan menjadi direktur perusahaan Barata!!" Ucap Rena membuat Amira tersenyum. Bahkan Fernando juga kini tersenyum menatap istrinya.
Bayu dan istrinya yang mendengar ucapan ketiga orang itu kini hanya bisa merasa lesu di tempatnya.
'Sayang sekali, seharusnya kalau dari awal aku mengetahui ini, aku harusnya menyuruh putraku untuk memenangkan proyek 300 miliar itu. Kalau jadi begini, putraku jadi tidak bisa menjadi direktur perusahaan.' Ucap Aulia dalam hati kini merasa bahwa keluarganya akan tetap di rendah kan oleh keluarga pertama dan kedua.
Tetapi kemudian, perempuan itu dikejutkan oleh Amira yang kembali berkata, "kalau begitu, suamiku akan tetap menjadi seorang direktur!!"
Ucapan Amira langsung membuat semua orang menatap perempuan itu dengan bingung, bahkan Mahesa dan Brama pun kini tak berdaya di tempatnya, karena mau berbicara apapun, sudah terlambat untuk mengatakannya, sebab semua orang telah menyetujui nya.
"Apa maksudmu?" Tanya Rena.
Amira tersenyum lalu perempuan itu mendongak menatap.
"Sayangku, cepat tunjukkan kontrak yang sudah kau tanda tangani dengan grup Rakin!" Ucap Amira langsung membuat Fernando menarik kontrak dari tas yang ia bawa lalu meletakkannya di atas meja.
__ADS_1
"Silahkan semua melihat kontrak ini, di sini jelas tertulis bahwa proyek yang dimenangkan suamiku bukanlah proyek dengan nilai 150 milliar, melainkan proyek dengan nilai 300 miliar!!!" Ucapan Amira kembali membuat semua orang terkejut, lalu Rena dengan cepat mengambil kontrak itu.
Tangan perempuan tua itu sedikit gemetar membuka kontraknya dan semakin gemetar memegang kontrak itu saat melihat nilai yang begitu fantastic tertera pada surat kontrak itu.
"Ada apa Bu?" Rizal memperhatikan ekspresi ibunya dan pria itu tak bisa menahan dirinya untuk mendekat ke arah Rena lalu melihat isi kontrak yang ada di tangan perempuan tua itu.
300 milliar...!!!!
"I,,, ini??" Rizal tergagap menatap Fernando dengan rasa tak percaya.
Mengapa malah kembali membawa kontrak dengan nilai proyek yang paling besar?
Bahkan putranya dan cucu kedua keluarga Barata yang pergi mendapatkan proyek 300 miliar tidak bisa mendapatkan proyek itu, tapi malah sampah ini....!!!
Bagaimana bisa?!!!
__ADS_1
"Bagaimana? Jadi kapan suamiku akan dilantik menjadi direktur? Aku rasa perlu sebuah pesta untuk merayakan hal ini!!!" Ucap Amira membuat semua orang menatap tak percaya pada perempuan itu.
Bukan hanya mendesak semua orang untuk menjadikan suaminya menjadi direktur, tetapi sekarang malah mendesak keluarga Barata untuk mengadakan pesta penyambutan suaminya menjadi seorang direktur!!!
Perempuan yang awalnya tidak berani berbicara di depan anggota keluarga Barata kini berubah menjadi seorang perempuan yang begitu tak tahu malu!!!
"Baiklah, nenek akan berbicara dengan pendeta untuk memilih waktu yang tepat. Dan karena kita sudah mendapatkan proyek dengan nilai besar ini, maka mulai hari ini Fernando akan memimpin sendiri jalannya proyek ini!!!" Ucap Rena yang kini mengerti bahwa dirinya tidak bisa lagi menyangkal ucapan Amira.
Lagi pula, dengan mulutnya sendiri dia membuat janji di depan semua orang, jadi tidak mungkin mengingkarinya begitu saja!!!
Tetapi ucapan Rena langsung membuat amarah Rizal meledak, "Apa Bu?!! Tidak!! Tidak ada yang boleh menjadi direktur selain putraku!!!!" Teriak Rizal tak bisa menahan amarah nya mendengar keputusan ibunya yang terlalu tiba-tiba.
"Oh,, tak bisa? Kalau begitu silahkan buat putramu memenangkan proyek senilai 300 miliar atau lebih dari perusahaan lain agar dia bisa menggantikan suamiku menjadi seorang direktur!!" Ucap Amira dengan penuh percaya diri membuat Rizal semakin marah menatap perempuan itu.
Mengetahui keadaan sudah sangat buruk, Rena akhirnya menghela nafas lalu dia berkata, "pokoknya, pembicaraan hari ini sudah cukup sampai disini. Aku akan menyiapkan acara penyambutan direktur baru perusaahan kita!
__ADS_1
"Dan sampai acara penyambutan dimulai, maka saat ini perusahaan akan tetap dipimpin oleh Rizal." Ucap Rena lalu berbalik meninggalkan semua orang yang kini berada dalam pikiran mereka masing-masing.