
"Kalau begitu, kenapa kau tampak begitu takut?!! Bicaramu sampai tergagap begitu!!" Bentak sang bos kasino.
Bentakan bos kasino langsung membuat sang perempuan mengepalkan tangannya dan menggertakkan giginya sambil menatap marah ke arah Amira.
"Sialan! Jadi kau lebih mempercayai perempuan asing ini ketimbang aku?! Kalau begitu sekarang kita putus!! Jangan pernah mencariku lagi!!" Geram perempuan itu lalu berbalik pergi meninggalkan Amira dan bos Kasino.
'Lebih baik aku putus dengan satu pria ini dan penyakit ku tidak terbongkar, daripada penyakit ku terbongkar hingga membuatku harus putus dengan pria pria lainnya.' pikir perempuan itu lebih memilih posisi aman dari pada harus mengacaukan hidupnya.
Amira yang melihat kepergian perempuan itu langsung tersenyum mengejek, "satu,, dua,, tiga,, empat,, lima!"
Buk!!!
Perempuan yang berjalan terjatuh dan tergeletak di lantai dengan wajah pucat pasi dan keringat memenuhi seluruh tubuhnya.
"Apa yang terjadi?"
"Ada orang pingsan!!"
__ADS_1
"Ada orang jatuh!!"
"Siapa itu?"
Suasana dalam mol menjadi begitu riuh saat perempuan itu terjatuh di keramaian dan semua orang langsung mengelilinginya untuk melihat hal yang terjadi.
Sementara Amira, perempuan itu semakin tersenyum mengejek, "heh,, Dasar bodoh, aku sudah memperingatkannya agar dia segera pergi ke rumah sakit. Malah memilih untuk berdebat denganku!!" Kesal Amira lalu berbalik meninggalkan tempat itu dan memasuki toko di mana dia melihat pakaian yang cocok untuk suaminya.
Sedangkan Bos Kasino yang tinggal, pria itu menatap kepergian Amira lalu kembali melihat perempuan yang sudah diangkat oleh para satpam.
'Bagaimana bisa perempuan tadi mengetahui bahwa Kirana akan jatuh sekarat? Jangan-jangan,,,' wajah bos kasino menjadi pucat pasi ketika dia kembali menginap ucapan Amira, bahwa perempuan yang telah menjadi kekasihnya itu ternyata mengidap suatu penyakit menular!
"Selamat datang Nona, ada yang bisa kami bantu?" Seorang pelayan menatap Amira dengan wajah berseri-serinya melihat perempuan yang begitu cantik di depannya dengan pakaian mewah melekat di tubuhnya.
"Hm, Aku menginginkan setelan yang dipajang di manekin." Ucap Amira menunjuk setelan yang ia pikir cocok untuk suaminya.
"Ahh,, Nona memang sangat pandai melihat, itu adalah edisi terbatas dari brand kami. Hanya ada tiga di seluruh dunia dan yang dua lainnya telah dijual di dua negara yang berbeda." Ucap sang pelayan membangga-banggakan pakaian yang dipilih oleh Amira.
__ADS_1
Dengan begitu, pelayan itu secara tidak langsung mengatakan bahwa hanya ada satu model seperti itu di negara mereka.
"Bungkuskan aku." Kata Amira langsung membuat sang Pelayan toko begitu senang dan dengan senyum merekaj di wajahnya ia menatap Amira.
"Baik Nona, kalau begitu, silakan ikuti saya." Ucap pelayan lalu dia membawa Amira ke sebuah tempat duduk yang nyaman, khusus untuk pelanggan mereka.
Perempuan itu lalu menyerahkan sebuah formulir resmi dari tokoh mereka di mana ada banyak sekali bonus yang ditawarkan jika Amira benar-benar membeli pakaian yang terpajang di manekin.
Setelah mengisi formulir itu, Amira menyerahkannya pada sang pelayan.
"Terima kasih atas kesediaan Nona mengisi formulir ini, kalau begitu silakan tunggu sebentar dan kami akan menyediakan pesanan nona." Kata Sang pelayan langsung diangguki Amira hingga pelayan itu pergi dengan hati yang gembira
'Sungguh perempuan yang kaya, ia sama sekali tidak terkejut melihat harga yang tertera di formulir. Juga, kebetulan sekali, ukuran yang dimintanya adalah ukuran yang pas dengan pakaian yang tersedia.' pikir pelayan dalam hati sembari membaca formulir yang sudah diisi oleh Amira.
Setelah berurusan dengan sang pelayan, Amira lalu duduk menunggu sambil memainkan ponselnya.
Perempuan itu belum cukup 10 kali menekan tombol di hp-nya ketika seorang pria datang menghampirinya dengan terburu-buru.
__ADS_1
Amira langsung mengangkat wajahnya menatap pria yang datang. Perempuan itu Tersenyum dalam hati, 'heh,, dia benar-benar menghampiriku!!' ucap Amira dalam hati merasa bahwa tambang emasnya semakin dekat dengannya.