Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
70. Memperebutkan pil heksa


__ADS_3

"Kakek, Amira sudah datang." Seru Yura pada kakeknya yang sedang berbincang dengan seorang pria tua di ruangan tersebut.


Sesaat, Rahmat memperhatikan perempuan yang datang bersama Yura, sangat berbeda dari yang terakhir kali lihat.


Tapi begitu pria itu memperhatikan tahi lalat kecil di leher Amira, pria itu langsung melepaskan keraguan dalam hatinya dan berpikir bahwa selama beberapa waktu terakhir, perempuan itu mungkin telah melakukan berbagai perawatan.


"Ah,, kau sudah datang, kemarilah," ucap Rahmat dengan senyum hangat menyambut Amira.


Amira mendekati kedua orang itu lalu duduk di salah satu sofa panjang bersama dengan Yura.


"Hm,, jadi ini perempuan yang kau maksud memiliki guru yang bisa membuat pil Heksa?" Tanya Ardan.


"Ya," jawab Rahmat mengganggukkan kepalanya lalu pria itu menatap Amira, "kenalkan, ini Tuan Ardan Zahirka, dia yang akan menyediakan semua bahan obat untuk pil heksa." Ucap Rahmat.


Amira mengangguk, "senang bertemu dengan anda Tuan Zahirka," ucap Amira dengan sopan langsung membuat Ardan Zahirka mengangguk.


"Aku sudah melihat daftar bahan yang diperlukan oleh gurumu dan semuanya akan tersedia dalam 30 menit lagi. Orangku sendiri yang akan mengantar ini ke sini agar kau bisa membawanya pada gurumu." Ucap Ardan.

__ADS_1


"Bagus, kalau begitu, aku akan memohon pada guruku supaya dia langsung mengerjakan nya nanti malam." Kata Amira langsung membuat Rahmat merasa sangat senang.


Pria itu menatap Amira dengan wajah berbinarnya lalu kembali bertanya, "kira-kira berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh gurumu untuk membuat pil heksa?" Tanya Rahmat.


Amira berpikir sesaat selalu perempuan itu menjawab, "hm,, mungkin beberapa jam saja, pagi harinya aku sudah bisa membawanya ke mari."


Jawaban Amira membuat semua orang terkejut, sebab mereka semua tahu bahwa pil Heksa sangat langkah sangat dan tentu saja pil langkah membutuhkan waktu yang panjang untuk membuatnya.


Ardan menatap Amira, "Kau yakin itu pil heksa? Bukankah selama ini orang berkata bahwa membutuhkan waktu berhari-hari untuk membuat pil heksa dan yang membuatnya akan berpuasa selama berhari-hari karena tidak bisa meninggalkan proses pembuatannya?" Tanya Ardan yang kini merasa ragu akan Amira.


Amira menganggukka n kepalanya, dia juga sudah membaca di buku yang ia dapatkan dari dunia ajaib bahwa membutuhkan waktu yang sangat lama untuk membuat pil heksa.


Jadi Amira berkata, "memang dahulu kala pembuatan pilih heksa membutuhkan waktu berhari-hari, karena masih membutuhkan alat yang sangat tradisional.


"Untuk membuatnya kita membutuhkan lilin yang begitu banyak dan orang yang meramunya harus berjaga pada lilin tersebut dan memastikan bahwa dia akan mengganti setiap lilin yang hampir mati.


Bahkan harus mengatur supaya nyala lilin tetap sejajar dan tidak ada lilin yang lebih pendek atau pun lebih panjang, karena jika hal itu terjadi, maka proses pembuatan pilihnya tidak akan sempurna.

__ADS_1


"Lagipula, menggunakan lilin membuat prosesnya lebih lambat, tetapi guruku menggunakan alat memasak khusus untuk membuat pil heksa menjadi lebih cepat." Ucap Amira menjelaskan serigala hal yang telah ia baca di dalam buku.


Ucapan Amira langsung membuat Ardan menagnga mendengar perempuan semuda itu sudah mengetahui teknik membuat pil heksa.


Padahal, selama ini, tehnik tersebut adalah rahasia di antara para tetua di dunia perobatan tradisional internasional.


Juga, mereka semua mengetahui teknik pembuatan pil heksa, tetapi sudah banyak orang yang mencoba membuatnya namun tidak berhasil.


Hal itu karena bahan obat yang belum di ketahui kelengkapannya, serta porsi dan urutan memasukkan obat ke dalam tungku.


"Kau mengetahui itu, kalau begitu aku tidak meragukanmu lagi. Aku akan memberikan semua bahan obat yang kau butuhkan. Tapi dengan satu syarat, aku meminta satu pil heksa yang dibuat oleh gurumu." Ucap Ardan.


Satu pil saja sudah begitu berarti!!


Amira mengerutkan keningnya menatap pria tua di depannya, "hm,, sepertinya itu agak sulit, karena satu kali pembuatan pilnya hanya mampu menghasilkan 3 butir, sementara untuk keluarga rakin harus mendapatkan 5 butir pil heksa yang harus dikonsumsi oleh seluruh anggota keluarganya yang terkena racun.


"Dan satu butir lagi diperlukan juga oleh guruku untuk dirimu sendiri. Tetapi pembuatan pil heksa dengan mempersingkat waktu membutuhkan tenaga dalam yang cukup banyak, jadi guruku hanya bisa membuatnya dua kali dan membutuhkan satu bulan untuk beristirahat memulihkan diri," ucap Amira mengejutkan semua orang terkejut.

__ADS_1


Hanya 6 butir dalam satu bulan!!!


Rahmat menatap Ardan di depannya, 'jangan sampai pria tua ini menjadi egois dan tidak memberikan bahan obatnya jika dia tidak mendapat pil. Padahal, semua keluargaku membutuhkan pil tersebut!!' cemas Rahmat dalam hati.


__ADS_2