Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
207. Masalah yang ditimbulkan Leona


__ADS_3

Tiga hari kemudian, Norman yang tak kunjung mendapat telepon dari Amira menjadi sangat marah.


Pria itu menatap ponselnya dengan geram, lalu dia berjalan untuk meninggalkan rumah sakit, karena berniat menghampiri Amira kekediaman keluarga Barata.


Tetapi dia belum meninggalkan ruangannya ketika kakaknya sudah lebih dulu menahannya.


"Aku perlu bicara denganmu!" Ucap Daren pada adiknya, lalu pria itu memberi kode pada Norman agar mengikutinya ke sebuah ruangan lain di rumah sakit itu.


Norman hanya bisa menghela nafas, lalu dia mengikuti kakaknya ke dalam ruangan dan duduk di sofa, tepat di depan kakaknya.


"Ada apa Kak?" Tanya Norman.


"Kau bilang dalam 3 hari Amira akan menghubungimu? Tapi mana? Bukankah Sekarang adalah hari ketiga?" Tanya Darren menatap tajam ke arah adiknya.


Norman menghela nafas, "Hah,, aku juga sedang menunggu telepon darinya, tapi sepertinya dia tidak mau membantu kita. Jadi aku berniat untuk pergi ke keluarga Barata dan--"

__ADS_1


"Bodoh!" Sela Daren, "jadi selama 3 hari ini kau hanya diam saja dan tidak menyelidiki apapun tentang Amira? Kau tidak tahu bahwa Amira sudah pindah dan tinggal di Luxury grand house meninggalkan keluarga Barata?!" Tanya Daren sembari menatap kesal pada adiknya yang terlalu bodoh.


"Apa?!" Norman terkejut karena Luxury grand house bukanlah sembarang tempat yang bisa memberinya kebebasan untuk berbuat sesuka hati.


"Saat ini Amira sedang berada di sebuah salon di salah satu mall di ibukota. Jadi sekarang juga kau pergi temui dia dan lakukan cara apapun untuk membujuk perempuan itu mau datang ke rumah sakit membantu kita!!!" Perintah dari pada normal lalu pria itu segera berdiri karena dia hendak pergi ke kantor Fernando untuk menemui pria itu.


Maka, kedua kakak beradik itu masing-masing pergi menemui suami istri yang harus mereka buat mau menolong kakek mereka.


Begitu Daren duduk di dalam mobil yang mengantarnya ke kantor Fernando, pria itu tiba-tiba saja ditelepon oleh asistennya.


"Ada apa?" Tanya dari yang tidak mau berbasa-basi dan inginnya langsung mengetahui informasi yang hendak diberikan oleh asistennya.


"Apa katamu?!!" Tanya pria itu sambil menggertakkan giginya.


"Jadi, Nona Leona yang datang bersama Tuan Norman ke acara reuni berusaha meracuni Amira hingga kelakuannya itu terbongkar di depan semua orang. Dan saat itu, Nona Leona yang ketahuan meracuni Amira langsung pergi memeluk lengan Tuan Norman untuk meminta tolong. Jadi saya rasa ini adalah--"

__ADS_1


Tut tut tut...


Darin merasa sangat marah pada adiknya pria itu hampir saja melempar ponselnya keluar jendela saat mendengar kabar dari asistennya.


"Bodoh! Bodoh! Bodoh!!!" Teriak Daren dalam mobil sembari meramas rambutnya karena merasa kacau dengan keadaan yang sedang mereka hadapi.


Dia sudah menghubungi keluarga Zahirka dan mendengarkan ucapan dari keluarga itu bahwa ternyata benar, bahwa Amira lah yang diklaim keluarga Rakin menyembuhkan cucu mereka.


Tapi sekarang, jalan untuk mendapatkan bantuan Amira secara baik-baik ternyata sudah tertutup.


'Aku tidak punya pilihan lain, aku harus melakukan sesuatu yang bisa mengancam mereka hingga tidak punya pilihan lain selain membantu kami!!!' geram Daren dalam hati, lalu pria itu kembali menekan-nekan tombol pada ponselnya.


Setelah melakukan beberapa panggilan, maka pria itu duduk dengan tenang di dalam mobil sembari melihat keluar jendela dengan kilatan mata yang penuh amarah.


'Lihat saja, keluarga Andarta akan menerima balasan atas apa yang sudah mereka lakukan!! Beraninya mempermalukan keluarga kami di depan semua orang!!!' ucap Daren dalam hati.

__ADS_1


Ia merasa sangat marah karena dia sudah berusaha mempercayai keluarga Andarta akan menjaga nama baik keluarga Maherson setelah Norman dan Leona bertunangan.


Tapi sekarang, malah membuat kekacauan yang membuatnya merasa sangat muak.


__ADS_2