Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
131. Taruhan mendorong mobil sampai ke depan rumah


__ADS_3

Bip...!!!


Bip...!!


Bip...!!


Mobil dari belakang Fernando langsung membunyikan klakson mereka saat Fernando sudah beberapa menit berbicara dengan petugas, namun mobilnya tidak diizinkan untuk masuk.


Saat itu pula Gerald menghampiri sang petugas dan berkata, "dia ini orang miskin, tidak akan mampu membeli rumah di sini, jadi jangan mempercayainya!!!"


Sang petugas menatap pria itu dan berkata, "saya juga berpikir begitu,, oleh sebab itu saya menahannya, tapi dia terus berkata bahwa istrinya akan menjemputnya, dan hanya menginginkan untuk memarkir mobilnya di sini sebentar."

__ADS_1


"Benarkah?" Tanya Gerald pada Fernando sembari menatap Fernando yang berdiri dengan wajah yang masih memar karena mendapat tamparan dari Gerald.


Fernando mengabaikan Gerald dan hanya melihat pada petugas, "tuan, saya benar-benar berkata yang sesungguhnya, istri saya sedang dalam perjalanan untuk menjemput saya di sini." Ucap Fernando yang sangat mempercayai istrinya bahwa perempuan itu memang akan datang menjemputnya.


Mendengar itu, Gerald tersenyum lalu dia memikirkan sesuatu dalam hatinya dan berkata, "aku bisa berbicara pada petugas ini untuk mengizinkanmu menunggu istrimu yang menjemputmu dari dalam kompleks, tapi sebelum itu, Bagaimana kalau kita membuat taruhan?"


Ucapan Gerald langsung membuat Fernando mengerutkan keningnya lalu dia menatap Gerald dengan bingung, "taruhan apa yang kau maksud?!" Tanya Fernando.


Geral tersenyum lalu pria itu melepas kacamatanya dan berkata, "siapapun yang kalah harus mendorong mobilnya sampai ke depan rumahnya, bagaimana menurutmu?"


"Kalau kau tidak berani, itu artinya bahwa kau memang tidak memiliki rumah di sini, dan tidak akan ada istrimu yang datang menjemputmu." Sela Gerald, "Oh, atau kau mau pihak keamanan dan mengusirmu dari sini dan mempermalukanmu di depan semua orang?!!" Ucap Gerald dengan senyum provokasi menatap pria di depannya.

__ADS_1


Fernando kembali melihat ke arah belakang mobilnya, Di mana beberapa mobil sudah mengantri sembari membunyikan klakson mereka.


Oleh sebab itu Fernando menganggukkan kepalanya, "Baiklah, terserah apa katamu." Ucap Fernando sembari membuka pintu mobilnya. .


Namun ketika dia hendak masuk ke mobilnya, dia ditahan oleh Gerald, "jangan terlalu buru-buru, kita harus memastikan bahwa hukumannya benar-benar dilakukan. Bukan begitu Pak?" Ucap Gerald menata penjaga gerbang.


Karena penjaga gerbang itu tidak mau menyinggung Gerald yang merupakan salah satu pemilik rumah kelas 2 di tempat itu, maka dia hanya menganggukkan kepalanya, "kami akan menjadi saksi atas taruhan kalian dan akan memastikan siapapun yang kalah akan mendorong mobilnya sampai ke depan rumahnya." Ucap pria itu sembari menghela nafas menatap Fernando.


Bila Fernando tidak tinggal di kompleks itu, maka pria itu harus mendorong mobilnya sampai ke rumahnya, di manapun rumahnya berada, bahkan jika jaraknya mencapai 10 km dari tempat itu.


'Pria muda ini terlalu arogan, dia akan dipermalukan nanti,' pikir petugas itu menatap Fernando dengan rasa kasihannya.

__ADS_1


Tetapi Gerald yang ada di sana langsung tersenyum puas, "Kalau begitu, sudah dipastikan jika dia berbohong maka dia akan mendorong mobilnya sampai ke depan rumahnya, tetapi jika dia tidak berbohong, maka akulah yang akan mendorong mobilku sampai ke depan rumahku!!


"Tuan harus memastikan bahwa taruhan ini dilakukan dengan sebaik mungkin, yang kalah tidak boleh mengelak!" ucap Gerald langsung di iyakan oleh sang petugas, lalu membiarkan Fernando masuk ke dalam kompleks.


__ADS_2