Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
183.


__ADS_3

Di sebuah restoran yang didekorasi dengan mewah, sepasang suami istri yang terlihat seperti pasangan yang begitu sempurna baru saja memasuki restoran.


Pemandangan yang sangat langka itu langsung saja membuat mata semua orang tertuju pada sepasang suami istri itu.


Fernando yang tidak biasa diperhatikan langsung menelan air liurnya sembari menatap ke arah istrinya yang tampak begitu percaya diri melangkahkan kakinya.


'Uh,, biasanya, istriku lah yang tidak percaya diri menampakkan diri ke publik, tapi mengapa sekarang jadi sebaliknya?' pikir pria itu dalam hati.


"Selamat datang tuan dan nyonya, Apakah sebelumnya sudah melakukan reservasi?" Tanya seorang pelayan yang menghampiri mereka.


Amira langsung menganggukkan kepalanya, "iya, atas nama Amira Barata," ucap Amira.


"Ah, baiklah, silakan ikuti saya," ucapkan pelayan yang sudah menghafal seluruh daftar reservasi pada hari itu.

__ADS_1


Maka mereka segera dibawa ke lantai 3 ke sebuah meja yang terletak di dekat jendela kaca.


Ketika mereka berdua telah duduk, Fernando menatap sekelilingnya lalu kembali menatap istrinya sambil berkata, "tempat ini sangat mahal, Apakah kau yakin kita akan makan di sini?"


Pertanyaan suaminya langsung membuat Amira tersenyum, "tentu saja kita akan makan di sini, Aku bahkan sudah membayarnya." Ucap Amira membuat Fernando tersentak kaget.


"Be,, benarkah? Tapi,, berapa biaya yang kau bayar untuk makan di tempat ini?" Tanya Fernando yang merasa bahwa restoran itu adalah restoran mahal, jadi tentu saja membutuhkan biaya yang mahal untuk menikmati makanan di tempat itu.


"Tidak banyak, hanya 2 juta saja," ucap Amira langsung membuat Fernando melototkan matanya.


'Hah,,, aku lupa memikirkannya, kalau aku mengatakan yang sebenarnya maka pria ini pasti akan begitu terkejut. Lalu dia akan kembali lagi bertanya tentang asal uang yang kami gunakan untuk makan.' ucap Amira dalam hati kini merasa bahwa dirinya sedikit tersiksa menikahi Fernando.


Tetapi Amira tetap tersenyum dan berkata, "ini masih bagian dari malam pertama kita, jadi kau tidak boleh berpikir bahwa uang dua juta itu tak layak untuk digunakan sekali makan malam!"

__ADS_1


Tetapi Fernando yang mendengarnya, pria itu tertegun di tempatnya, 'astaga, sekarang aku baru tersadar, bahwa malam pertama kami pun aku tidak mengeluarkan sepeser uang untuk hal istimewa seperti itu.


'Dan sekarang makan malam ini,,, bahkan Amira menggunakan uangnya sendiri karena aku tidak punya uang untuk diberikan pada perempuan ini.' ucap Fernando dalam hati kini menyesali dirinya yang benar-benar tak berguna untuk istrinya.


Amira memperhatikan suaminya yang tampak berpikir dalam dan berwajah lesu, lalu perempuan itu berkata, "apa yang kau pikirkan? Apakah kau sedang memikirkan perempuan lain di depanku?"


Pertanyaan Amira langsung menyadarkan Fernando lalu pria itu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, "bukan apa-apa, aku hanya memikirkan tentang proyek dari grup Rakin," ucap Fernando berbohong sembari berusaha memperbaiki raut wajahnya.


"Baiklah," Amira menganggukkan kepalanya, "tapi meski begitu di saat-saat seperti ini kau seharusnya tidak memikirkan masalah pekerjaanmu. Kau harus fokus pada makan malamnya," ucap Amira langsung menoleh ke arah para pelayan yang kini menghampiri mereka dengan membawa makanan yang telah dipesan oleh Amira sebelumnya.


"Baiklah," jawab Fernando berusaha memperbaiki suasana hatinya.


Saat para pelayan sudah mengatur makanan di atas meja, Fernando kembali menelan air liurnya melihat makanan mewah yang ada di hadapan mereka, 'istriku pasti senang kalau setiap hari dia bisa makan seperti ini. Sayang sekali, gajiku di perusahaan terlalu kecil untuk menyediakan makanan seperti ini untuknya.

__ADS_1


'Bahkan untuk membeli sebuah mobil, aku tak sanggup melakukannya dan harus menggunakan mobil yang diberikan oleh keluarga Rakin untuk istriku. Bahkan ayahku pun menggunakan mobil yang dibeli oleh istriku dengan uangnya sendiri,' pikir Fernando.


__ADS_2