Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
102. Kedatangan keluarga Rakin


__ADS_3

"Hm,, mungkin dia tidak menggaruknya seperti ibu," kata Fernando sembari menghilangkan nafas mengingat ibunya yang sudah tidak mau datang ke pesta ulang tahun Raina karena terlalu malu menunjukkan wajahnya yang sedang rusak.


"Ah benar, sayang sekali ibumu Begitu bodoh!" Ucap Bayu yang merasa kasihan pada istrinya namun juga kesal pada istrinya.


"Biarkan saja, ayo kita masuk sekarang." Ucap Fernando lalu ketiga orang itu segera memasuki restoran dan melihat sudah ada banyak tamu yang datang.


"Kita duduk di sana saja!" Ucap Amira menunjuk sebuah meja yang terletak di depan lalu hendak menarik suaminya ke sana ketika Fernando menghentikannya.


"Jangan, kita sebaiknya duduk di belakang," ucap Fernando yang tidak mau mencari gara-gara.


Ini adalah acara keluarga pertama, jadi jika mereka berbuat sesuka hati, maka bisa jadi keluarga pertama akan memarahi mereka di depan umum hingga membuat malu keluarga mereka.


Tetapi, Amira menggelengkan kepalanya, "percayalah padaku," ucap Amira lalu menarik suaminya diikuti oleh Bayu yang mengikuti Putra dan menantunya.


'Aku harap ini akan baik-baik saja,' ucap Bayu dalam hati.


Mereka duduk mengelilingi meja paling depan membuat Megan yang sedang duduk di samping meja itu langsung mengerutkan keningnya, tidak senang dengan keluarga ketiga.

__ADS_1


'Keluarga ketiga ini benar-benar sudah mengelunjak setelah Putra mereka diiming-imingi akan diangkat menjadi direktur. Tunggulah sebentar lagi, ketika semua tamu telah datang, kalian akan dipermalukan!!!' kesal Megan dalam hati sembari berusaha mengontrol wajahnya agar tidak menampakkan kemarahannya.


Sementara di meja tempat Amira duduk, Bayu memperhatikan sekelilingnya dan melihat bahwa orang-orang yang duduk di meja depan adalah orang-orang yang berasal dari kalangan kalangan atas.


Dan meski mereka adalah anggota keluarga Barata, tetapi sedari dulu mereka tidak pernah dianggap di acara seperti itu.


Oleh sebab itu, Bayu menatap Amira, dan dengan suara pelan bertanya, katanya, "Apa kau yakin, kita akan baik-baik saja jika duduk di sini?"


Amira menghela nafas menatap ayah mertuanya, tapi perempuan itu tetap


Bayu tidak mengatakan apapun lagi, tetapi pria itu hanya menatap ke arah keluarga pertama yang telah duduk bersama keluarga kedua.


Tampak, orang-orang disana sedang berbincang-bincang, lalu tiba-tiba saja Raina datang menghampiri meja tersebut.


"Ayo mulai acaranya, ini sudah jam 08.00 pas." Ucap Raina sembari duduk di kursi.


Raisel mengangguk, "baiklah," jawab pria itu segera berjalan meninggalkan ruangan untuk memanggil Rena sebagai kepala keluarga Barata agar segera membuka acara.

__ADS_1


Rina memandangi kepergian ayahnya dan dalam hati diam agak cemas, 'kenapa Yura belum datang juga? Bukankah dia sudah berkata bahwa dia akan datang ke ulang tahunku untuk mempermalukan Amira?


'Kalau dia tidak datang, bisa jadi Fernando akan tetap naik sebagai direktur, sementara kakakku akan terus berbaring di tempat tidur dalam keadaan sakit !' Pikir perempuan itu dengan cemas memegang erat ponselnya yang tak kunjung berdering.


Dan akhirnya, ketika perempuan itu berada dalam keadaan gugup karena takut dimarahi oleh ayahnya, maka perempuan itu langsung tersentak berdiri dengan senyumnya berjalan ke arah pintu masuk saat melihat Yura adalah tiba.


Betapa terkejutnya dia ketika bukan hanya Yura yang datang, melainkan ada juga Rahmat Rakin yang datang ke tempat itu.


'Astaga,, Yura sangat baik memberiku muka, semua orang akan iri padaku karena ulang tahun ku dihadiri oleh kepala keluarga Rakin!!' Pikir perempuan itu dalam hati sembari berjalan cepat untuk menyambut keduanya.


Sementara Yura, dia memperhatikan sekeliling dan tatapannya bertemu dengan Amira, perempuan itu langsung tersenyum tipis ke arah Amira dengan langkah kaki yang terus berjalan menyusuri karpet merah.


@interaksi



Ngasih votenya jangan cuma 1, tapi harus 1000000000000000000000000000000

__ADS_1


__ADS_2