Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
198. Menggoda keluarga Maherson


__ADS_3

Amira kembali memasuki aula dan melihat semua orang masih sementara sibuk, jadi perempuan itu berjalan dengan langkah percaya diri untuk kembali menemui Yura.


Tetapi langkahnya terhenti ketika di hentikan oleh salah seorang perempuan yang dikenali Amira sebagai salah satu teman Leona.


Dia langsung teringat akan ucapan 3 perempuan yang tadi di toilet, "Tapi kalian Tenang saja, aku secara tidak sengaja mendengar bagaimana teman-teman Leona berbicara, bahwa mereka akan membuat pelajaran untuk Amira. Kita hanya perlu menantikan pertunjukan bagusnya." Ucapan Ruby kembali melintas di kepala Amira.


"Hei,, perkenalkan namaku Hana. Aku adalah manajer di kk entertainment. Aku melihatmu dan sangat tertarik untuk merekrutmu di agensi kami." Ucap Hana langsung menyerahkan kartu namanya pada Amira.


Dengan tenang, Amira mengambil kartu nama itu dan membaca informasi pada kartu nama.


"Bagaimana kalau kita berbincang-bincang sebentar?" Kembali ucap Hana sembari memandang Amira dengan wajah penuh harap.


'Cih!! Entah apa rencananya, tapi aku akan mengikuti permainannya,' pikir Amira dalam hati, lalu dia menatap perempuan di depannya sambil menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Kalau begitu, kita bisa duduk di sana," ucap Hana sembari menunjuk sebuah meja kosong, lalu kedua perempuan itu segera berjalan ke arah meja.


Sembari berjalan, Hana tersenyum menghina melihat sikap Amira yang begitu percaya diri untuk direkrut di agensinya.


'Dasar perempuan bodoh! Tentu saja aku tidak ingin menjadikanmu bagian dari agensi kami!! Ini hanya basa-basi sebelum membuatmu masuk ke dalam jebakan kami!!!' ucapan Hana dalam hati sembari memberi kode pada Leona dan teman-temannya yang sedang berdiri mengamati mereka.


Dan akhirnya, keduanya tiba di meja kosong, lalu Amira duduk di salah satu kursi sembari menatap Hana yang masih berdiri.


"Kau tunggulah di sini sebentar, aku akan mengambil minuman untuk kita," ucap Hana langsung diangguki oleh Amira.


"Tidak perlu sungkan, lagi pula aku benar-benar ingin merekrutmu di perusahaanku, jadi kita harus berbicara dengan nyaman." Kata Hana segera berbalik untuk mendapatkan minuman.


Amira yang ditinggalkan hanya bisa diam menghela nafas, lalu perempuan itu melihat sekelilingnya dan tatapannya terhenti pada seorang pria yang berjalan mendekat ke arahnya.

__ADS_1


'Norman Maherson, Apakah dia di sini karena berhubungan dengan telepon dan pesan kakaknya yang tidak ku balas itu?' pikir Amira dalam hati.


"Halo," ucap Norman menyapa Amira.


"Hai," jawab Amira dengan senyum indah di wajahnya.


"Bolehkah aku duduk di sini?" Tanya Norman.


"Ah, tentu," kata Amira mempersilahkan Norman duduk bersamanya.


Sembari melihat pria di depannya duduk, Amira melirik ke arah Leona dan teman-temannya yang berdiri memandangi mereka.


'Apakah ini juga bagian dari rencana mereka?' pikir Amira dalam hati yang merasa begitu aneh.

__ADS_1


Tetapi tak didengar oleh Amira ketika Leona yang berdiri bersama teman-temannya berkata, "dia adalah perempuan menyebalkan yang ingin masuk ke dalam keluarga Maherson. Sudah punya suami tapi masih menggoda orang lain, lihat saja, sebentar lagi kamu akan dipermalukan!"


"Ah,, benar, dia memang pantas diberi pelajaran. Norman berpamitan untuk pergi ke toilet, tetapi begitu dia melihat Amira menggodanya, dia malah tinggal berbincang dengan perempuan itu!! Aku tidak sabar Hana segera menghampiri mereka dan memberikan minuman itu!!!" Geram salah satu perempuan yang berdiri di samping Leona.


__ADS_2