
Setelah Amira selesai menelpon seseorang, maka kedua orang itu kemudian memasuki rumah sakit dan menanyakan tentang nama Rena di resepsionis rumah sakit.
Setelah mendapat kan nomor kamarnya, maka kedua orang itu kemudian melangkah ke lift untuk pergi ke kamar yang telah disewa oleh keluarga Barata.
Begitu memasuki lift, Amira kemudian menatap suaminya, "Jangan cemas, lagi pula kita hanya akan pergi melihat pertunjukan." Ucap perempuan itu langsung diangguki oleh Fernando.
Maka, mereka kemudian tiba di depan sebuah ruang perawatan dan mengintip lewat kaca kecil pada pintu, di dalamnya seluruh keluarga Barata sedang berkumpul sembari memainkan ponsel mereka.
Tok tok tok....
Fernando mengetuk pintu kamar itu, lalu kemudian seseorang membuka pintunya dan semua orang terkejut ketika melihat ternyata yang datang adalah Fernando dan Amira.
Orang itu kemudian menyuruh kedua orang itu masuk lalu mereka melihat Rena yang tadinya duduk dengan santai kini sudah berbaring lagi di tempat tidur setelah mengetahui kedatangan Fernando dan Amira.
__ADS_1
'Bodoh. Memangnya tadi kami tidak mengintip dulu ke dalam kamar sebelum masuk?' ucap Amira dalam hati sembari menatap perempuan yang berpura-pura sakit di tempat tidur.
"Akhirnya kalian datang juga, dari tadi nenek terus mencari kalian berdua dan memohon-mohon pada kami agar menghubungi kalian." Ucap Raina sembari menatap 2 orang yang berdiri dengan santai.
Amira yang mendengar itu langsung tersenyum mengejek lalu dia berkata, "kami sudah tahu kalau dia akan sakit, karena itu semua disebabkan oleh utang yang terlalu menumpuk bukan? Jadi hari ini aku dan suamiku sebenarnya datang ke sini untuk menegaskan pada kalian semua bahwa mulai saat ini dan seterusnya kami tidak lagi menjadi bagian dari keluarga Barata. Jadi terserah kalian mau bagaimana itu bukan urusan kami lagi."
Ucapan Amira mengejutkan semua orang, bahkan Rena yang terpura-pura sakit kini mengepal erat tanganmu di bawah selimut tetapi perempuan itu tetap berpura-pura tenang dan seperti orang yang sedang beristirahat.
Sementara Rizal yang mendengar ucapan Fernando, pria itu kemudian menatap Fernando dengan marah, "kalian keluarga ketiga, Apakah kalian meninggalkan keluarga Barata karena apa yang terjadi? Karena kalian sudah melihat kalau keluarga akan bangkrut jadinya kalian berkata seperti ini?
"Apakah sedikitpun kalian sudah tidak memiliki hati nurani?" Tanya Rizal dengan suara yang tinggi menatap kedua orang di depannya yang amat membuatnya kesal.
Amira yang mendengar itu kemudian tersenyum, "yang pertama yang ingin kukatakan ialah bahwa keluarga kami tidak pernah mengemis untuk dijadikan direktur. Lihat saja sekarang, saat kalian mengangkat direktur lain maka suamiku tidak pernah meminta supaya kalian jangan mengangkat direktur lain selain dirinya.
__ADS_1
"Dan yang kedua yang ingin ku katakan bahwa, kami tidak pernah meninggalkan keluarga Barata, tetapi keluarga Barata lah yang meninggalkan kami. Kalian membuat Kami pergi dari keluarga Barata karena sikap kalian yang tidak memperdulikan keluarga ketiga, buktinya saja Apakah jika sekarang kalian tidak sedang yang kesusahan, dan hanya suamiku yang bisa menghentikannya maka kalian masih akan mencari kami? Pastinya tidak bukan?
"Pastilah saat ini kalian sedang bersenang-senang dan tidak akan mengingatkan lagi. Dan yang ketiga ingin kukatakan ialah, masuk!" Ucap Amira mengejutkan semua orang.
Tidak ada yang mengerti dengan kata terakhir yang diucapkan oleh perempuan itu, tetapi ketika pintu rumah sakit terbuka maka beberapa penjaga memasuki kamar tersebut.
Plak!!!
Penjaga itu melemparkan uang ke keluarga Barata sembari berkata, "sekarang juga kalian pergi dari sini!!! Jangan lagi datang kemari untuk menggunakan Rumah sakit kami sebagai tempat untuk berpura-pura sakit!!!"
Ucapan penjaga itu membuat semua orang terkejut, tetapi Rena masih tetap saja berpura-pura tidur.
Sementara Amira, dia langsung berkata, "nenek tidak perlu berpura-pura sakit lagi, karena kami sudah tahu Jadi sebaiknya kalian semua kembali ke rumah dan pikirkan cara membayar semua denda yang harus kalian tanggung pada keluarga Rakin, atau mungkin nyonya besar Barata mungkin akan berakhir di penjara seumur hidupnya."
__ADS_1
Semua yang mendengar ucapan Amira kini terpaku di tempat mereka dengan wajah pucat, karena tak menyangka bahwa Amira dan Fernando sudah mengetahui semuanya.
Yang artinya bahwa keluarga mereka akan segera bangkrut lalu pemilik perusahaan itu yang adalah Rena Barata akan ditahan di dalam penjara sementara mereka tidak akan memiliki tempat tinggal untuk tinggal karena semua aset akan disita.