
Kediaman keluarga Zahirka, Ardan yang baru saja berteleponan dengan Amira menutup teleponnya dengan nafas pria itu tertahan.
"Ayah bagaimana? Bagaimana? Apa yang dikatakan Amira??? Dia mau datang kemari kan membantu kita?" Tanya Wiwin dengan wajah perempuan itu telah berlumuran air mata karena ketakutannya bila anaknya pergi meninggalkannya.
Sementara Alga, pria itu merangkul istrinya yang sangat lemas sembari menatap ayahnya karena dia juga ingin mengetahui informasi dari ayahnya.
Tetapi Ardan, pria itu menatap kedua orang itu Dan rasa sesal memenuhi seluruh hatinya karena dia telah melakukan sebuah kesalahan besar!!!
Dia harus memberikan sebuah nyawa yang berharga hanya karena dia yang mengatakan hal itu pada Amira.
Seandainya hari itu dia menunda saja membawa uang 100 miliar dari kediaman keluarga Rakin, maka tidak akan terjadi hal seperti ini!!!!
Seandainya dia tidak pernah menghina Amira dan tidak pernah merendahkan perempuan itu, seandainya dia percaya saja pada keluarga Rakin yang mempercayai Amira maka dia tidak akan pernah berada dalam situasi seperti ini!!!
__ADS_1
Nyawa cucunya,, pewaris keluarga mereka satu-satunya sedang dipertaruhkan, nyawa tersebut terancam hanya gara-gara ucapannya!!!
"Ayah harus pergi, kalian harus menjaga cucu ayah," kata pria itu akhirnya berbalik pergi meninggalkan kediaman keluarganya dan menaiki mobil.
Dia akan pergi ke rumah Amira dan berlutut di sana memohon agar perempuan itu mengubah hatinya.
Tetapi, ketika dia tiba di kediaman Amira gerbang sama sekali tidak dibukakan para pelayan berkata bahwa Amira tidak mau menerima tamu.
"Apa itu di luar?" Tanya Bayu pada menantunya saat dia mendengar keributan keributan dari luar.
"Benarkah?" Ucap Bayu langsung keluar karena dia merasa sangat penasaran jadi pria itu pergi menemui pria yang berteriak teriak di depan rumahnya.
"Ada apa?" Tanya Bayu ketika dia sudah tiba dan langsung membuat Ardan menghampiri pria itu dan berlutut di depan Bayu.
__ADS_1
Baru pertama kali itu seseorang berlutut di depan Bayu, jadi Bayu merasa sangat canggung hingga tubuhnya agak gemetar dan dia berpegangan pada pagar sembari mundur beberapa langkah.
"Apa yang Tuan lakukan?" Tanya Bayu yang merasa sangat terkejut.
Ardan menatap pria di depannya, "Bisakah Tuan kembali ke dalam rumah dan sampaikan pada Amira bahwa cucu saya sedang sekarat dan aku perlu Amira untuk menyembuhkannya.
"Tolong juga sampaikan permintaan maaf saya atas kata-kata yang telah saya ucapkan, saya benar-benar tak sadar ketika mengatakan itu. Jadi tolong, tolong kembali lagi dalam dan sampaikan pada Nona Amira bahwa saya benar-benar menyesal atas apa yang sudah saya katakan." Ucap Ardan sangat mengejutkan Bayu.
Bayu yang mendengar ucapan pria di depannya sama sekali tidak mengerti, jadi pria itu menatap Ardan dengan bingung, "Apa maksudmu?" Tanya Bayu.
Namun Ardan belum menjawab ketika Amira sudah muncul dari balik gerbang dan berkata pada Bayu, "Ayah masuklah, aku yang akan berbicara dengannya." Ucap perempuan itu langsung membuat Bayu masuk karena dia tidak mau ikut campur dengan urusan menantunya.
Sementara Ardan, begitu dia melihat Amira dia yang sudah berlutut di tanah dengan tubuh gemetar Dia berkata, "Tolong maafkan kata-kata saya terakhir kali, saya benar-benar tidak berniat mengatakan itu dengan tulus.
__ADS_1
"Tolong,, Tolong selamatkan cucu saya yang sedang sekarat. Tuan uban sudah kabur ke luar negeri setelah memperparah keadaan cucu saya dan sekarang saya hanya bisa mengharapkan Nona Amira untuk melakukan pengobatan terhadap cucu saya. Apapun yang Nona Amira inginkan akan saya penuhi Tapi tolong sembuhkanlah cucu saya."