Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
84. Selesai membuat pil


__ADS_3

Amira hendak memasuki kamarnya, tetapi dicegah oleh Aulia yang terus menyanjung nya demi sesuatu.


"Uh,, ibu, aku sangat lelah dan butuh istirahat. Bagaimana kalau kita bicaranya nanti saja?" Ucap Amira yang jelas tahu bahwa ibu mertuanya menjadi sangat baik padanya sebab perempuan itu menginginkan informasi mengenai perubahannya yang sangat tiba-tiba menjadi cantik.


"Ah,, baiklah,, kalau begitu istirahatlah,," ucap Aulia lalu membiarkan Amira memasuki kamarnya.


Baru saja pintu kamar tertutup, Aulia langsung berbalik sembari berdecak kesal, "Sial!! Sepertinya aku harus mengeluarkan perhatian lebih extra lagi pada perempuan itu agar dia mau memberitahuku rahasianya hingga bisa berubah cantik seperti itu!!!" Kesal Aulia.


Perempuan itu kemudian pergi ke ruang tamu untuk duduk memikirkan cara merayu menantunya.


Belum saja perempuan itu duduk ketika dari pintu depan masuk Megan yang dayang membawa sebuah kotak berukuran sedang di tangannya.


"Dimana menantu kalian? Aku datang membawakan gaun yang sangat cocok untuk ia pakai di acara ulang tahun putriku. Dia pasti akan sangat menyukai gaun ini!!" Ucap Megan dengan wajah berseri membuat Aulia mengerjakan matanya.


'Perempuan ini..!! Dia pasti datang untuk merayu menantuku untuk memberitahukan nya informasi tentang tempat mempercantik diri!!!' Pikir Aulia dalam hati sembari menggertakkan giginya, ia merasa tersaingi dengan kedatangan Megan.

__ADS_1


Jangan sampai Amira malah memberitahukan rahasia penting itu pada Megan dan mengabaikanku.


"Menantuku sedang beristirahat, jadi tidak bisa diganggu. Berikan saja kotak itu padaku, nanti aku akan mengatakan padanya bahwa kau datang untuk--"


"Tidak!! Aku sendiri yang akan memberikannya nanti. Kalau begitu aku akan datang lagi setelah dia selesai beristirahat." Ucap Megan langsung berbalik pergi membawa kotak di tangannya dengan Aulia yang berdecak kesal karena perempuan itu.


"Sial!! Kenapa dia datang menyogok Amira dengan gaun?!!" Aulia berdecak kesal sebab dia tidak mau mengeluarkan banyak uang untuk Amira.


Tapi, kalau dia tidak melakukannya, maka bisa jadi Megan lah yang akan memenangkan hati menantunya dan perempuan itu lebih cepat menjadi cantik ketimbang dirinya.


Sementara itu, kembali dalam kamar, Amira sudah terbaring, tetapi jiwanya memasuki dunia ajaib.


"Selamat datang Nona!! Apa yang kau bawa?" Meimei langsung bertanya dengan sangat bersemangat.


"Ini adalah bahan obat untuk membuat pil heksa yang ku pelajari di buku." Ucap Amira sembari memilih satu persatu bahan obat untuk ia gunakan.

__ADS_1


"Wah..!! Pil heksa yang bisa menyembuhkan seluruh penyakit? Bahkan orang yang sudah sangat sekarat pun asalkan masih bisa menelan pil heksa, maka dia akan sembuh total??" Mei Mei bertanya dengan antusias.


Amira mengangguk, "ya, begitulah yang dikatakan di dalam buku." Ucap Amira mulai menyatukan seluruh bahan-bahannya ke dalam tungku dan duduk bersama di menggunakan tenaga dalamnya.


Amira pun tak yakin bahwa dia bisa melakukannya dengan baik, tetapi setelah mencobanya, perempuan itu merasa bahwa tubuhnya terlalu ringan dan daya ingat nya begitu kuat mengikuti seluruh petunjuk di dalam buku yang ada baca.


Mei Mei berdiri dari jauh memperhatikan Amira yang tampak fokus di depan tungku.


Setelah beberapa jam, Mei Mei yang hampir tertidur akhirnya dibangunkan dengan suara Amira yang berisik.


"Uh,, apa yang ter,,, wah!!! Apa itu??" Mei Mei begitu terkejut melihat pil-pil yang bersinar di tangan Amira.


"Pilnya sudah jadi, ada 6 butir pil Heksa," ucap Amirw dengan hati-hati menyimpan pil pil tersebut ke dalam kotak kecil yang sudah ia siapkan.


'Dengan begini, aku bisa menyelamatkan keluarga Rakin dan membuat seluruh keluarga itu berhutang budi padaku. Suatu saat, mereka tidak akan pernah menghianatiku, karena mereka akan selalu mengingat bagaimana aku membantu mereka!!' Pikir Amira dalam hati sembari menutup kotak di tangannya.

__ADS_1


__ADS_2