
Amira dengan tenang mencari buku-buku sampai akhirnya ia menghentikan langkahnya ketika dia melihat sebuah buku kuno yang tampak menarik perhatiannya.
Perempuan itu kemudian mengambil buku itu dan membawanya ke depan Halina untuk membacanya sambil menemani perempuan itu minum teh.
"Buku apa yang kau ambil itu?" Tanya Halina langsung membuat Amira memperlihatkan buku di tangannya.
"Aku hanya mengambil yang secara acak. Tapi oya, Aku ingin menanyakan saat kita di SMA, hari itu waktu kita di toilet, membicarakan tentang acara pentas kreasi sekolah, apa kau ingat apa yang dikatakan oleh perempuan yang masuk ke dalam toilet?" Tanya Amira langsung membuat hak Halina mengerutkan keningnya.
'Sial, Kenapa dia malah menanyakan hal di masa lalu? Mana aku tahu apa yang terjadi saat itu,' gerutu Halina dalam hati, lalu dia pura-pura menggaruk belakang telinga, "aku juga tidak terlalu ingat. Memangnya ada apa dengan perempuan itu?" Tanya Halina.
"Ah,, aku pikir kau masih mengingatnya, karena saat itu kita bahkan menceritakannya saat keluar dari toilet." Kata Amira sembari mengulurkan tangannya mengambil teh yang telah diseduh oleh Halina.
__ADS_1
Sementara Halina, dia menelan air liurnya lalu perempuan itu berkata, "kita memang membicarakannya tetapi aku sudah tidak terlalu ingat. Lagi pula itu kejadian di masa yang lalu dan tidak terlalu penting Jadi sepertinya Aku tidak terlalu memikirkannya saat itu."
Amira yang mendengar itu menyeruput tehnya lalu dia kembali meletakkannya sembari tersenyum pada Halina, 'aku sudah menduga, dia tidak akan mengetahuinya karena perempuan ini bukan Halina yang asli.
'Jelas-jelas tidak ada kejadian seperti itu di toilet, tapi dia malah mengakuinya. Kalau begitu, di mana Halina yang asli?' ucap Amira dalam hati yang merasa sangat aneh dengan perempuan yang di depannya memang terlihat mirip sekali dengan Halina, tapi perempuan itu bukanlah Halina.
"Hm,, aku mengerti, Aku hanya penasaran saja. Apakah kau masih ingat obrolan kita saat itu. Oh ya, ke mana Ayah dan ibumu?" Tanya Amira kini mulai mengalihkan topik pembicaraan.
Pertanyaan perempuan itu langsung membuat Halina bernapas dengan lega karena dia merasa tenang kalau perempuan itu tidak lagi membahas masa lalu.
"Ahh,, Kau tidak perlu seperti itu, lagi pula, aku sudah cukup tenang karena kau kembali dengan selamat." Kata Amira sembari membuka buku yang ada di tangannya.
__ADS_1
"Ahh, Kau bacalah bukunya dulu, aku akan ke kamar sebentar." Ucap Halina yang tiba-tiba teringat sesuatu, jadi perempuan itu bergegas meninggalkan Amira.
Amira yang ditinggalkan membuka buku di depannya dan terkejut ketika dia mendapati selembar foto diletakkan di tengah-tengah buku kuno itu.
Wajah perempuan itu langsung berubah pucat ketika dia melihat foto yang ada di tengah-tengah buku itu sangat mirip dengannya.
"Siapa ini?" Ucap Amira memperhatikan dengan seksama foto itu dan perempuan yang bersama dengan laki-laki itu benar-benar mirip dengannya.
Tetapi terlihat jelas bahwa foto itu diambil beberapa puluh tahun yang lalu, semuanya tergambar dari kualitas foto yang diambil masih berwarna kekuningan.
Perasaan Amira menjadi tidak karuan lalu dia membalik foto tersebut dan menemukan tulisan di belakangnya.
__ADS_1
*Foto ini adalah hadiah perpisahan yang kuterima dari suamiku dan kami akan berpisah untuk waktu yang sangat lama. Aku akan pergi ke negara Z dan menunggu nya di sana bersama dengan anakku yang masih berada dalam kandunganku.*
Amira yang membaca itu langsung mengerutkan keningnya lalu dia terkejut ketika dia mendengar suara pintu dibuka jadi dengan cepat dia memindahkan foto itu ke negeri ajaib agar nanti dia bisa mencari tahu tentang foto itu.