
Melihat sang penanggung jawab berhenti, Amira kemudian mengeluarkan sesuatu dari tas kecil yang ia pakai lalu memperlihatkannya pada semua orang.
Sang penanggung jawab begitu terkejut melihat benda yang ada di tangan Amira, "Itu,,, Bukankah itu adalah kartu akses untuk penghuni kelas 1?" Kata Sang penanggung jawab mengejutkan semua orang.
"A,,, apa?!!" Bibir Gerald gemetar mendengar ucapan sang penanggung jawab.
Bahkan semua orang di sana juga sangat terkejut, hingga tatapan mereka hanya tertuju pada satu tempat, yaitu pada kartu akses yang ada di tangan Amira.
Bagaimana bisa seorang sampah yang hanya memiliki mobil rongsokan memiliki sebuah kartu akses untuk perumahan kelas 1?
Melihat wajah kejutan semua orang, Amirakemudian tersenyum dan berkata, "ini memang kartu akses untuk perumahan kelas 1, dan bukan hanya itu, kartu ini ialah kartu akses VIP untuk perumahan kelas 1!!"
Ucapan Amira langsung membuat semua orang tercengang, bahkan beberapa diantaranya menganga selama beberapa detik, sebab mereka tak percaya bahwa pemilik rumah paling besar di Luxury grand house adalah Amira!!!
__ADS_1
"A,, apa? Benarkah?"
"Astaga,, Bukankah itu menandakan bahwa dia yang memiliki rumah paling besar di kompleks Luxury Grand House?"
"Ah,, tidak mungkin!!! Rumah itu kan dimiliki oleh keluarga Rakin. Bagaimana bisa berpindah tangan ke rumah orang lain? Bukankah dari dulu keluarga Rakin sangat menginginkan rumah itu, dan bahkan sudah mengumumkan bahwa rumah itu akan diberikan pada cucu laki-lakinya ketika cucunya tersebut sudah dewasa nanti?"
"Benar,, aku juga tahu itu, kalau begitu,, Mungkinkah kartu yang ada di tangan perempuan itu adalah kartu yang palsu?"
"Ah benar, Sepertinya dia hanya membuat tiruannya saja!!!"
"Sepertinya apapun yang ku katakan tidak akan dipercaya oleh semua orang, jadi tuan penanggung jawab, Mungkinkah kartu ini palsu?" ucap Amira sembari menyerahkan kartu di tangannya pada sang penanggung jawab agar orang itu memeriksanya.
Maka dengan segera, sang penanggung jawab mengambil kartu itu dan memegangnya dengan hati-hati, lalu menggunakan ponselnya, ia memeriksa barcod pada kartu itu.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, muncullah identitas Amira pada barcode tersebut, yang menandakan bahwa pemilik Rumah itu telah berpindah tangan atas nama Amira.
"I,, ini asli,, Rumah itu sekarang sudah menjadi milik Nona Amira." Ucapkan tanggung jawab itu dengan tangan gemetar menyerahkan kembali kartunya.
Dia tidak menyangka bahwa orang yang tadi ia hina ternyata adalah pemilik rumah paling besar di Luxury Grand House.
Maka dengan segera, pria itu membungkuk pada Amira sembari berkata, "Saya minta maaf terhadap nyonya, tadinya saya benar-benar terhasut hingga mulut saya sudah dengan tidak sopan berbicara terhadap Nyonya."
Melihat adegan sang penanggung jawab yang meminta maaf pada Amira langsung membuat semua orang kembali tercengang di tempat mereka, bahkan Gerald yang berdiri di sana merasakan sekujur tubuhnya menjadi lemas.
Pria itu hampir saja jatuh ke tanah seandainya dia tidak berpegangan pada mobilnya.
Dia butuh jeda untuk mencerna segala hal yang sudah terjadi di tempat itu.
__ADS_1
Tetapi, Amira tidak berniat memberi jedah, perempuan itu segera berkata, "karena semuanya sudah terbukti, maka pihak yang kalah harusnya sudah melakukan konsekuensi dari taruhan yang ia buat sendiri. Dan aku sangat minta tolong pada Tuan penanggung jawab agar mengawasi pria ini melakukan segala hal yang Ia janjikan!"
Ucapan Amira langsung diganggu oleh sang penanggung jawab, "nyonya dan Tuan Tenang saja, akan saya pastikan bahwa pria ini akan pergi mendorong mobilnya mengetuk pintu seluruh kediaman di Luxury Grand House dan meluda di depan rumah itu lalu menjilati ludahnya sendiri!!!"