
Setelah selesai makan di dalam kamarnya, Aulia kemudian berpikir-pikir tentang apa yang harus ia lakukan supaya putranya kembali menjadi direktur agar dia bisa kembali lagi seperti dulu, bersikap sombong di depan semua orang.
Setelah beberapa saat dia kemudian memikirkan sebuah ide untuk membuat Ibu mertuanya datang ke kediaman mereka agar bertemu langsung dengan Fernando.
Maka perempuan itu mengambil ponselnya dan menghubungi Rena.
"Halo, bagaimana? Apakah kau sudah ketemu dengan Fernando dan sudah mengatakan bahwa dia akan kembali diangkat menjadi direktur?" Tanya Rena dari seberang telepon.
Aulia yang mendengar itu langsung mendesah dan berkata, "aku sudah mengatakannya buku mah tapi dia tetap saja tidak mau jadi aku pikir kalau ibu datang ke rumah kami secara langsung berbicara dengannya maka aku pikir dia akan mendengarkan ibu."
"Ahh,, ya, Itu ide yang bagus, kalau begitu cepat kirimkan alamatmu supaya aku bisa ke situ." Kata Rena dari seberang telepon langsung diakan oleh Aulia selalu perempuan itu dengan cepat melakukan Sharelock lokasi pada Rena.
Begitu orang di seberang telepon menerima denah lokasi yang dikirimkan oleh Aulia, maka perempuan itu mengerutkan keningnya memperhatikan denah lokasi tersebut.
"Ada apa Bu?" Tanya Rizal sembari melihat ibunya yang tampak merasa aneh melihat layar ponsel.
"Ini,, lokasi yang dikirimkan Aulia untuk Ibu kenapa berada di perumahan Luxury Grand House?" Ucap Rena menyerahkan ponselnya pada putranya agar pria itu yang memeriksanya jika mungkin saja dia salah melihat.
__ADS_1
Tetapi, ketika Rizal dan putranya juga melihat sharelock lokasi tersebut mereka benar-benar yakin bahwa itu memang berada di Luxury grand house.
"Pasti perempuan itu membohongi Ibu, Coba telepon Dia lagi dan suruh dia mengirimkan alamat yang benar." Ucap Rizal mengembalikan ponsel ibunya.
Rena yang mengambil ponsel itu kemudian menggerutu, "hah,, berani-beraninya dia membohongi ibu, memangnya ibu akan percaya kalau mereka benar-benar tinggal di perumahan mewah itu???" Kesal Rena kemudian menekan tombol panggil pada ponselnya.
Setelah beberapa saat, akhirnya Aulia yang ada di seberang telepon mengangkat panggilan itu.
"Halo Bu, Apakah kalian sudah kemari?" Tanya Aulia dari seberang telepon langsung membuat Rena berdecak kesal.
"Kau!! Sekarang kau sudah berani membohongi ibu ya? Mengirimkan alamat palsu seperti itu pada ibu, apakah kau pikir ibu akan mempercayai itu?" Ucap Rena dengan kesal yang merasa sangat marah pada Aulia.
"Hah,, Jangan beromong kosong lagi, cepat kirimkan alamat yang benarnya!!" Yang sudah tidak bisa menahan kekesalannya pada Aulia.
Maka Aulia yang di seberang telepon langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena kebingungan harus berkata apa pada perempuan di seberang telepon.
Bagaimanapun, dia juga yang awalnya datang ke tempat itu amat sangat tidak percaya bahwa mereka tinggal di tempat seperti itu, jadi tentu saja Rena pun akan mengalami hal yang sama.
__ADS_1
Jadi Aulia akhirnya berkata, "kalau Ibu tidak percaya, Ibu bisa mematikan panggilannya lalu aku akan video call ibu untuk memperlihatkan pada ibu Bagaimana rumah kami sekarang."
Rena yang mendengar itu merasa sangat aneh, tapi dia tetap menikmatikan teleponnya lalu melakukan panggilan video pada Aulia.
Setelah beberapa saat, panggilan itu kemudian terhubung lalu terlihat dibelakang Aulia adalah sebuah kamar yang sangat luas dan mewah.
Aulia terlihat berjalan keluar dari kamar itu sambil berkata, "ini adalah rumah kami sekarang Bu."
Aulia memutar tubuhnya lalu memperlihatkan desain bagian dalam rumah itu yang sangat mewah dan elegan.
Ketiga orang yang melihat layar ponsel karena langsung tercengang di tempat mereka melihat Aulia yang mondar-mandir di sana dan memperlihatkan kemewahan tempat tinggal baru mereka.
Hal itu sangat membuat Rena, Brama dan Rizal sangat cemburu dan merasa kesal dalam hati mereka sebab tak percaya keluarga ketiga akan tinggal di tempat seperti itu.
Setelah beberapa saat melihat Aulia, maka mereka bertiga akhirnya yakin bahwa perempuan itu memang tinggal di rumah yang mewah.
Oleh sebab itu, dengan cepat Rena berkata, "kalau begitu ibu akan ke sana sekarang!"
__ADS_1
"Baik Bu," jawab Aulia merasa sangat puas, lalu dia mematikan ponsel itu dan bersorak kesenangan karena tadinya dia sudah melihat bagaimana ekspresi ketiga orang itu amatlah buruk setelah melihat rumah mereka.
'Aku sangat puas, mereka akhirnya melihat bahwa kami tinggal di rumah yang begitu mewah, dan sebentar lagi posisi direktur akan menjadi milik Putraku, lalu semuanya akan menjadi lengkap. Tidak akan ada lagi satupun orang yang akan menghina kami!!!' ucap perempuan itu bersorak kegirangan lalu berlari kembali ke dalam kamar untuk beristirahat sembari menunggu kedatangan Ketiga orang itu.