
Fernando tersenyum lalu dia membungkuk dengan sopan ke arah Gerald sembari berkata, "senior pasti sudah tidak mengenaliku karena sudah lama sekali sejak terakhir kali kita bertemu. Aku adalah Fernando Barata yang merupakan junior tingkat--".
"Aahh, kau Fernando dari keluarga Barata yang adalah keluarga rendahan itu?" Ucap Gerald memastikan identitas Fernando sembari memperhatikan pria di depannya.
Fernando tidak terlalu memperdulikan bagaimana pria itu menghinanya, karena semua yang dikatakan itu memang benar, jadi pria itu hanya membalas hinaan Gerald dengan senyumnya yang memukau.
Tersenyum seperti itu membuat wajah Fernando menjadi lebih tampan dan terlihat sangat sempurna, hingga membuat Gerald menjadi sangat marah.
"Heh,, untuk apa kau tersenyum di hadapanku? Oya,, tunggu dulu,, Apa yang kau lakukan dengan mobil bututmu di sini? Jangan bilang kau hendak masuk ke kompleks ini?!!" Tanya pria itu sembari mengerutkan keningnya menatap pria di depannya.
Fernando menganggukkan kepalanya lalu dia berkata, "iya, aku dan istriku memiliki rumah di sana. Jadi aku ke dalam untuk--"
"Apa?!" Sela Gerald, "kau bilang kau punya rumah di kompleks ini?" Tanya Gerald dengan raut wajah tak percaya menatap pria di depannya.
__ADS_1
Fernando langsung mengangguk, "iya," jawab Fernando membuat Gerald tertawa terbahak-bahak.
"Ha ha ha.. kau ini lucu sekali...! Kau pikir aku akan percaya kalau kau memiliki rumah di kompleks ini? Lihat mobilmu ini, harganya bahkan tidak seperempat dari harga mobilku, lalu kau berkata kau sanggup memiliki rumah di dalam kompleks ini? Ha ha ha..." Gerald tertawa sampai perutnya sakit.
Saat itu pula, dari arah belakang mobil Fernando, sudah ada mobil yang mengantri untuk masuk ke dalam kompleks.
Bip....! Bip...!!
Suara klakson dari belakang langsung membuat Fernando melihat ke belakang Lalu pria itu kembali menatap seniornya, "kita harus menjalankan mobilnya karena--"
Fernando yang tak menyangka bahwa dirinya akan dipukul, tidak siap menerima pukulan itu hingga dengan cepat dia tersungkur ke tanah karena pukulan yang amat keras.
Pemilik mobil di belakang Fernando yang melihat kejadian di depannya langsung membuka mobilnya dan keluar melihat perkelahian yang sedang terjadi.
__ADS_1
"Apa yang kalian lakukan?!! Berani-beraninya bertengkar di jalan hingga menghilangi jalan!!!" Bentak pria paruh baya yang penampilannya tampak berasal dari keluarga terpandang.
Jadi Gerald kembali memakai kacamatanya dan menatap pria paruh baya di depannya, "aku hanya membersihkan sampah yang mengotori tempat ini. Tuan bisa lihat mobil ini, mobil ini adalah mobil terjelek yang akan menghuni kompleks ini kalau pria ini benar-benar memiliki rumah di kompleks ini!!" Ucap Gerald sembari menunjuk Fernando dengan tatapan jijiknya.
Fernando langsung menyekah darah yang keluar dari sudut bibirnya, lalu pria itu berusaha berdiri dan memberi hormat pada pria paruh baya yang berdiri di depan mereka.
"Maafkan saya tuan, saya akan segera menjalankan mobil saya kalau mobil di depan saya juga bergerak." Kata Fernando langsung membuat pria paruh baya itu melihat ke depan dan memang mobil Gerald telah menghalangi jalan hingga membuat antrian menjadi panjang.
Jadi pria paruh baya itu menatap Gerald dan berkata, "aku tidak peduli urusanmu dengan pria ini, tapi tepat cepat jalankan mobilmu karena aku buru-buru untuk kembali ke rumahku!!"
Setelah berbicara, pria paruh baya itu langsung berbalik tanpa menghiraukan kedua pemuda itu dan memasuki mobilnya.
Gerald langsung menggertakkan giginya, lalu dia menatap Fernando dengan kesal, "kali ini aku akan membiarkanmu lolos, tapi lain kali, jangan harap kau bisa lolos dariku!!!" Bentak Gerald lalu pria itu berbalik dan memasuki mobilnya.
__ADS_1
Fernando hanya menghela nafas, lalu dia juga memasuki mobilnya dan mobil mengantri untuk memverifikasi kartu akses.
Sayang sekali, dia tidak bisa masuk ke dalam kompleks, sebab dia tidak memiliki kartu akses, oleh sebab itu, mobilnya tertahan di depan membuat Gerald yang sudah melajukan mobilnya kini menghentikan mobilnya dan turun untuk mengejek Fernando.