
"Baiklah, proyek terakhir, juga merupakan proyek dengan nilai terbesar pada kali ini dimenangkan oleh perusahaan,,," penanggung jawab menggantung ucapannya sembari membaca kembali nama grup yang tertera di surat kontrak yang ia pegang.
Setelah beberapa detik penanggung jawab tersebut kembali mengangkat wajahnya menatap semua orang yang sedang tegang di tempat mereka.
"Dimenangkan oleh perusahaan Barata!" Ucap pria itu sembari menoleh ke arah Fernando dan Amira yang bertepuk tangan.
"Sayang, kau memenangkan proyeknya!!" Ucap Amira langsung memeluk suaminya membuat Fernando tak mampu mengatakan apapun.
"Silahkan perwakilan dari grup Barata untuk maju ke depan menandatangani berkas kontraknya." Ucap penanggung jawab langsung yang membuat Amira bersemangat mendorong suaminya.
"Pergilah, cepat!!" Ucap Amira dengan Fernando yang tak mau bergerak dan tetap duduk di tempatnya sembari menatap dua kakak sepupunya yang sudah berdiri.
Kedua orang itu saling lirik satu sama lain dengan tatapan permusuhan.
"Kenapa kau ikut berdiri?! Proyek itu atas namaku, bukan kau!!" Ucap Brama dengan tatapan tajam diarahkan pada Mahesa.
__ADS_1
"Benarkah?!! Penanggung jawab tidak mengatakan siapa yang memenangkan nya, mungkin saja itu adalah aku." Ucap Mahesa langsung melangkahkan kakinya menuju ke depan, meninggalkan Brama yang kini mengatup erat-erat giginya karena merasa kesal pada Mahesa.
Brama langsung menyusul Mahesa ke depan hingga keduanya berdiri di sana membuat semua orang menatap mereka dengan aneh.
"Mengapa mereka berdua berebut untuk proyek itu? Bukankah mereka sama-sama dari perusahaan Barata?" Orang-orang berbisik-bisik sebab pikir mereka bahwa orang-orang dari perusahaan Barata pastilah akan bekerjasama, bukannya saling bersaing seperti itu.
"Apakah tidak ingat terakhir kali mereka membicarakan tentang taruhan? Siapa yang kalah di antara mereka berempat akan bersujud pada pemenangnya sembari mengatakan bahwa penenang itulah yang menjadi seorang direktur."
"Ah benar,, sepertinya sedang terjadi perebutan posisi direktur di perusahaan Barata."
"Sepertinya mereka sudah menerima kekalahannya!"
"Hm,, benar, wajah mereka sudah sangat pasrah dan siap untuk memberikan pertunjukan di akhir acara ini!!" Semua orang ber spekulasi dan tak sabar melihat bagaimana keluarga Barata saling mempermalukan satu sama lain.
Sementara di depan, Brama dan Mahesa sudah berdiri di depan penanggung jawab hingga membuat ke-2 penanggung jawab merasa bingung dengan kedatangan dua orang itu.
__ADS_1
"Ada apa?" Tanya salah satu penanggung jawab sembari menatap Brama dan Mahesa.
Brama langsung mendekat lalu berkata, "Nama saya Brama, saya adalah perwakilan perusahaan Barata yang akan menandatangani kontrak." Ucap Brama.
Ucapan brama langsung membuat Mahesa melirik pria itu dengan kesal lalu melihat sang penanggungjawab, "saya juga adalah perwakilan yang kemarin datang untuk mendiskusikan mengenai kontrak ini. Mungkinkah yang tertulis pada kontrak itu adalah nama saya? Mahesa Barata." Ucap Mahesa dengan wajah penuh harap.
Sang tanggung jawab menatap kedua orang di depannya lalu pria itu kembali melihat surat kontrak di tangannya.
Setelah beberapa detik, dia kemudian bertanya, "apakah ada perwakilan dari perusahaan Barata?"
Pertanyaan sang penanggungjawab membuat Brama dan Mahesa mengeryit.
Perwakilan lain?
"Tidak ada!" Ucap Brama dan Mahesa secara bersamaan.
__ADS_1