
Amira berdiri bersama Yura, saling berbincang-bincang sembari menikmati minuman mereka.
Ada banyak orang yang mendekati mereka dan bercakap-cakap dengan Yura, tentu saja mereka melakukan pendekatan pada Yura sebagai perempuan yang berasal dari keluarga kaya.
Beberapa pula membagikan kartu nama dan menjelaskan bisnis mereka, tetapi tidak ada satupun yang memberikannya pada Amira.
Bahkan mengajak bicara pun, tak ada yang melakukannya, mereka hanya berbincang dengan Yura lalu pergi setelah memberikan kartu nama.
'Ah orang-orang ini, mereka masih sama saja seperti dulu,' pikir Amira merasa muak dengan kelakuan orang-orang di situ, jadi dia meletakkan gelas miliknya dan menatap Yura.
"Aku akan ke toilet sebentar," kata Amira langsung diangguki oleh Yura.
Maka begitu, Amira langsung berjalan ke arah toilet sambil melihat sekelilingnya.
__ADS_1
Perempuan itu melirik ke arah para perempuan yang sedang tertawa terbahak-bahak, 'itu mereka, orang-orang yang kemarin mempermalukanku di acara reuni kelas!!' geram Amira dalam hati memberi tanda pada para perempuan-perempuan itu, lalu dia berbalik ke arah toilet.
Di dalam toilet, Amira duduk sendirian sambil memeriksa ponselnya, di mana seluruh informasi orang-orang yang berasal dari satu kelas yang sama dengannya tertera di sana.
Tetapi perempuan itu belum selesai membaca semuanya ketika beberapa perempuan memasuki toilet.
"Hei!! Sial!!! Aku kembali lagi teringat pada Amira sialan itu!! Bagaimana bisa dia berubah cantik seperti itu?!! Mengesalkan saja!!!" Garam salah satu perempuan yang bernama Stefani.
"Ahh, benar,, aku sangat kesal waktu semua pria melihat ke arahnya seperti melihat seorang Dewi. Padahal mereka semua tahu bagaimana perempuan itu ketika kita masih sekolah, tapi Dasar pria, mereka hanya melihat yang sekarang saja!!!" Tegas perempuan bernama Kiyora.
"Benarkah?!! Kalau begitu akan terjadi pertunjukan bagus. Hah... Aku harap pertunjukannya sama seperti ketika kelas kita mengadakan reuni. Kalian ingat saat itu bukan? Dia sangat memalukan aku bahkan aku sampai berpikir bahwa dia akan mengompol di celana!! Ha ha ha!!!" Tawa Stefani.
"Ha ha ha,,, aku terus teringat dengan dengan kejadian itu sejak kemunculan Amira di tempat ini. Sungguh memalukan untuk diingat, jadi ak--"
__ADS_1
Brak!!!
Ketiga perempuan yang bergosip sangat terkejut ketika pintu toilet tiba-tiba saja dibuka dengan kencang, lalu menampakan Amira yang berdiri menghadap mereka.
"Ka,, kau??" Ruby sangat terkejut melihat kemunculan Amira, sebab dia tidak berpikir bahwa perempuan itu bersembunyi di dalam bilik toilet.
"Ah,,, awalnya aku ingin menggunakan toilet dengan tenang, tapi Siapa yang menyangkah bahwa 3 monyet yang begitu berisik malah datang kemari. Oya, apa kata Kalian tadi? Berharap aku dipermalukan di tempat ini?" Tanya Amira sembari tertawa jahat menatap 3 perempuan di depannya.
"Sial!!! Apa maksudmu dengan ekspresi seperti itu?!! Kau belum cukup puas kami permalukan dan olok-olok di acara reuni kelas kita? Sepertinya kau ingin merasakannya lagi hari ini?!! Dasar perempuan dengan wajah plastik!!!" Bentak Kiyora sembari melemparkan tatapan menghinanya pada Amira.
"Aah,,, Jadi kalian sudah tahu kalau wajahku ini adalah wajah hasil operasi plastik? Bagus sekali, kalau begitu Aku tidak akan sungkan-sungkan lagi." Ucap Amira lalu dia menggerakkan tatapannya menatap Ruby.
"Apa yang,," Ruby terkejut melihat Amira yang begitu mendekat ke wajahnya seperti mencari sesuatu di wajahnya.
__ADS_1
Apakah rahasianya akan terbongkar???